
happy reading
...****************...
Sesampainya Ama di rumah dia langsung pergi ke kamarnya menenangkan diri dengan air mata yang berlinang.menuju kamar mandi dia berniat berendam di kamar mandi berharap semua perasaannya kembali normal.
Di satu tempat tante Amrita tengah melamun memikirka kejadian yang baru saja terjadi menyesali semua perbuatannya terhadap Ama.
Dan di sisi lain Julian juga tak kalah bungunh dengan kejadian tadi dia merasa tidak enak hati dengan klien barunya yang dia baru kenal kemarin atas perbuatan sang ibu.
...****************...
Tak terasa satu minggu berlalu setelah kejadian itu Ama tidak pernah lagi bertemu atau bahkan menghubungi tante Amrita dia fokus pada pekerjaan dan semua hal yang membuat dia senang.
Saat jam makan siang tiba Ama dan Rikha berniat makan bersama di salah satu kafe langganan mereka tampak lengang tak ada siapapun yang duduk di sana.Mereka pun memilih untuk duduk di meja favorit mereka dekat dengan jendela melihat kota dari atas ketinggian membuat kesan tetsendiri dari hati mereka.
__ADS_1
Di satu meja terlihat seorang pria tampan duduk dengan menikmati makan siangnya mata nakal Rikha menatap nya dengan intens ya benar dia adalah Airlangga Prasetyo Julian klien baru perusahaan tempat dia bekerja.Rikha pun menghampiri pria itu dengan sambil dia memesan makanan untuk atasan sekaligus sahabatnya itu.
"hhmmm pak Julian..bapaj di sini." sapa Rikha berbasa basi.
Menatap ke arah Rikha, Julian pun menjawab "Oh ya saya sedang makan siang.Bukannya kamu itu sekertarisnya ibu Purnama betul.? sedang apa kamu disini dan dengan siapa?" pertanyaan bertubi tubi Julian layangkan untuk Rikha.Meskipun mereka tidak pernah saling bertemu namun Julian yakin karna dia pernah datang ke kantor perusahaan milik Ama.
"aahh ya saya akan makan siang disini pak, saya bersama bu Ama ehh maksud saya Ibu Purbama."sambil cengengesan Rikha menjawab pertanyaan dari Julian.
"Boleh saya bergabung dengan kalian saya ingin membicarakan sesuatu dengan kalian."pinta Julian yang mendapati anggukan dari Rikha.
Seaampainya di meja tersebut.tanpa menoleh ke arah suara langkah kaki yang datang Ama langsung bicara pada orang tersebut.
"Apa kamu sudah pesankan makananku?Ingat jangan pesankan aku makanan dengan olahan udang apapun itu kalo tidak maka aku akan masuk rumah sakit lagi karna kau."sontak membuat Rikha mencolek lengan Ama yang sebelah kiri menandakan kode pada Ama, Ama pun menoleh dan orang yang sebelAmakanan nya...
Aahh ya ampuunnn Amaa kamu inii batin Ama sambil menunduk malu telah melakukan hal konyol dengan tidak melihat siapa yang datang.Namun kepintarannya menyembunyikan mimik wajah berhasil membuat Ama bersikap seperti tak terjadi apa apa.
__ADS_1
"Ngapain kamu kesini dan kamu Rikha siapa yang ijinin kamu bawa dia ke sini ke hadapan saya.?"
"Tadi kami bertemu di meja depan.Boleh saya duduk.?"tanpa di persilahkan Julian pun duduk bersama mereka.
"Kapan kita bisa meninjau proyek baru kita saya ingin tau bagaimana prosedur kerja nya.?"tanya Julian berbasa basi mencari alasan agar dia bisa berbicara dengan mereka.
"Rikha tolong kamu jadwalkan besok entuk meninjau proyek tuan ini.dan beri tahun dia bahwa besok pagi saya tunggu dia di sana."perintah sang atasan itu pun dilakukan oleh Rikha membicarakan nya pada Julian padahal dia sendiri ada di hadapan Ama.
"Rikha tolong ambilakan leptop saya di mobil dan ini kunci mobilnya."membuat Rikha mau tak mau menuruti apa perintah dari Julian karna kunci mobil telah dia berikan pada nya.
...****************...
***jangan lupa like dan komennya ya lanjut bab 9
happy reading guysss***
__ADS_1