
happy reading
...****************...
"Sayang itu bukan salah bibi aku yanh salah aku yanh tadi maksa buat masak jangan marahi bibi dong kasian bibi tau.."jelas Ama yang kesal akan sikap suaminya yanh sangat posesif pada masalah kehamilannya.
"baik lah ini yang terakhir besok besok gak ada lagi bantah perintah aku kembali istirahat lagi di kamar itu lebih aman buat kamu.."perintah Julian
"Iya iya bawell ya ampunn suami aku ini jadi posesif banget sii ya udah ayo makan.."Julian pun duduk di kursi yang biasa dia duduki.
Purnama mengambilakan makanan yang dia masak sendiri untuk suaminya namun saat dia nya sendiri akan makan Purnama kembali mual dan berlari ke kamar mandi..
Julian pun tampak panik dengan istrinya dia membuntuti Ama dan memijat tengkuk Ama dengan lembut..
"Sayang kenapa malah muntah seperti ini aku hawatir sekali kita ke rumah sakit lagi aja ya.."pinta Julian hawatir.
"Gak usah sayang aku cuma mual aja kok cium masakan yang ada di meja ini biasa kok terjadi dengan wanita hamil kamu gak usah hawatir ya.."jelas Ama.
"Tapi kamu gak bisa makan bagai mana ada tenaga jika kamu tidak makan sayang.."Julian memapah Ama yang keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Udahh aku bisa ganti makanan aku dengan biscuit atau cake atau apa saja yang tidak pakai bawang kok jadi kamu gak usah hawatir ya."
Akhirnya Julian makan sendiri dan di temani Ama dari kejauhan.entah lah saat memasak semua bau itu tak terasa tapi saat akan memasukan nya ke dalam mulut hidung nya menolak dan membuat dia muntah.
Dan Ama memilih makan biscuit yang dia beli.kemarin sebelum dia tah dia hamil.
Saat hendak tidur pintu kamar terbuka ohh ternyata Julian dia membawa segelas susu ibu hamil rasa strowberi susu kesukaan Ama yang sudah beberapa hari ini dia slalu meminumnya saat di rumah sakit.
"Apa kamu lupa dengan susu ini.."Julian duduk dan menyodorkan susu itu untuk Ama dan meminumkannya.
Sungguh suami yang baik sekaligus calon ayah yang siaga membuat semua wanita iri dengan Ama yang memiliki suami yang sangat baik..
...****************...
Dua minggu berlalu Ama hanya istirahat saja di rumah janji Julian untuk memberinya waktu 1 minggu tidak juga Julian tepati slalu melarangnya untuk tidak ke kantor saat Ama merengek meminta ijin.
Dert dertt dertt
Ponsel Julian berbunyi dan tanpa berlama lama dia mengangkatnya istri tercinta nya menelepon.
__ADS_1
"Sayang kamu dimana..."suara Ama terdengar sedihh dan menangis.
"Ada apa sayang aku di kantor baru saja sampai kenapa ada apa kok kamu menangis."pertanyaan bertubi tubi Julian ajukan karena hawatir sesuatu terjadi dengan Ama.
"Aku ingin kamu pulang aku ingin kamu disini temani aku aku kesepian hikss hiks hikss aku ingin peluk kamuu sayang.."pinta Ama pada Julian.
"Astaga aku kira kamu kenapa sayang aku kan mau kerja dulu aku ada meeting penting sayang.."jelas Julian dan seketika itu Ama menangis kencang seperti anak kecil yang merengek meminta permen.
"Kamu jahat kamu gak mau temenin aku..."Suaranya serak karena tangisnya.
Purnama mematikan teleponnya dia marah pada Julian dan menelepon ibu mertua nya ibu mertuanya pun tak kalah hawatirnya.
Mendengar penjelasan Ama mama Amrita tertawa mengingat dia juga dulu begitu dengan almarhum papa nya Julian.
"Baik lah sayang mama akan telepon Julian sekarang."seru mama Amrita dan mematikan teleponnya.
...****************...
***lanjut bab 43 jangan lupa like komen dan vote nya ya
__ADS_1
happy reading***