
~El
setelah aku mengtakan iya untuk ikut dengan pria ini karna manager Ling sudah menyuruhku kesana, aku dan pria itu melaju ketempat yang dia katakan, bertemu dengan tuannya entah siapa itu aku tidak tau, yang pasti aku kesini karna manager Ling yang membujukku untuk ikut,karna pria ini salah satu pemilik perusahaan yang cukup banyak berkontribusi dengan perusahaan kami.
aku hanya diam sepanjang perjalanan, tidak ada suara diantara kami berdua. pria ini juga sangat dingin dan datar. entah seperti apa nanti tuannya,mungkin lebih buruk dari pria ini. aku sedikit menikmati perjalanan hari ini,katna sudah lama tidak pernah merasakan angin perjalanan seperti ini.
hingga akhirnya kami sampai disebuah gedung namun jauh dari jangkauan kota, sedikit masuk kedalam hutan. entah kenapa mereka memilih gedung perusahaan disini, namun tempatnya cukup bagus dan dipenuhi dengan pohon yang sangat banyak. aku belum pernah melihat tempat sesejuk dan segar seperti ini.
"mari nona saya antar kedalam" ucap pria itu dan membuka mobilnya. aku turun dan melihat sekeliling, tidak ada orang lain selain ada dua pengawal berjaga didepan pintu. "terimakasih" jawabku sambil berjalan, mengikuti pria itu untuk masuk kedalam gedung itu.
didalam gedung ini sangatlah gelap, seperti tidak ada kehidupan. bayangkan saja semua orang yang berada disini punya wajah yang menyeramkan dan sangat datar, tidak ada ekspresi dari mereka semua. melihat itu saja aku sedikit bergidik ngeri, entah siapa mereka dan seperti apa tuan mereka. sangat suram dan gelap.
aku dibawa kelantai paling atas gedung ini, aku tau karna melihat kebawah sudah sangat tinggi. namun aku tetap was-was saat menatap para pengawal disana membuatku sedikit takut. "silahkan nona, tuan ada didalam" kata pria itu. aku mengangguk namun tidak berani mengangkat kepalaku.
pria itu masuk lebih dulu kedalam, aku ikut saja dari belakang. tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku. "tuan, ini nona yang anda katakan itu" ucapnya sambil membungkuk. aku bisa merasakan aura dominan diruangan ini. aku juga bisa merasakan pria yang dikatakan tuannya itu sangatlah datar dan lebih dingin dari pria itu.
__ADS_1
aku melihat kedepan, menatap kaki panjang yang tegap berdiri didepan kami. belum ada jawaban dari pria itu, aku sampai berfikir jika pria itu tidak bisa bicara. "tinggalkan dia disini,keluarlah!!" suara itu membuatku langsung terkejut.
persis seperti yang aku rasakan, pria ini sangat mendominasi dan datar. namun auranya yang sangat nerwibawa juga dapat aku rasakan. dia mendekat kepadaku dan emenatapku dengan sangat dalam, sedangkan aku tidak bisa berkata-kata. mulutku seolah terkunci saat dekat dengan pria ini.
"hallo tuan, saya model dari perusahaan XGX yang punya brand terkenal juga bekerjasama dengan perusahaan tuan" ucap ku, namun aku sama sekali tidak melihat kepadanya, takut saja ketika melihat wajahnya nanti jika apa yang aku bayangkan sekarang, itu sangat mengerikan.
"kenapa tidak melihatku, apa kau takut padaku?" tanya pria ini. ya, tentu saja aku takut padanya. aku belum pernah melihatnya dan tiba-tiba dia minta untuk bertemu denganku secara tiba- tiba. tentu saja aku takut.
"aku tidak akan memakan mu, lihatlah kesini!!" ucapnya dengan tegas. aku terkejut dan langsung mengangkat kepala. kulihat wajahnya yang tidak asing untukku. dia adalah pria dominan yang aku temui di acara fashion show minggu lalu.
"kenapa terkejut,apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya dia. bukan kau yang salah tuan,tapi wajah yang menyeramkan itu yang salah. menatapku dengan tatapan sinis dan snagat datar. aku tidak suka dengan tatapan itu,juga ekspresinya yang sangatvdatar dan dingin.
"jangan berkata ngawur tuan, saya kesini atas perintah perusahaan saya. jadi anda jangan bicara sesuka anda" ucapku sambil menatapnya sinis. tidak suka dengan gaya bicaranya yang seenak jidat mengatakan bahwa aku miliknya. aku bukan milik siapa-siapa saat ini. pacar saja tidak punya.
"aku tidak sedang bercanda. kau milkku dan tidak akan bisa pergi dari sini!!" perkataan pria ini sangat tidak masuk akal. mana bisa seperti ini, emosiku mulai meningkat. saat dirinya mulai mendekat dan semakin menarikku berdekatan dengannya. aku risih dengan tatapannya yang datar itu.
__ADS_1
"anda jangan keterlaluan tuan.. saya harus bekerja dan tidak milik siapa pun, anda keterlauan" ucapku dan meninggikan suaraku. aku ingin keluar dari tempat ini. entah kenapa tadi manager Ling menyuruhku datang kesini, sama saja menyuruhku masuk ke kandang singa jantan yang haus akan makanan dan belaian.
"kau tidak bisa pergi lagi nona Elmira Zelenio,kau milikku mulai saat ini, mulai saat kau datang ke tempatku!!" ucapnya dan menarik pinggangku, mengikis jarak diantara kami berdua. aku terkejut dan berusaha untuk menjauh darinya,melepaskan tangannya dari tubuhku.
"jangan bercabda tuan... saya bisa melaporkan anda kepada polisi dengan laporan pemaksaan dan penculikkan!!" teriakku tepat didepan matanya. aku menarik diri namun tangan pria itu sangat kuat memeluk ku. "kau tidak bisa melaporkan aku nona, aku bisa menjamin hal itu" ucapnya dengan santai.
setelah itu aku menatapnya tajam memikirkan apa yang baru saja dia katakan, sepertinya memang benar. dia bukan sembarang orang,dan pastinya relasinya dengan pihak polisi dan lainnya pasti banyak. aku akan kalah jika melapor,bisa saja aku yang berbalik di tuntut olehnya.
"ikutlah denganku, kau milikku mulai saat ini.tidak ada yang bisa mengambilmu lagi dariku. aku tidak akan membiarkan mu pergi dari sini" ucapnya dan menarikku secara paksa. mau tak mau aku harus ikut dengannya, tidak ada pilihan lain untukku. mungkin nanti aku akan memikirkan bagaimana caranya kabur dari sini.
"tuan saya harus bekerja diperusahaan. jangan begini dan mengurung saya disini" ucapku dengan nada memohin, percuma aku teriak dan memakinya, toh juga aku tidak akan bisa menang dari pria ini. "aku akan mengatakan pada mereka mencari gantimu. jangan khawatir tentang kehidupanmu bersamaku, semua melebihi dari hidup mu sekarang" jawabnya dengan santai.
setelah itu dia memanggil pria yang tadi membawa aku kesini. "Roger.. kemarilah,bawa dia pulang kerumah dan katakan pada pelayan untuk menyiapkan semua kebutuhannya. jangan sampai ada yang kurang, apapun itu berikan padanya. asalkan tidak pergi kabur" ucap pria itu.
sedangkan bawahannya itu hanya mengangguk, dia ikut perintah dari atasannya. aku juga demikian, entah harus apa yang aku lakukan. mungkin memberitahu pada manager Ling juga tidak bisa, nanti akan berdampak pada perusahaan. aku tidak bisa berfikir untuk saat ini. mungkin aku akan memikirkannya nanti saja, setelah melihat kondisi dan tau sebenarnya dia itu siapa?.
__ADS_1
#fid.nch
#Zelenio