PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 41, Aku Suka


__ADS_3

mengandung area 18+ dan kekesaran fisik


sesuai dengan judulnya dan kalau tidak suka langsung skip saja


BIJAK MEMILIH BACAAN!!


Elio menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini, dia juga harus pergi ke markas utama untuk melihat perkembangan mereka disana. Elio mendnegar kabar bahwa mereka lagi-lagi kena masalah dalam pengiriman barang dan juga persentajaan mereka di salah satu markas mendapat penyelidikan dari pihak kepolisian, sedangkan anak buahnya yang ada disana tidak ada yang mau membantu.


"apa semuanya sudah selesai di urus Ger..aku tidak mau kita kena masalah hanya karna uruan yang snagat sepele ini" ucap Elio dalam panggilan telfon kepada Roger. entah kenapa makin hari semakin banyak saja yang mengusik mereka. padahal Elio sudah berusaha untuk tidak pernah meninggalkan jejak dalam setiap transaksi yang dia lakukan. toh juga sekarang ini dia punya relasi yang sangat luas.


"sepertinya tuan perlu ke markas kita, ada beberapa orang yang sudah tertangka dan mungkin tuan ingin melihat mereka" ucap Roger, dia meminta Elio untuk datang kesana melihat mereka. karna Roger sudah menyiapkan sesuatu untuk Elio. "nanti setelah selesai disini aku akan langsung kesan" jawab Elio, dia ingin tau apa yang sudah terjadi, kalau dihitung-hitung sudah hampir satu minggu dia tidak ke markas mereka.


kira-kira pukul 4 sore Elio berangkat menuju markas besar mereka, dia menyetir sendiri karna Liam tidak bisa menemani dirinya. alhasil Elio pergi sendiri dan tidak mengabari EL lebih dulu. dia akan cepat pulang malam ini agar El tidak menunggu lama pikirnya. sekitar 1 jam dia diperjalanan sampai ke markas langsung disabut oleh Roger dan Erlan disana. Elio masuk kedalam dan melihat beberapa orang yang sudah ditahan didalam.


"apa sudah ada titik terangnya?' tanya Elio kepada mereka berdua, Erlan mengangguk begitu juga dengan Roger mereka meminta Elio datang karna ingin memberitahu sesuatu yang baik. mereka masuk kedalam, Elio sudah tidak sabar melihat apa yang akan dilihatnya hari ini. " mereka adalah komplotan musuh dan beberapa kali berusaha menggagalkan pengiriman dan juga menyerang markas persentajaan kita" ucap Roger.

__ADS_1


ia menunjuk kepada beberapa pria disana, mereka sudah diikat dengan baik dan jaga ketat oleh anakh buah Elio. "apa benar mereka dikirim oleh musuh?" tanya Elio kepada Roger, dia melihat wajah-wajah pria yang sedang terikat disana. "benar tuan, mereka berencana untuk menghancurkan markas kita yang ada di India. aku yang langsung melihatnya kesana kemarin malam" jawab Roger, dia harus pergi kemarin karna masalah ini dan memakan waktu yang cukup melelahkan.


"baiklah kalau begitu, berikan padaku satu orang" ucap Elio dan duduk dikursi yang sudah disiapkan untuknya. sedangkan Roger menyuruh anak buahnya melepaskan ikatan pria yang menjadi ketua diantara mereka, dia yang menaungi beberapa orang itu. " berikan itu padaku" ucap Elio dan menunjuk tang yang ada dimeja sampingnya. alat-alat itu disiapkan mereka khusus untuk Elio.


karna hanya Elio yang berani melakukan sesuatu yang snagat kejam, pria dengan darah dingin dan tangan yang juga sama dinginnya. tidak mengenal takut apalagi kasihan. "ini tuan" jawab anak buahnya dan Elio menarima. ia mendekat pada pria yang didepannya dan langsung membuka lakban yang menutup mulut pria itu. " siapa yang mengirimku melakukan itu?' tanya Elio, namun pria itu tidak menjawab


dia memilih untuk tetap diam, memalingkan wajahnya dari pandangan Elio. "apa kau memilih setia dan mati dari pada hanya menyebut namanya?" tanya Elio tersenyu smirk. dia senang karna pria itu memilih untuk mati saja, karna buka mulut atau tidak sama saja untuk pria itu. tetap saja akan mendapat sebuah hadiah dari Elio. " hahah.. kami bukan pecundang seperti anda!" ucap pria itu tertawa keras.


"hemm.. baiklah kalau begitu, aku tidak suka bertele-tele. lebih baik langsung diselesaikan" jawab Elio. KREKK... telinga pria itu sudah berd*arah, tang dipegang oleh Elio melukai telinganya. Elio mencabut paksa daging itu sampai pria itu menjerit kesakitan.


"AAAAARGHHH"


"itu tidak menyenangkan, aku ingin bermain sebentar denganmu. jangan pelit jadi orang" jawab Elio tertawa pelan.dia menyuruh anak buahnya mengambil silet kecil untuknya. "kau mau apabrengsek!.. jangan menyiksaku!!" ucap pria itu, namun Elio tetaplah Elio. bukan orang lain yang akan mendnegar jerit sakit. " hahaah.. aku hanya meminta dagingmu sedikit" ucap Elio.


kini mata Elio menatap dengan dingin, tajam dan sangat menyeramkan. semua anak buahnya bahkan tidak berani melihat, entah apa yang akan dilakukan Elio itu kepada pria itu, mereka tidak berani melihat karna kekejaman Elio kepada musuh dan mangsanya. "kulitmu sangat jelek, kering sekali" ucap Elio saat menyentuh lengan pria itu, dia heran kenapa pria ini tidak mengurus tubuhnya saja agar sehat.

__ADS_1


tangan Elio menarik lengan itu, silet yang dia pegang sudah berjalan. perlahan silet itu melukis di lengann pria itu, dengan gambar yang tak asing untuk mereka. logo geng mafia yang mengirimkan mereka. " ini adalah sebuah tanda kesetiaanmu kepada tuan mu" ucap Elio tetawa keras.


"ARRGHHH... BRENGSERKKK"


pria itu menahan sakit dilengannya, sungguh dia baru melihat manusia sekeji Elio. tidak pernah dia melakukan hal ini kepada musuhnya, jika mereka bergerak akan alngsung menghabisi musuh dengan senjata mereka, bukan malah menyiksa seperti ini. Elio memang patut dikatakan psyco kejam yang tidak mengenal kasihan dan jeritan sakit orang lain.


"hahah.. berteriaklah dengan keras lagi, aku suka mendengarnya" ucap Elio. kini tangannya beralih pada  kepala pria itu, Elio menatapnya dengan memicingkan matanya sebelah. dia menyuruh anak buahnya mengambilkan pinset besar. dengan senyuman smrik Elio berali pada rambut pria itu. dia mencabut paksa rambut pria itu sampai kulit kepalanya terkelupas sedikit demi sedikit.


"ARGGHH.. BUNUH SAJA AKU!!" pria itu meraung keras, kepalanya sangat sakit dan perih. Elio begitu ngeri melakukan hal yang tidak pernah dipikirkan oleh manusia, sekalipun mafia kelas kakap. namun Elio begitu tega dan menurutnya itu sangat menyenangkan. " hahaha.. Roger ini snagat menyenangkan, kau tidak mau coba?' tanya Elio pada Roger, sektika Roger langsung menggeleng.


diia saja ngeri melihat kejadian itu, kepala pria itu sudah setenagh botak namun kulit kepalanya terliahht berda*rah, dia lemas dan tidak tau hharus bagaimana. " sudah Roger aku bosan. bawa yang lain padaku" ucap Elio memberikan pinset itu pada anak buahnya dan menyuruh Roger membawa pria itu keluar. entah apa yang mereka lakukan pada pria itu selanjutnya.


mangsa yang kedua didepan Elio, dia menatap dengan tajam dan datar. dia menyuruh anak buahnya mengambilkan pistol untuknya. DORR.. hanya seklai tembakan da&rah sudah mencuat kemana-mana dan pria itu sudah merenggang nyawa, dia bahkan tidak siap menerima tembakan itu. terkejut namun sudah menghadap Tuan. apa lagi yang harus dia lakukan.


inilah Elio, dia tidak akan pernah main-main dengan apa yang dia katakan. dia selalu menekankan kesetiaan kepada anak buahnya atau tidak akan mendapatkan hal seperti ini. tidak ada rasa kasihan untuk seorang pengkhianat.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2