Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 30


__ADS_3

happy reading


...****************...


"Lihat lah aku beli ini aku ingin kamu memakainya nanti saat acara syukuran yang mama adakan mau kan?"jelas Ama sambil sesikit memohon agar Julian Mau memakai pakaian yang dia beli nanti.


"Iya aku akan memakainya kok." jawab Julian membuat Ama tersenyum.


Makanan pun datang tanpa ba bi bu lagi mereka langsung memakannya dengan lahap.


...****************...


Waktu berjalan begitu cepat setelah selesai dengan semua pekerjaan nya Ama dan Julian bergegas untuk kembali ke rumah.


Sebelum berangkat dia sengaja pergi ke kantor lebih dulu menyelesaikan pekerjaannya yang penting juga mendadak terpaksa waktu berangkat pagi mereka urungkan dan pergi pada pukul 10 siang.


Semua kesiapan telah lengkap mereka pun masuk ke dalam mobil dan memulai perjalanan nya.Kota Banjar Ciamis ya itu desa yang mereka akan kunjungi sekarang.Desa dimana Purnama di besarkan.

__ADS_1


Perjalanan sangat panjang membuat mereka sesekali harus berhenti dan beristirahat hingga sampailah mereka di depan sebuah rumah yang sederhana namun terlihat rapi..rumah siap lagi jika bukan rumah orang tua Ama.


Saat hendak turun dari mobil Ama terkejut dengan orang orang yang tiba tiba keluar dari rumah mungkin mereka sadar jika Ama yang di tunggu telah tiba.Ama membuka pintu bersamaan dengan Julian mereka nampak tertegun dengan penampilan Julian yang sangat tampan bak pangeran yang turun dari kayangan.


Ama terdiam terpaku dengan orang orang yang melihat penampilan mereka.hingga tiba tiba suara sang ibu memecah kecanggungan di antara mereka.


"Haaiii masya alloh lama mama nungguin kamu nak.."seru mama Parida sambil memeluk Ama putri nya yang baru datang.


"Iya ma maaf tadi ada pekerjaan mendadak jadi Julian harus menyelesaikannya dulu dehh..."jawab Ama dan Julian pun mendekat.


"Gak apa apa ayo kita masuk orang orang udah nunggu katanya pengen kenal sama suami kamu tuhh" ajak mama Parida.


"Iya ma"sambung Ama sambil mengikuti mama Parida dari belakang.


Sesampainya di depan pintu Ama menyalami nenek kakek nya kakak nya adiknya terutama ayah nya pak Ariyanto.Berlanjut dengan keluarganya yang lain bibi dan paman paman Ama.di buntuti Julian dari belakang.


Hingga sampai pada bibi Ama yang sangat jahil dan ceplas ceplos jika bicara dia berkata.

__ADS_1


"Euleuh euleuh Purnama salaki kamu teh kasep pisan jangkung gede irungna mancung gagah weh pokok na mah".(aduh aduh Purnama suami kamuhitu tampan sekali tinggi besar hidungnya mancung gagah pokoknya.)"ucap sang bibi yang tak Julian mengerti namun seketika membuat semua orang tertawa terbahak dengan penuturan Bibinya yang satu ini.


Julian berbisik pada Ama


"Apa artinya mengapa mereka tertawa dengan kata kata tante itu."setengah berbisik tak ingin semua orang tau jika Julian tak bisa menggunakan bahasa sunda.


"Dia bilang kalau kamu tamapan sekali tinggi besar dan hidung mu mancung kamu tampan sekali."seketika membuat Julian malu dan tersenyum merutuki kesalahannya karena tak mengertj bahasa sunda.


"Naha cicing wae sok atuh di leueut tuangeunna atawa bade leleson heula atuh pan cape atos perjalanan jauh.(kenapa diam saja ayo silahkan di makan makanannya atau ingin beristirahat dulu.kan cape habis perjalanan jauh)"timpa seorang tantenya lagi membuat Julian semakin tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"muhun bi mangga."jawab Ama dan membuat Julian kembali tak mengerti.


...****************...


***jangan lupa like komen dan vote nya ya lanjut bab 31


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2