
happy reading
...****************...
Ama pun menyiapkan semuanya menyiapkan kepindahan rumah nya begitupun keluarganya di kampung semua telah siap untuk pindah rumah.
Keluarga Ama telah datang dan di sambut oleh Ama dan Julian mama Amrita pun hadir ikut menyambut kedatangan besannya.
"Bereskan semua pakaian nya ke lemari ya bi.."perintah Ama yang dari tadi mondar mandir membereskan semua keperluan orang tuanya sedangkan kepindahannya Julian telah mengetur nya menyuruh orang untuk membereskan semuanya.
"Nak kemarilah.."perintah ibu mertua Ama dan mau tak mau Ama mendekat pada dua ibu yang sedari tadi membicarakan banyak hal.
"Iya ma"Ama pun duduk di dekat mereka."Ada apa ma"tanya Ama.
"Apa kamu belum ada tanda tanda hamil nak kok mama liat kamu masih aktif sekali kesana kemari.."Tanya sang ibu pada Ama.
"Aaeeemmmhh maaf maa belum Ama belum merasakan apa pun.."ucap Ama sedih.
"Sudahlah tak apa apa ma lagian aku dan Ama masih menikmati hari hari kami berdua toh kalo udah punya anak kita akan sulit untuk berduaan.."Seru Julian mencoba menenangkan Ama yang sudah di pastikan sedih. karena hal itu Ama pernah mengungkap kannya..
flashback on
__ADS_1
"Lalu apa yang akan kamu bicarakan sayanh.?"tanya Julian.
"Hhhmmm Aku aku mau minta maaf aku belum bisa hamil aku belum bisa kasih kamu anak maafkan aku ya.."ucap Ama sedih."aku kepikiran dengan keinginan mama kamu dan mama ku mereka ingin kita punya anak.sedangkan hingga sekarang aku belum ada tanda tanda akan hamil"..Ama terlihat murung dan menangis.
"Ya alloh sudah lah sayang aku tidak mempermasalahkan nya mau punya anak atau tidak aku sedang menikmati masa masa kita berdua lagian kalo masalah anak kan ada Alfa dan Erin."ucapa Julian sambil memeluk Ama yang menangis.
"Sudah lah jangan menangis lagi ya"
flashback off
"Jadi mama semuanya gak usah maksa kita ya insya alloh kalo udah rejekinya kita akan punya anak kok.."Kata Julian sambil merangkul Ama yang murung dan menunduk.
"Baik lah kita tidak akan memaksa ya kan jeng.?"Seru mama Amrita pada mama Parida..
...****************...
Selesai du rumah sang mama mereka pun pulanh ke rumah barunya ini adalah malam pertama Ama dan Julian akan tidur di rumah baru nya.
Yang pertama mereka lakukan adalah membersihkan badan mereka yang lengket dan makan malam bersama.
"Udah dong jangan sedih terus.."pinta Julian pada Ama yang masih terlihat melamun dan murung.
__ADS_1
"hhhmmm"Ama hanya bergumam dia benar benar merasa bersalah atas semua ini.
"Kita akan berusaha terus ya sayang jadi jangan sedikk ya.."kata Julian menenangkan Ama.
"Baiklah."
selesai makan Ama dan Julian beristirahat di kamar baru mereka.mereka melihat suasana kamar yang baru dinding langit langit baru dan suasana baru.
Julian terbawa suasana dia menarik Ama untuk tidur di kasur barunya juga.
Ciuman panas Julian mulai membuat Ama sama sama membalasnya dan berakhir dengan aktifitas malam mereka yang panas.
...****************...
8 bulan sudah Ama dan Julian menempati rumah barunya.rasa gusar gelisah semakin Ama rasakan karena belum juga mendapatkan garis dua di alat tes kehamilannya.
"Apa yang harus aku lakukan periksa sudah semuanya sudah masih negatif juga."gumam Ama sedih dan gusar.
...****************...
***jangan lupa like komen dan vote novel receh ini ya...
__ADS_1
happy raeding
lanjut bab 38***