
Elio mendapakan nama-nama anak buahnya yang kini sudah mengeluarkan diri dari Walkdark, dan Elio tidak pernah masalah dengan hal itu, hanya saja perjanjian tetaplah perjanjian dan itu merupakan salah satu harga diri Walkdark yang haruss mereka tegakkan, tidak akan ada hukuman yang tidak dilakukan.
dan Elio sudah merencabakan semuanya, sebelum mereka bergabung dengan Walkdark. mereka semua sudah membuat perjanjian bahwa tidak akan mengelurakan diri dari geng ini kecuali dengan alasan yang jelas dan masuk akal,a tau mereka akan mati secara perlahan dan tidak ada yang tau kematian mereka.
"siapkan semuanya dan suruh semua ketua dari semua negara untuk berumpul. sepertinya kita sudah terlalu lunak kepada mereka sampai berbuat semaunya. aku suudah terlalu lama tidak lagi mengurus hal ini, sibuk mencari mangsa diluar sampai aku tidak sadar bahwa didalam geng ku banyak mangsa yang harus dibasmi" ucap Elio kepada Roger.
"baik tuan, segera saya lakukan" ucap Rpger dan langsung membuka website milik mereka. Roger langsung menyuruh semua ketua geng dari semua negara yang menjadi anak buah mereka untuk datang ke Italia berkumpul bersama, sepertinya Elio memang ingin melihat siapa saja yang benar-benar menjadi pengikutnya dan siapa yang berkhianat.
"aku tidak pernah melihat bagaimana mereka bekerja, namun aku tau siapa saja yang benar-benar serius dan main-main, kali ini tidak ada mapun untuk mereka. jika tidak dibasmi sekarang nanti akan menjadi hama untuk kita" ucap Elio dan mengambil ponselnya, dia melihat nama-nama negara dan ketua mana saja yang sudah bermain dibelakangnya.
"tuan sepertinya memang banyak yang sudah bermain dibelakang kita, mereka banyak yang tidak peduli dengan undangan ini" ucap Roger saat melihat beberapa anak buah mereka yang tidak merespon bahkan ada yang berskipa bodo amat, Roger bisa memantau itu karna website ini khusus untuk mereka dan Roger sendiri yang membuatnya.
"biarkan saja, nanti mereka juga akan tau seperti apa Walkdark dan Delimus sebenarnya!" ucap Elio dan mulai menggerakkan tangannya, mencari tau seperti apa dunia luar saat ini. apakah dia bisa melakukan rencananya atau mungkin membutuhkan beberapa rekan untuk melancarkan aksinya.
"hubungi anak buah kita yang ada di BIN China untuk mempercepat semua urusan, gunakan jaringan sosial kita untuk mengeluarkan mereka dari sana" ucap Elio. dia mulai mengingat betapa luas ternyata kepemimpinan yang sudah dia pegang saat ini, dia punya anak buah disetiap negara yang bisa dimintai tolong mengurus masalahnya.
__ADS_1
"sudah tuan, sedang dalam proses. dia juga lagi sibuk mengurus beberapa kasus akhir-akhir ini" jawab Roger. dia sudha menghubungi anak buah mereka. juga Erlan yang sibuk mencari identitas musuh mereka. dia mulai mengumpulkan semuanya satu persatu, sepertinya memang orang terdekat mereka yang melakukannya.
"kkatakan jam 5 sore nanti semua harus sudah sampai, dengan apapun mereka datang yang pasti dalam waktu 8 jam nanti semua ketua negara sudah berada di ruang pertemuan" ucap Elio. dia melihat beberapa perkambangan dunia bawah yang sedang banyak masalah juga.
"bak tuan, saya sudah menyuruh mereka untuk datang secepat mungkin" jawab Roger, dia kembali fokus pada pekerjaannya. "bagaimana danganmu Erlan, apakah ada perkembangan yang kau dapatkan?" tanya Elio menatap anak buahnya itu. sangat serius dan fokus sampai lupa jika dirinya ada disana.
"sebentar lagi tuan, aku sedang mengumpulkan dimana saja mereka membuat tempat perkumpulan dan juga siapa yang sebenarnya menyuruh mereka" jawab Erlan. arti kata mereka pasti musuh kali ini banyak. Elio sudah menduga itu, tidak mungkin hanya satu orang atau 10 orang, pasti banyak yang mereka sudah persiapkan.
mereka bertiga sibuk pada pekerjaan masing-masing, Elo tampak serius dalam melakukannya kali ini dia tidak ingin permusuhan masalalu dan sampai sekarang masih berlanjut. dia ingin hidup seperti yang dikatakan Liam padanya, hidup nyaman tanpa permusuhan kepada siapa pun. Elio sudah punya segalanya kecuali keluarga yang utuh.
namun kali ini pelayan rumah Elio sampai mengikutinya ke dapur, ruang tamu dan sampai kamar. sebegitu takutnya mereka El abur dari rumah itu. bahkan El merasa lucu melihat mereka yang kelimpungan karna El yang iseng menjahili mereka. lucu saja melihat wajah mereka yang panik begitu.
"aku tidak akan kabur, kalian bisa melakukan pekerjaan kalian tanpa harus menjagau" ucap El kepada mereka. ada namun mereka tidak mau. " tidak usah nona, kami banyak disini dan punya pekerjaan masing-masing" jawab seorang gadis yang umurnya dibawah El cukup jauh.
"kalau begitu ayo kita menoton bersama, kalian ada tiga orang pastinya tidak pernah menghabiskan waktu untuk bersenang-senang" ucap El dan mengajak mereka duuduk di ruang tamu. El menyalakan TV dan membuka drama kesukaannya, namun ketiga gadis itu tidak ada yang mau duduk disampingnya.
__ADS_1
"kenapa kalian tidak duduk?, apa kalian mau menonton sambil berdiri?' tanya El dengan polosnya. dia tidak tau saja peraturan untuk pelayan dirumah itu. tidak ada yang boleh mendekati El dan duduk satu tempat dengan majikan mereka, jika sampai Elio tau akan hal itu mereka pasti akan mendapat hukuman.
"tidak nona, kami punya peraturan dirumah ini. pelayan tidak sembarangan duduk ditemmpat yang hanya tuan saja yang bisa menempatinya" jawab satu gadis yang bermuuka bulat dan punya lesung pipi. "kenapa begitu?, apakah tuan kalian menyiksa jika tauu duduk bersamaku?" tanya El sambil menatap mereka bertiga bergantian.
"mungkin lebih dari itu nona" jawab wanita yang paling tinggi diantara mereka bertiga. El yang endengar hal itu langsung terkejut. apakah Elio sekejam itu pada para pelayannya?, El tidak percaya jika pria itu sampai menyiksa pelayan hanya karna masalah yang sangat sepele.
"baiklah kalau begitu, kita duduk dibawah saja. kita bisa menonton dari bawah, kalau dia marah nanti aku yang akan menghadapinya" ucap El dan membuat tempat dilantai. " tidak usah nona, kami berdiri saja disini, nona tidak tau saja kalau tuan marah snagat nggeri" jawab gadis yang berada ditengah, dia pernah melihat Elio marah dirumah itu.
"astaga.. tapi kalian akan lelah jika terus berdiri" jawab El menatap mereka dengan kasihan. dia tidak pernah membayangkan betapa susahnya menjadi pelayan dirumah ini hanya karna butuh pekerjaan. " tidak apa nona, sudah menjadi konsekuensi kami sebagai pekerja disini" jawab mereka serempak, karna gajii mereka juga seimbang dengan pekerjaan mereka.
"ya sudah tidak jadi, aku akan tidur saja dikamar.kalian bisa lanjutkan pekerjaan kalian" uucap El dan melangkah naik ke kamar. dia tidak tega melihat tiga gadis itu harus berdiri ditengah dirinya duduk nyaman di kursi sambil menikmati cemilan, El tidak bisa melihat hal seperti itu.
El memilih untuk menonton di kamar saja, dia juga ingin menghubungi manager Ling menannyakan tentang kontrak kerjanya, juga ingin minta tolong kepada manager Ling agar dirinya bisa keluar dari rumah ini. tidak mungkin selamanya El berada disini menjadi tahanan pria itu.
#fid.nch
__ADS_1
#Zelenio