Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 32


__ADS_3

happy reading


...****************...


Semua yang akan ikut pun telah bersiap Ama menghitung orang yang akan ikut....haaahh gak mungkin masuk dengan satu mobil...memang keluarga Ama orang kampung jadi agak kampungan sedikit walau pun tidak memalukan saat di depan orang lain mereka bersikap wajar.


Ama dan Julian memilih untuk menggunakan mobil pribadi mereka dan yang lain ikut mobil sang mama yang terbilang cukup besar sedangkan mobil Ama hanya muat untuk empat orang saja.


Mobil Julian berada di belakang dan anak anak Ama tak ikut serta karena mereka sedang sekolah di pesantren dan Ama berniat untuk menjenguk mereka sekarang.


Karena jarak pasar yang tidak terlalu jauh membuat mereka cepat sampai ini di kampung tidak ada swalayan ataupun mall yang ada hanya pasar tradisional dan mau tak mau semua orang kampung ini berbelanja di sana berpanas panasan berdesakan bahkan rela mencium bau tak sedap dari makan makanan seperti ikan laut.


Julian memarkirkan mobilnya membuka kan pintu untuk sang istri keluar dari mobil.mengikuti sodara nya yang melangkah lebih dulu masuk ke dalam pasar. Tak ingin lepas tangan Ama dan Julian slalu berpegangan membeli ini itu memilih dan terus berputar mengelilingi pasar membuat Ama kelelahan dia memilih untuk kembali ke parkiran dan beristirahat dalam mobil.


Saat beristirahat Ama memijat kaki nya sendiri karena terasa pegal saat harus berjalan mengelilingi pasar membuat Julian tak bisa menghentikan tangannya untuk segera memijat kaki Ama.

__ADS_1


"Gak usah aku bisa sendiri kok.."saat tangan Julian mulai menyentuh kaki Ama.


"Tidak apa apa sayang kamu pasti kelelahan kan dan kaki kamu pegal bukan aku jadi biar aku yang pijat agar kaki kamu terasa lebih baik."seru Julian dengan terus memijat kaki Ama yang pegal.


"Terima kasih kamu slalu memperlakukan aku bak seorang ratu padahal aku dulu sangat membenci kamu...maafkan aku Julian.."Ama tertunduk dan merasa sedih.


"Udah gak papa kok sayang...ada satu yang aku mau dari kamu tolong panggil aku dengan kata sayang ya atau apalah yang membuat semuanya terdengar mesra"pinta Julian.


"Hhmm hihii kamu lucu deh Julian."panggil Ama..


"Iya iya deh Sayang.."kata Ama sambil dia mengarahkan wajan Julian ke wajahnya."Jangan marah lagi ya sayang.."seru Ama sambil tersenyum.


Setelah selesai berbelanja semua kembali ke dalam mobil saat hendal pulang Ama senpat meminta izin kepada ibunya untuk tidak ikut pulang dulu dia ingin berjalan jalan dan menjemput putra putri nya dari pesantren.Dan mendapatkan ijin dari ibu nya Ama pun tak menyia nyiakan kesempatan mereka langsung tancap gas ke tempat wisata yang mereka pernah lihat di media sosial.


Di sana terdapat bukit dan pemandangan yang sangat indah menyuguhkan pesona alam alami pedesaan udara yang sejuk membuat paru paru dimanjakan dengan udara sejuk pedesaan.masih alami belum tercemar dengan udara kotor kendaraan ataupun polusi udara lainnya.

__ADS_1


Semangat nya mereka berdua untuk menikmati alam semesta di atas sebuah bukit.sederhana namun sangat indah di pandang dan mereka pun menyempatkan diri untuk berfoto bersama menyimpan kenangan itu lewat foto bersama...keseringannya Ama lah yang slalu meminta Julian memfotonya sudah bak foto model berbagai gaya Ama tampilkan di depan kamera.


"Bagus kan fotonya."tanya Ama pada Julian.


"Bagus lah liat niihh"Julian memperlihatkan foto foto kemesraan mereka berdua pada Ama.


"Ya udah kita pulang yuk"ucap Ama pada Julian dan mendapati anggukan dari Julian.


Namun saat akan menaiki mobil tiba tiba tubuh Ama melemas kakinya tak mampu menahan beban tubuhnya hampir saja Ama jatuh namunn dengan segera Julian mengkap tubuh Ama dan membawanya ke pelukan Julian.


...****************...


***jangan lupa like komen dan vote novel receh ini ya lanjut bab 33


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2