PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 35, Sikap Elio


__ADS_3

setelah selesai sarapan, Elio langsung naik keatas tanpa ada mengatkan apapun, mereka berdua diam sejak tadi. begitu juga El yang tidak tau hharus bersikap seperti apa hanya diam saja. dia tidak mau menganggu Elio, dia tau salah mengatakan hal itu namun memang itulah yang sebenarnya keduanya tidak ada hubungan apapun.


Elio memilh untuk ke ruang pribadinya dan melihat beberapa laporan perusahaan, juga perkembangan bisnis dunnia bawah yang sedang dia pimpin, semuanya terlihat baik-baik saja. namun satu ketika Elio melihat foto El sedang melakukan fashion show pada sebuah acara, disana El bersama sorang wanita tua namun bukan itu yang menjadi peerhatian Elio


berita yang tertulis disana yang membuat Elio sedikit  memfokuskan matanya untuk membaca info tersebut, ia memastikan jika dirinya tidak salah baca. Elmira pernah pacaran dengan seorang pengusaha muda dari negara asalnya?, Elio langsung naik pitam ketika membaca hal itu.


dia merasa telah dibohongi oleh El, karna selama ini dia memang tidak pernah menanyakan tentang kehidupan pribadi El.  ternyata dia banyak yang tidak tau tentang Elmira dan sekarang,Elio harus mebaca informasi itu. pacaran dengan pengusaha muda dan belum lama ini putus.


melihat hal itu Elio emosi dan langsung menghubungi Erlan untuk mencai tau tentang mantan kekasih El itu. dia ingin tau siapa sebenarnya yang pernah singgah di  hat wanita yang sudah menjadi miliknya, atau mungkin itu alasan El menolak dirinya dan tidak ingin menikah dengan Elio?, jika benar mungkin Elio akan marah besar kepada El.


"segera cari tau tentang pria itu, aku ingin lihat bagaimana respon lmira terhadap berita ini" ucap Elio kepada Erlan. dia membaca lebih detail lagi, dan sekarang Elio tau kenapa mereka bisa putus. ternyata pria itu berselingkuh dan sekarang sudah menikah, itu artinya Elmira menolak dirinya karna masih sakit hati tehada mantannya?, mungkin saja.


"berani sekali dia menolakk u hanya karan pria ini, apa dia belum bisa melupakan pria ini" monolog Elio didalam ruangannya, ia terus melihat informasi tentang ria itu. dan tentang El, soapa sebenarnya El dan seberapa besar dulu dia bekerja dalam dunia permodelan, Elio mencari tau semuanya.


sedangkan diluar, El sedang menikmati cemilan dan juga bercerta dengan tiga gadis yang selalu menjadi temannya. dia bertanya seputar rumah itu dan juga tentang Elio, namun tidak banyak didapatkan oleh El dari mereka. kebanyakan mereka tidak tau tentang Elio.

__ADS_1


"apa kalian pernah elihatnya pacaran?, atau pernah membawa wanita walaupun tidak masuk kedalam kamarnya?' tanya El, dia masih belum yakin jika Elio tidak pernah pacaran selama ini. dia saja pernah sekali walaupun sedikit bodoh karna cinta, makanya El menahan hatinya untuk tidak jatuh kepada Elio.


"tidak pernah nona, tuan selalu sibuk bekerja diluar, kadang-kadang kalau dia pulang hanya berganti baju dan keluar lagi, dia sangat sibuk" jawab Blue. setau mereka memang Elio tidak pernah mmebawa wanita, entah diluar sana ada atau tidak yang pasti yang dibawa kerumah tidak pernah ada.


"begitu ya, apa dia memang sangat anti dengan wanita sebelumnya" ucap El lagi, namun kali ini daam hatinya. tidak berani mengatakan kepada tiga gadis itu. El memilih untuk bertanya hal lain lagi, tidak mau membahas tentang Elio, ia akan memikirkan tentang permintaan Elio tadi.


hampir 5 jam Elio berada didalam ruang pribadinya, dia marah dan kesal. kini ruangan itu berubah menjadi kapal pecah dan Elio menatap komputernya dengan tatapan tajam, jiwa psyco yang mulai keluar, dia ingin mendengar suara rintihan kesakitan, ia ingin melodi yang indah hari ini.


Elio keluar dari ruang pribadinya dan turun kebawah, dia melihat El sedang tertidur di kursi sofa. sebenarnya Elio ingin meindahkan El namun amarahnya sudah sanggat menggebu-gebu, dari pada ia menyakiti El lebih baik cepat-cepat keluar dan pergi ke ruang bawah tanah, dia akan menyuruh Roger membawa mangsa untuknya sore ini.


para pelayan sibuk membicarakan perubahan sikap Elio barusan, sampai El terbangun dari tidurnya dan menatap sekeliling. pelayang yang berkumpul tak jauh dari tempatnya sedang berbisik-bisik ria. El mendekat dan ikut dalam pembicaraan mereka. " tuan sepertinya sedang punya masalah besar, dia tidak pernah marah seperti itu" ucap salah satu dari mereka.


"sepertinya memang ia, dia sangat berbeda dari biasanya. apa mungkin perusahaannya bangkrut?' tanya wanita lain, mereka lama berdiskusi tentang Elio sampai akhirnya El ikut bicara dengan mereka. "memangnya tuan kalian kenapa?, apakah dia berubah jadi monster menakutkan?' tanya El dengan berbisik juga.


tentu saja mereka semua terkejut karna kehadiran El. mereka semua langsung tutup mulut dan takut melihat El, pastinya mereka takut karna El akan memberitahukan apa yang mereka bicarakan tadi kepada Elio. " ehh nona, tidak..tidak apa.. tuan tadi keluar seperti marah besar" ucap pelayan lain yang sudah takut melihat El.

__ADS_1


mereka punya aturan kalau tidak ada yang boleh membicarakan Elui dibelakang apapun itu pasti akan kena masalah, dan sekarang mereka kedapatan membicarakan tuan mereka. " lalu kalau marah besar memangnya kenapa?, apa akan ada dampak kepada kalian?' tanya El lagi, dia semakin membahas Elio.


"tidak ada nona, kami hanya heran saja tidak pernah tuan seperti itu. dia kalau marah tidak pernah menunjukkan dirumah ini, tapi tadi sepertinya memang masalah besar" jawab mereka satu persatu dari mereka prgi begitu saja. takut jika nanti tiba-tiba yang datang adalah Elio, bisa-bisa mereka akan dipecat atau mungkin dilenyapkan saat itu juga.


sementara ditempat lain, Elio sedang mengurus seseorang yang dibawa oleh Roger kepadanya. anak buah dari musuh mereka yang emncoba untuk menggagalkan pengiriman barang mereka ke Thailand, tentu saja Elio sangat marah. biasanya dia hanya akan menghukum dengan ringan namun kerna kekesalannya juga dari rumah ia lampiaskan kepada pria itu.


kini pria itu sudah sangat kacau, mata dan wajahnya sudah tidak berbentu lagi. jika Elio yang aslinya muulai keluar lagi, dia habis-habisan membuuat pria itu seperti orang yang tidak ingin hidup lagi. Elio mengambil alat yang biasa dia pakai untuk mengirimkan nyawa orang kepada Tuhan.


"ampuni saya tuan.. jangan menyiksa saya, saya mohon tuan" ucap pria itu, luka yang ada di wajahnya sudah snagat menyiksanya. ditambah Elio juga menyayat pahanya dan mengukirnya disana. sungguh sangat menyakitkan namun itulah seorang Elio, tidak pernah kenal kata sakit atau maaf. dia akan melakukan apapun yang ia mau selagi musuh ada didepan matanya.


"aku ingin sesuatu yang baik, namun aku pikir buukan dia. tangkap bos mereka dan bawa kedepanku secepatnya. aku ingin lihat bagaimana dia akan selamat" ucap Elio sambil menyerahkan pisau yang dia pegang kepada Roger. dia melangkah keluar dan tersenyum smirik setelah melampiaskan amarahnya dan juga memuaskan jiwanya.


"mungkin butuh waktu yang lama untuk melihhat mereka kalah, namun aku ingin kau terus mengincar dan jangan biarkan mereka lolos untuk kali ini!!" ucap Elio dan pergi dari ruang bawah tanah itu. dia melangkah menuju rumahnya, tidaklah jauh jaraknya hanya berjalan kaki.


#fid.nch

__ADS_1


#Zelenio


__ADS_2