
El berusaha untuk menetralisir tangisannya dan perasannya, tidak mungkin dia meneruskan kesedihannya sampai besok, padahal tadi El sudah berjanji tidaj akan menyesali pria itu atau menangisinya.. El berjanji akan hidup baru dan memulai semuanya dari awal lagi, tidak ada dendam atau kesedihan diatara mereka dan juga dalam hatinya.
El segera menghapus airmatanya dan menatap cermin kamar, ia tersneyum sambil menggeleng pelan, bodoh memang dia menangisi Brady yang tidak ada kontribusi banyak dihidupnya, hanya sebagai pendengar cerita untuk El, selama ini El berjuang sendiri tanpa ada bantuan dari Brady, hanya menjadi teman cerita dan sangat dicintai El.
"baiklah.. cukup El.. untuk kesedihan ini.. tidak ada lagi airmata setelah ini" ucap El pada dirinya sendiri dan mulai beranjak dari tempat tidur, melanjutkan membereskan barang-barangnya yang ttadi sempat tertunda karna kedatangan Brday ke apartemennya. El memulai semuanya sampai selesai jam 2 sore hhari
El merasa lapar dan ingin memakan sesuatu, dia mencoba melihat beberapa toko makanan dan berniat untuk memesannya. dan El menjatuhkan pililihannya pada makanan lokal dari restoran yang sering ia kunjungi. ia menginginkan makanan itu karna sebentar lagi dia akan pindah dan tidak tau kapan pulan kesini
"baiklah kalau begitu kita mandi dulu setelah itu makan" monolog El sambil melangkah menuju kamar mandi, dia ingin malam ini juga sampai ke Italia dan besok harus latihan, bertemu dengan managernya dan pasti akan banyak pertanyaan dari managernya itu, tapi El sudah siap akan hal itu semua.
"hallo siapkan semuanya, aku sudah booking tiket jam 5 sore berangkat kesana, jemput aku dari bandara" ucap El kepada staff yang mengurus semua keperluannya, sebenarnya manager El tidak membiarkan dirinya melakukan semua sendiri, seperti ke bandara, pulang ke Indonesia atau hal lain.
namun karna El tidak suka diatur dan diikuti, dia menyuruh semua staff yang iktu dengannya untuk tidak melakukan tugas mereka. El memilih untuk melakukan semua sendiri, dia masih bisa menjaga diri, masih bisa menutupi identitasnya dan tidak sampai ketahuan jalan berapa kali dengan Brady.
"baiklah.. hati-hati dijalan, kami tunggu di bandarra"jawab staff itu. El hanya mengangguk, dia tidak perlu khawatir karna hidupnya akan terjamin dan serba kecukupan kapan pun ia mau, El tidak kekurangan uang, dia masih bisa bekerja untuk dirinya, umurnya juga masih muda jadi masih sangat panjang perjalanannya.
El berdiam diri di balkon, ia menatap langit berharap ada sesuatu yang ia temui disana, namun ternyata tidak ada apa-apa, El menangis, kali ini bukan karna hubungannya kandas tapi kara merindukan orangtuanya. sudah hampir 16 tahun ia kehilangan orangtua, berjalan sendirian untuk bertahan hidup.
__ADS_1
dulu El masih punya nenek, semenjak kehilangan orangtua El tinggal bersama neneknya. tapi takdir berkata lain, ketika El lulus SMA neneknya juga dipanggil Tuhan dan kini El sendirian sekarang. dia kesepian selama ini, dia merindukan kehangatan dalam keluarganya. tangis El semakin pecah.
"mama..papa.. nenek... aku rindu kalian semua, aku mau bertemu kalian" ucap El sambil mengusap pelan airmatanya, hari ini dia melampiaskan semuanya, sudah lama rasanya dia memendam perasaan ini. tidak pernah mengelus rindu, tidak pernah menangis karna El selalu berkata pada dirinya sendiri, hharus kuat dan tegar.
namun kali ini, El tidak bisa lagi memendam semuanya. runtuh dunianya setelah ditinggalkan orang-orang yang dia sayangi, namun dia masih hidup. El merasa kosong selama ini. " kalian harus lihat aku sudah sukse,mama lihatlah aku sudah jadi model terkenal" ucap El, menangis dan berteriak dalam kesunyiannya.
setelah memikirkan dan menangis, melepaskan semua yang ada dalam hati El merasa lebih baik. dia kembali menatap cermin, astaga matanya sudah seperti bapao siap dimakan, bengkak dan sangat mera. El mengambil masker matanya, tapi lebih dulu dia mengompresnya dengan air es.
jam menunjukkan pukul 4 sore, El bersiap ke bandara. takut jika berlama-lama akan ketinggalakn pesawat karna itu bukan pesawat pribadinya. El mulai berganti baju dan merias wajahnya sedikit, meenutupi mata bengkaknya agar media tidak melihatnya, juga menggunakan topi dan masker untuk menutup wajah, taku ada paparazi melihatnya nanti.
~Elio
"sudah tuan, nanti malam kita bisa kesana untuk mengeceknya" uca Liam tersenyum. kali ini dia pasti masuk dalam list anak buah Elio yang bisa diandalkan. "ya sudah kalau begitu, bagaimana dengan pihak HY Goo apakah mau menerima surat yang kita kirim?" tanya Elio lagi. mereka ingin membeli tanah di LA untuk dijadikan markas mereka
"belum tuan, sepertinya mereka tidak mau menjual tanah itu. mereka bahkan sempat mengatakan bahwa kita sendiri yang turun tangan memohon pada mereka' jawab Liam menatap Elio. Liam tau seperti apa Elio jika marah, Liam atau jika pria itu sudah marah jika psyco Elio akan keluar
Elio akan meminta mereka untuk menumpas semuanya dan membawa kedepannya, Elio akan melihat dan mendengar suara melodi indah ditelinganya. Liam tidak tahan untuk melihat hal itu. " jadi bagaimana?, apa aku yang turun tanga, Liam!!' ucap Elio menatap anak buahnya itu.
__ADS_1
dan kembal lagi, Liam di blacklist dari daftar anak buah yang bisa diandalkan. Liam menunduk dan minta maaf, tidak melakukan tugasnya dengan baik. " tidak tuan, saya hanya memberi info. sudah diurus oleh anak buah saya yang ada disana" jawab Liam dengan gemetaran.
dia takut salah bicara pada Elio, karna jika itu terjadi Elio akan memakannya bulat-bulat tanpa ampun. " siapkan alat untukku, aku ingin berburu malam ini" ucap Elio dan langsung meninggalkan Liam begitu saja. jika sudah mendapat perintah seperti ini dipastikan Elio akan melakukan tindakan yang daebakkk
Liam langsung turun keruang bawah tanah, mengambil apa yang diminta oleh Elio. dia tidak ingin jadi sasaran Elio yang haus akan suara melodi dan juga segarnya cairan merah yang masih hangat dari mangsanya malam ini. sedangkan Elio kembali ke kamarnya, mengenakan semua perlengkapannya.
malam ini dia akan melakukannya dengan baik, sama seperti malam-malam sebelumnya. Elio tidak pernah ketahuan dalam melakukan rencananya, dia hanya meninggalkan jejak dengan mangsa yang sudah tidak bernyawa, selebihnya sudah diatur oleh anak buahnya dan juga dirinya.
namun kali ini, Elio melakukan hal yang sangat diluar nalar. dia mencari mangsa ditengah kota dan mencari siapa yang sangat baik dijadikan suara melodinya malam ini. Elio langsung turun ditengah kesunyian kota dan kegelapan malam yang sudah menyelimuti,, anak buahnya tidak ada yang berani ikut dengannya.
Elio berjalan dengan santai, menelusuri lorong kecil dijalanan. sembari mengenakan topi dan jas hitam miliknya. seperti kebanyakan orang yang berjalan, karna memang sedang musim dingin disanna. Elio melihat anak muda yang sedang bertengkar dengan kekasihnya, senyum bibir Elio semakin tergambar.
dia menatap pria muda yang tengah menyeret wanita yang menangis, Elio mendekat namun tidak sampai terlihat oleh mereka berdua. sampai akhirnya pria muda itu melepaskan wanita itu dan meninggalkan wanita itu sendirian disana, dia masuk kedalam mobil sedangkan kekasihnya menangis dijalanan.
seperginya pria muda itu, Elio mendekat dan GRAPP.. ia menyeret tubuh lemas tak berdaya wanita itu. Elio melakukanya dengan baik, itulah yang dinamakan trik yang handal dipakainya. Elio membawa wanita itu dan tiba diruang bawah tanah markas mereka. Liam dan yang lainnya tidak ada yang berani mengur Elio.
Elio membawa wanita itu dan mendudukkannya dikursi. menunggunya sadar, Elio bahkan sangat sabar menunggu wanita itu sampai sadar sepenuhnya. dia ingin mendnegar suara melodi dengan baik tanpa cacat sedikitpun, Elio ingin suara melodinya itu nyaring dan keras sampai kedalam jiwanya.
__ADS_1
#fid.nch
#Zelenio