
~Elio
belakangan ini banyak masalah yang terus berdatangan, sampai aku sendiri harus turun tangan untuk menyelesaikannya, ingin rasanya aku meninggalkan kehidupanku yang sangat kelam ini namun itu bukanlah aku, aku sudah tumbuh dan sudah terlalu jauh menjalani kehidupan seperti ini.
aku sadar jika jalan ini adalah salah, namun aku juga tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. sudah lama mereka mnegikut aku dan aku pikir ini salah satu cara untuk membuat semua musuuhku tidak lagi menganggu kehidupanku, aku terlalu banyak musuh saat ini.
seperti sekarang, aku harus mencari tauu siapa yang ingin menyerang kami, aku harus cari tau sebenarnya apa motif mereka melakukan hal ini. tidak mungkin datang begitu saja tanpa ada tujuan kepada Walkdark. aku siap dengan semua penyerangan mereka, hanya saja aku tidak sendiri ada nyawa yang juga arus aku lindungi.
dibalik semuanya itu, aku beritahu sedikit tentang kehidupanku masalalu. aku adalah putra tunggal dari keluarga Delimus, kedua orangtua ku mati ditangan musuh yang dulu sangat benci dengan keluuargaku. mereka tidak suka dengan kejayaan keluargaku yang saat itu mengusai pasar Internasional.
mereka merencanakan penyerangan dan membantai keluargaku. hanya tersisa aku dan juga Liam, dua anak yang tidak tau apa-apa harus hidup dan berjuang mati-matian agar bisa membalaskan dendam. aku tumbuh dengan lingkungan yang sangat kejam, bahkanaku terbiasa melihat kasus pembunuhan didepanku.
tidak apa dengan hal itu, asal saja tidak ada yang mengusik ku. namuun aku mulai sadar jika aku harus membuat kelompok ku sendiri, berjuang dari awal sampai akhirnya aku mengembangkan kembali perusahaan papa ku dan juga kelompok Walkdark yang mulai luas.
aku selalu ditemani oleh Liam, tidak pernah meninggalkan ku sekalipun kami berada di zona yang sangat berbahaya. misalnya berhadapan dengan polisi, atau berhadapan dengan kelompok negara lain untuk bersaing. Liam selalu ada dibelakang ku untuk membantu, memberikan nyawanya sendiri untukku.
semua kuselesaikan dengan baik, aku membalaskan kematian orangtuaku kepada musuh. bahkan sampai seua pengikut mereka aku basmi dengan baik. namun sepertinya ada bibit mereka yang mulai keluar sekarang dan itulah yang harus aku basmi saat ini.
__ADS_1
aku mencari tau semua nama yang pernah masuk kedalam geng Walkdark, ternyata banyak juga tikus yang menjadi pengkhianat di geng ini. baiklah aku tidak masalah. namun janji tetaplah janji, aku akan menagih itu smeua beserta rentenya, tidak akan ada yang tertinggal aku buat.
malam ini aku menyuruh semua anggotaku untuk berkumpul, diantara mereka semua yang datang ternyata ada juga yang ingin menjadi pengkhianat untuk membocorkan rahasia Wlakdark. tidak masalaha mari kita ikuti semua permainana merka, Erlan sudah menadapat identitas beberapa musuh kami.
disinilah mereka semua. ketua geng dari beberapa negara yang aku bentuk dan sangat besar. bahkan merekalah menguasai dunia bawah dan mengatur semuanya, jangan tanya bagaimana kami bisa begini karna banyak juga anak buahku yang bekerja untuk negara, masyarakat dan masih banyak lagi, aku memasukkan mereka satu persatu disana.
"baiklah kalau begitu, apa yang sudah kalian dapatkan selama 4 bulan belakangan ini?, apakah ada kesulitan dalam pekerjaan atau menjalankan misi masing-masing" tanyakuu pada mmereka, sebelum nanti aku akan mengeksekusi siapa saja yang sudah menjadi pengkhianat diruangan ini.
"tuan.. beberapa hari belakangan ini, pihak kepolisian di negara yang saya pimpin mulai melihat kita, mereka mulai sadar dengan pekerjaan kita" ucap salah satu pria yang tidak aku tau namanya, dia botak namun tubuuhnya snagat bagus, kelihatan jika dia ini rajin olahraga setiap hari.
"lalu apa yang sudah kau lakukan?, apakah hanya diam saja atau menacri solusinya?" tanyaku menatapnya. tidak mungkin dia hanya diam, kalau saja begitu mungkin aku akan membunuhnya saat ini juga. " tidak tuan.. saya berusaha menghubungi anak buah saya yang bekerja disana namun tidak ada respon" jawabnya lagi.
"ada lagi yang ingin bicara?, setelah ini aku akan memberikan kejutan untuk kalian semua" ucapku menatap mereka, ada yang takut namun ada juga yang bahagia. entah kenapa bisa sebahagia itu, apakah dia juga lelah dengan rekannya yang berkhianat atau apa alasannya, aku tidak tau.
"tuan belakangan ini banyak masyarakat yang protes dengan kita karna ada kelompok yang menuntut pekerjaan kita di wilayah pesisir, mereka bilang kita mengambil lahan mereka yang seharusnya itu mereka buat untuk tambak ikan" ucap pria yang tepat disampingku.
"lalu bagaimana?, apa kau tidak memberikan mereka sejumlah uang untuuk menutp mulut?, jangan sampai masyarakat tau tentang kita!!" aku menjawab sambil menatapnya. dia mengangguk namun sepertinya masih ada yang ingin dia katakan padaku.
__ADS_1
"tapi tuan.. mereka tidak mau menerima uang itu, katanya mereka akan melaporkan kepada polisi jika kita masih tinggal disana" jawab pria itu. aku diam, jika sudah berurusan dengan masyarakat cukup susah. aku tidak pernah mengusik kehidupan masyarakat dan menurutku bukan mereka tujuan kami.
"ya sudah kalau begitu kau cari saja tempat yang lain. kalau bisa jauh dari daerah itu. ingat tujuan kita bukan masyarakat biasa, namun para petinggi setiap negara dan semua pebisnis dunia" jawabku. aku tidak pernah menargetkan masyarakat untuk pekerjaan kami, mereka bahkan tidak tau apa-apa tentang kehidupan di dunia ini.
"baiklah tuan" jawabnya, aku mengangguk. "apakah ada yang lain?, apa ada penyerangan yang mulai berdatangan?" tanyaku, ini sudah mulai masuk kedalam topik yang akan akuu bahas hari ini. " tuan.. markas sentaja kita yang ada di Afrika beberapa hari ini ada orang yang ingin menyerangnya" ucap pria berkulit coklat dibelakang sana.
dia sampai membawa bukti foto-foto dimana ada beeberapa orang yang mnegewasi markas persentajaan kami diwilayah itu. aku terdiam, tidak mungkin musuh kami sampai tau sedetail itu tentang pekerjaan kami. tentunya ada yang suudah sangat dalam memberitahukan tentang hal itu, dan itu pasti orang dalam geng ini.
"apa kalian sudah menjaga dengan baik?, perketat penjagaan disana dan jangan biarkan orang sembarangan masuk kedalam" ucapku sambil menatap Roger. ini urusannya dan harus segera diselesaikan. " sudah tuan, saya menempatkan anak buah yang saya percayakan disana" jawab pria itu.
aku mengangguk, memikirkan bagaimana cara mengamankan semua barang kami dan tidak tercium oleh orang luar.. mungkin kedepannya akan ada perang diantara kami dan aku tidak ingin semua persenjataan dan juga barang lainnya menjadi sasaran empuk untuk mereka, aku akan berada diujung tanduk jiak itu terjadi.
"baiklah, Erlan kau coba memantau tempat itu sekarang. siapa saja yang ada disana dan beritahu aku. aku ingin melihat apakah mereka sudah sangt hebat melakukan hal itu" ucapku pada Erlan. dia langsung bergerak sedangkan Roger sudah sejak tadi, karna ini urusannya.
"ada hal lain sebelum aku memberitahu pokok pembahasan kita hari ini' ucapku. mereka semua hanya diam dan saling menatap. ketegangan mulai berlangsung saat aku mengeluarkan sesuatu dari saku kemeja yang selalu aku bawa, sebuah alat untuk menenangkan jiwa seseorang dan mengirimkannya pada Tuhan.
#fid.nch
__ADS_1
#Zelenio