
happy reading
...****************...
Dari kejauhan terlihat mobil berwarna hitam yang tidak asinh bagi Ama, benar saja mobil itu milik Julian dia berhenti di depan dua wanita itu.
"Lebih baik kita memakai satu mobil saja lagian tujuan kita kan sama terutama biar gak ribet juga saling menunggu."Mengira bahwa Ama tidak bisa mengendarai mobil secepat Julian.Namaun Ama pikir ada benarnya juga meskipun Ama bisa membawa mobil sendiri baginya terlalu sulit jika disana nanti harus saling menunggu jika satu mobilkan jadi mudah.
"Ya ya itu lebih baik karena kan Ama juga pergi sendiri karna saya tidak bisa ikut jadi lebih aman kalau ibu Purnama bersama dengan pak Julian."Rikha angkat bicara yang membuat Ama melotot lebar.
"What? disaat hal penting seperti ini kamu tidak bisa ikut.apa apaan kamu saya gaji kamu untuk jadi sekertaris saya mengikuti keinginan saya apalagi masalah kantor apa apaan kamu?" Ama marah denangan Rikha namun dengan keahlian dia berakting memelas memohon ijin pada atasannya.
"Ama please aku mohon ibuku sakit adikku tidak ada yang jagain aku mohon ya izinin aku gak ikut sekali aja please."Rikha merengek memohon pada Ama.
__ADS_1
"Oke aku kasih kamu izin tapi dua puluh persen dari gaji kamu aku potong kamu ngerti sebagai balasan atas seenaknya kamu pergi."ancam Ama yang justru mendapat persetujuan dari Rikha.
"Oke kalo gitu...aku pergi dulu ya slamat menikmati perjalanannya bye bye.."Lalu pergi meninggalka mereka berdua.
Ama hanya bisa melongo pasrah tak mampu lagi berbuat apa apa.
Mereka pun berangkat dengan mobil Julian tiga jam lamanya membelah jalanan ibukota yang mulai sedikit macet menuju puncak sesampainya di puncak Ama langsung saja turun dari mobil Julian dan memulai menjelaskan pada Julian tentang semuanya.
Angin berhembus dengan keadaan basah membuat tubuh Ama mengigil kedinginan tanpa pengahangat sedikitpun Ama menggigil kedinginan.Sebagai seorang pria yang bertanggung jawab Julian melepas jas yang dia pakai, memakaikannya pada Ama yang sontak membuat Ama menengadah pada sosok itu dan melihat raut wajah tampan nya.Ada perasaan aneh mengalir di hatinya.jantungnya berdetak kencang dengan cepat Ama menetralkan semua perasaannya.
"Pakai lah kamu akan kedinginan jika tanpa pengahangat."
"Tidak perlu ini kan milikmu."ucap Ama yang merasa tak enak hati dengan Julian.
__ADS_1
"Aku laki laki aku masih bisa bertahan"jelas Julian sambil merangkul Ama yang membuat jantung Ama semakin berdetak kencang.
Suara ponsel Ama mengganggu adegan tersebut Ama mengambilnya dan membuka isi pesannya..Siaall apa apaan ini...batin Ama dalam hati..
"Kenapa??" tanya Julian pada Ama.
"Lihat lah jalanan di tutup untuk ke ibu kota karena ada longsong besar di sana ya alloh apa yang harus aku lakukan sekarang."Ama terlihat hawatir dengan keadaan seperti ini sedangkan jarum jam menunjukan pukul 5 sore.
...****************...
***jangan lupa like dan komennya ya jika ada kata kata ataupun hal yang tidak baik tulis di kolom komentar ya kakak supaya aku bisa memperbaikinya...
happy raeding***
__ADS_1