
masih berada ditaman belakang rumah, El mendengarkan cerita dari tiga gadis itu. mereka seperti teman untuk El, dia juga tidak lagi memikirkan tentang bagimana kabur dari rumah itu. El memilih untuk tetap disana dan menjadi teman diantara para pelayan itu, ternyata jika dilihat-lihat kehidupan El yang terlalu kasihan dan sellau sibuk dengan bekerja.
El merasa selama ini dirinya begitu kesepian, tidak ada teman sama sekali. hanya menghabiskan waktu dengan pacaran dan bekerja, tidak lebih dari itu. El selalu sibuk dengan kisah cintanya yang sudah kandas, juga karirnya yang terus naik dan tidak bisa ditinggalkan.
hal itu membuat El merasa tidak punya teman sama sekali, dia harus hidup dalam kesibukannya dan jarang bersosial. sekedar bertemu dengan staff di perusahaan dan manager Ling. ternyata selama ini dia membutuhkan sosok teman bercerita, sosok yang bisa diajak untuk menghabiskan waktu dan menceritakan kesehariannya.
sadar akan hal itu, El merasa senang kini mendapatkan teman sekaligus tiga orang. mereka bertiga meski dibawah umur El namun tetap bisa mengimbanginya untuk bercerita. "apa kalian juga sering libiran atau tidak pernah?" tanya El. setaunya jika bekerja dan kuliah pasti sibuk dan tidak pernah yang namanya me time.
"kami sering keluar negri jalan-jalan, jika tuan sibuk bekerja kami semua akan diliburkan dan bebas mau kemana pun yang kami inginkan. tuan selalu memberikan akses gartis untuk kami" ucap Filka sambil tersenyum. bekerja dirumah ini tidak terlalu mengerikan dan tidak melelahkan.
mereka semua punya bagian masing-masing, dan juga banyak pelayan disini jadi tidak begitu capek mengerjakan bagian mereka masing-masing. lagipula sebelum kedatangan El kerumah itu, mereka bertiga hanya diberikan pekerjaan ringan, seperti membantu didapur atau membersihkan kebun dan taman belakang rumah.
"kalian beruntung bisa bekerja disini, padahal diluar sana banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang kalian dapatkan" ucap El. dia teringat pada negara asalnya, sulit mendapat pekerjaan namun upah yang mereka dapatkan sangat kecil. pekerjaan mereka terbilang berat dengan penghasilan sekecil itu.
"begitulah nona, namun nona lebih beruntung mendapatkan tuan. sangat beruntung menjadi wanita pertama dalam hidup tuan" ucap Blue sambil tersenyum, salting sendiri jika membayangkan betapa manisnya Elio bersikap kepada El. tidak pernah memperlihatkan wajah yang datar dan dingin kepada El.
"beruntung bagaimana?, kalian salah paham dengan hal itu, aku kesini juga secara tidak sengaja" ucap El sambil menghela nafas pelan, andai saja mereka tau jika El ingin kabur dari rumah ini dan tidak mau menjadi tahanan Elio selama-lamanya disini.
__ADS_1
"anda beruntung nona, tuan tidak pernah membawa wanita kerumah ini sebelumnya. anda wanita pertama yang tuan bawa dan selalu bersikap baik kepada anda" jawab Bella menatap El. dia juga sangat senang saat tau jika nyonya diirumah itu sebaik dan serahamh El kepada semua pelayan.
"aku ingin kabur dari rumah ini, kalian tidak tau saja aku kesini karna dipaksa oleh pria monster itu. jika kalian mau membantuku kabbur, aku akan memberikan kalian sesuatu yang sangat besar" ucap El menatap mereka satu persatu. namun mereka langsung menggeleng, menolak permintaan El.
selain takut dengan Elio, mereka juga tidak butuh apa-apa lagi. dirumah ini sudah sangat menyenangkan untuk mereka, memangnya apalagi yang ingin mereka daatkan, toh juga Elio memberikan semuanya untuk mereka." baiklah, kalian terlalu setia menjadi pelayan" ucap El kecewa.
mereka kembali melangkah, kali ini masuk kedalam kebun yang berada disamping taman. El melihat beberapa pokok buah yang saat ini sudah berbuah namun masih sangat kecil. El tersenyum dan mengingat jika dulu dirumahnya juga ada pohon buah namun didepan ruma.
"kalau ini siapa yang akan memakannya?, apakah tuan kalian juga mencicipinya?' tanya El, karna dia tidak percyaa jika pria itu sengaja menanam pohon agar tidak membeli diluar. " hanya tuan yang boleh memakan buah dari kebun ini nona, tidak ada yang boleh memakannya" jawab Blue namun hal itu membuat El terkejut dan heran.
"apa kalian tau alasannya?, kenapa kalian tidak boleh makan dari kebun ini?" tanya El. namun mereka bertiga menggelng tidak tau. El semakin penasaran namun segera ia tepis rasa penasarannya itu. toh juga dia tidak peduli dengan kehidupan pria itu. El akan mencari cara keluar dari rumah ini.
"ya sudah kalau begitu kita kembali saja kedalam. aku puas melihat semuua yang ada disini" ucap El dan mereka semua langsung keluar dari sana. El memilih untuk kembali menikmati drama kesukaannya dan menyuruh tiga gadis itu untuk mengerjakan hal lain, toh juga jika disiruh menemani mereka tidak bisa duduk bersama.
El cukup terhibur untuk hari ini, dia menikmati dan merasakan keseruan untuk pagi ini. entahlah malam nanti dia akan bertemu dengan Elio atau tidak. El harap pria itu tidak pulang cepat. El sulit jika harus berdekatan dengan pria seperti itu dan sedikit gugup jika tidur bersama, ada rasa canggung dalam hatinya.
**
__ADS_1
Elio masih berada di markas, mungkin ini mereka akan merayakan kemenangan hari ini meski musuh mereka sebenarnya tidak ketemu dan hanya mengobrak-abrik markas musuh tapi itu cukup untuk Elio. dia bisa membuat musuhnya melarikan diri dan semakin sibuk menjadi perlindungan diluuar sana.
"kalian sudah bekerja dengan baik, setelah ini kalian harus siap-siap menerima penyerangan mereka, entah kapan pun itu aku harap kalian semua bersiap masing-masing" ucap Elio dan menikmati minumannya. mereka tengah berpesta namun hanya sekedar saja Elio ikut dengan mereka.
Elio jarang terlibat dalam hal seperti itu, namun karna pekerjaannya yang tterlibat dalam dunia bawah dan bisnis yang sudah sangat pekat dalam hal minum membuat Elio sdikit demi sedikit merasakan minuman itu. tidak sampai mabuk karna dia masih bisa menahan hal itu.
sama seperti Liam yang juag tidak pernah terlibat dalam hal seperti itu, itu makanya Liam memilih untuk bekerja dalam bagian perusahaan saja, dari pada seperti Roger dan Erlan yang sibuk mengurus bisnis dunia bawah mereka sampai terkadang lupa jika mereka masih punya kehidupan masa depan.
"tuan.. apa anda tidak pulang?., ini sudah larut malam" ucap Roger mengingatkan, sebenarnya dia tidak maslaah dengan kedatangan dan Elio tinggal lama disana, namun karna Liam temannya sudah menelfon dan mengingatkan Elio akan waktu maka Roger pun langsung bergerak dan melakukan apa yang dikatakan oleh Liam.
"sudah jam berapa memangnya?' tanya Elio. dia juga tidak tau jam berapa sekarang karna sibuk mempersiapkan rencana mereka dari pagi dan penyerangan mereka sore tadi. " jam 11 malam tuan, Liam sudah menunggu dirumah untuk bicara perusahaan" ucap Roger dan menunjukkan panggilan Liam padanya.
"baiklah aku pulang dulu, untuk selanjutnya kalian urus saja dulu. aku tidak bisa besok datang kesini" ucap Elio dan Roger hanya mengangguk paham. karna memang seperti sebelumnya juga Elio jarang datang ke markas, kadang dia ikut dalam pertemuan rekan bisnisnya bersama Liam, meski banyak yang tidak tau siapa dia sebenarnya.
#fid.nch
#Zelenio
__ADS_1