Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 38


__ADS_3

happy reading


...****************...


Hati terasa gundah gulana memikirkan sang buah hati yang belum juga hadir di dalam rahim.dan desakan orang tua Julian yang slalu menyindir Ama tentang anak entah mengapa mama Amrita yang baik berubah drastis slalu memberika tekanan pada Ama.


Siang itu mama Amrita datang ke kantor Ama untuk mengajak Ama periksa kesehatan rahim.tanpa sengaja mama Amrita bertabrakan dengan Mira yang membawakan berkas untuk Ama.


"Maaf nyonya saya tidak sengaja."seru Mira sambil memunguti berkas yang berserakan.


"Ya tida apa apa nak.Sebentar wajahmu ini sangat mirip dengan seseorang apakah kamu anak dari pak Budi?"tanya Amrita pada Mira yang merasa sangat mirip dengan orang yang dia kenal.


"Loh nyonya tau itu almarhum ayah saya.."Mira memasang wajah sedih dia tau jika Amrita adalah mertua dari Ama dan jelas ibunda dari Julian.


"Masya alloh apa pak Budi telah meninggal dia adalah sahabatku dia teman dekat ku."Amrita pun ikut sedih dengan yang Mira alami.


Mereka pun saling menukar nomor handphone dan menyimpannya berniat akan saling menghubungi suatu saat.

__ADS_1


Mama Amrita meninggalkan Mira dan menuju ruangan Ama dan mengajak Ama ke dokter.


"Mama sudah sampai.?ayo aku udah siap."seru Ama dan berdiri mengambil tas kecilnya.


Mama Amrita malah berputar putar dia melihat lihat kondiri ruangan kerja Ama.


"Apakah berat untuk kamu meninggalkan ruangan ini jika kamu terus menerus bekerja bagai mana bisa kamu segera hamil dan memiliki anak Ama."sindir mama Amrita pada Ama.


Ama tak menjawab dia hanya menundukan kepalanya dan terdiam.


"Ya sudah kalau begitu ayo cepat kita pergi."ajak mama Amrita.


Samapai lah mereka di sebuah rumah sakit, mereka mendaftarkan nama Purnama dan menunggu di ruang tunggu.


"Jika hasilnya kamu tidak bisa memiliki anak lagi mama akan menikahkan Julian dengan wanita lain agar dia bisa memberikan mama cucu."ancaman mama Amrita membuat Ama teramat sedih dia merasa bersalah menjadi wanita tak sempurna bagi suami juga mertua nya.


"Dan kamu harus terima itu kamu harus mengijinkan Julian menikah kembali.apa kamu mengerti."Ama mengangguk mendengar apa yang di ucapkan mertua nya.

__ADS_1


Mengijinkan suami tercinta kemustahilan! sebuah kemustahilan wanita mana yang rela di madu.?


Nama Ama pun di panggil hati nya berdegup kencang takut jika hasil pemeriksaan nya menyatakan dia tidak bisa memiliki anak lagi.Dokter pun mempersilahkan kedua nya masuk dan menyuruh Ama untuk berbaring di atas ranjang.Jantung Ama berdegup kencang takut dengan hasil pemeriksaannya.


"Nyonya tenanglah jantung ada berdetak sangat kencang anda tidak usah hawatir kami akan memeriksa anda berdoa lah agar hasilnya baik"saran dokter terhadap Ama dan mendapati anggukan dari Ama.


Dokter pun selesai memeriksa Ama dan menyuruh Ama untuk turun dari ranjang dan berpindah ke ruangan USG untuk mengecek kesehatan rahimnya.hati Ama semakin tak karuan mengapa harus sampai di periksa dengan USG apa ini parah Ama bergumam dalam hati bertanya tanya takut suatu yang buruk terjadi.


Ama tidak rela jika suaminya harus menikah lagi dengan wanita lain.


Purnama berdoa saat perutnya mulai di periksa dan memjamkan matanya.


Pemeriksaan berakhir dan dokter pun keluar dari ruangan di buntuti Ama dan mendapatkan pertanyaan dari mertua Ama.


...****************...


***jangan lupa like komen dan vote nya ya kakak kakak readers

__ADS_1


happy reading***


__ADS_2