PSYCO KEJAM SUAMI, EL

PSYCO KEJAM SUAMI, EL
BAB 42, Bau Amis


__ADS_3

setelah selesai melakukan apa yang harus ia lakukan. Elio pulang setelah sudah larut malan, kira-kira pukul 12 kurang sedikit Elio sampai dirumah, ia melihat El yang belum tidur karna sibuk dengan drama kesukaannya. Elio mendekati El dan langsung mematikan TV yang membuat El tidak fokus akan kehadiran dirinya. "kenapa belum tidur?, sudah jam berapa ini" ucap Elio menatap El. wanita itu langsung terkejut dan melihat Elio.


ada sesuatu yang sangat asing dan sedikit mengangu di penciuman El. sedikit bau yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya dikmaar itu. dia menatap Elio dengan kondisi yang sedikit kacau namun masih tetap tampan. " kau dari mana?, kenapa bau amis sekali" ucap El sambil menciumi tubuh Elio yang snagat menyengat. entah apa yang dikerjakan pria itu sampai sebau ini. " bukan urusanmu, tidurlah aku mau mandi!" ucap Elio dan langsung meninggalkan El begitu saja, dia luupa jika dirinya baru dari luar.


dia juga tidak ganti baju dan pulang dengan keadaan kacau seperti ini, suunggu Elio marah dengan dirinya sendiri, untung saja El tidak memikirkan hal lain padanya dan Elio juga langusng menghindar dari pertanyaan wanita itu. dia segera membersihkan diri dan akan istirahat, semoga saja El tidak akan menanyakan hal ini lagi. Elio tidak mau berfikir mencari alasan sudah larut malam.


kepergian Elio membuat El berfikir lama, dia heran dengan bau yang menempel pada tubuh Elio, dia heran dari mana pria itu dan apa yang dia kerjakan diluar sana. El tidak mau mengambil pikiran sendiri namun dia juga curga apa yang dikerjakan Elio dan pulang selarut ini, pria itu sudah pasti tidak dari kantor. El  akan mencari tau nanti atau menanykana Liam saja.


El memilih untuk tidur sambil menunggu Elio, dia ingin bertanya lebih dulu pada pria itu. Elio yang keluar dari kamar amndi melihat El sudah tdiur, dia langsung bergabung bersama El, namun seketika Elio terkejut karna ternyata El belum tidur, wanita itu langsung bangun dan menatap Elio dengan tatapan curiga. " kenapa?, kenapa menatapku seperti itu?' tanya Elio sambil menatap El tajam.


"kau dari mana?, kenapa pulang dengan bau yang snagat tidak enak?" tanya El penasaran. namun Elio menyentil keningnya dan menurunkan kepala El bersandar pada dadanya. " jangan bicara ngawur dan tidurlah. kau tidak baik begadang" ucap Elio dan memeluk El. dia memejamkan matanya dan tidur. Elio begitu kelelahan hari ini dan tidak ada tenaga untuk meladeni El.

__ADS_1


disisi lain, William merasa kacau karna semua anak buahnya gagal melakukan rencananya. semuanya digagalkan oleh anak buah Elio, pria itu marah dan melempar semua barang yang ada diruangannya. " AAAARGHHH.. dasar brengsekk, awas saja kau akan mati ditanganku" ucap William dan menatap foto Elio yang dia dapat dari anak buahnya. tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan sekarang


dia akan turun sendiri untuk mencari Elio dan langsung membunuhnya saat itu juga, William tidak akan membiarkan pria itu hidup dengan baik setelah apa yang dia lakukan kepada tuannya dulu sampai harus meninggal dengan sangat targis dan mengerikan." aku akan pergi ke kotanya, aku sendiri yang akan melakukannya" ucap Wlliam dan menghubugni anak buahnya yang ada di kota yang sama dengan Elio.


besok pagi dia akan mengikuti pria itu dan langsung mem*bunuh Elio saja. tidak ada kata menunggu untuk William lagi, dia akan mempertaruhkan nyawanya demi bisa membalas dendam yang sudah berpuluh tahun kepada Elio, jika dirinya mati Elio juga harus mati. " siapkan besok akau akan kesana, aku yang akan membunuh pria itu" ucap William kepada anak buahnya.


Kediaman Delimus


Elio bangun dari tidurnya dan menatap kesamping, El sudah tidak ada disana. dia langsung bangun dan turun mencari El, ternyata wanita itu sedang sibuk dengan alat-alat didapur bersama pelayan lainnya. Elio menyuruh para pelayan untuk pergi meninggalkan mereka di dapur ini. " kenapa tidak membangunkanku" ucap Elio dan memeluk El dari belakang, pertama kali selama mereka tinggal serumah.


"baiklah kita menikah sekarang bagaimana?' tanya Elio membalikkan tubuh El agar dapat melihat wajah wanita itu. " apa yang kamu katakan, menikah bukan sembarangan butuh persiapan dan juga butuh waktu yang lama itu" jawab El sambil tertawa, lucu saja Elio mengajaknya menikah padahal mereka tidak ada persiapan sama sekali. dia bahkan masih berada di dapur sekarang.

__ADS_1


"siapa bilang tidak ada persiapan, aku sudah menyiapkan kapan kamu mau menikah. tinggal menikah saja dan persiapkan dirimu menjadi istri dari Elio Delimus" jawab Elio sambil tersenyum. sebenarnya dia sudah menyiapkan semua semenjak mengajak El menikah, namun karna wanita itu katanya belum siap maka Elio akan menunggu sampai El siap dan mereka menikah.


"aku perlu mengundang keluarku  dulu, dan juga teman-temanku yang lain" ucap El. dia ingin pernikahannya semua terencanakan, bukan ,malah dadakan begini. "ya sudah lusa bagaimana? dua hari ini waktumu menghubungi mereka dan mengatakan pernikahan kita" jawab Elio. dia benar-benar tidak mau menunggu lebih lama lagi menikahi El, dia sudah tidak mau melihat El setiap hari tanpa menyentuh wanita itu, Elio pria normal.


"aku ingin semmua orang  tau kalau kita menikah, aku model Internasional akhirnya menikah dengan pria pilihanku, semua orang pasti akan terkejut" ucap El. dulu dia bermimpi akan menikah ketika semua media tau dan orang-orang tau dia bahagia bersama pria pilhannya dan vakum dari dunia permodelan, dulu ia pikir dia akan menikah dengan Brady dan hidup bahagia..


"ya suudah kalau begitu, itu urusan yang sangat gampang. aku akan menyiapkan semua awak media yang kamuu mau untuk menyaksikan pernikahan kita. lusa pokoknya kita akan menikah, beritahu kepada keluargamu dan teman-teman agar mereka bisa datang seperti permintaanmu" ucap Elio, dia akan melakukan semua permintaaan Elio, jika perlu mengundang semua orang di kotanya.


"ya sudah kalau begitu, aku akan menyiapkan semuanya" ucap El sambil memeluk Elio. dia senang akhirnya hubungan mereka ada kejelasan dan Elio begitu setia menunggu dirinya. sampai hampir 3 bulan mereka tinggal bersama dan selama itu Elio tidak pernah menyentuhnya berlebihan dan mau menunggu El sampai siap untuk menikah dengannya, pria ini sangat sabar dan baik.


"ya sudah aku mandi duluu, kamu lanjutkan saja. aku ingin ke kantor dan ingin melakukan konferensi pers untuk mengumumkan siapa aku, kalau kamu mau lihat bisa tonton aku di TV" ucap El tersenyum. dia mengecup pipi El lagi dan langsung naik keatas, sedangkan El hanya tersenyum. pria itu sangat manis dalam memperlakukannya, semoga saja dia memang jodoh yang memang disiapkan untuknya, pikir El.

__ADS_1


#fid.nch


#Zelenio


__ADS_2