Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 26


__ADS_3

happy reading


...****************...


"Apa kau dengar dan kau Rikha apa masalahmu dengan dia merebut pacar apa apaan ini...pokok nya saya akan membuat peraturan baru tidak boleh ada yang pacaran disini siapa pun tidak boleh sekalipun kalian punya silahkan kalian pacaran di luaran sana tidak ada yang boleh membahas pacar di dalam kantor kalian mengerti." teriak Ama membuat karyawannya menunduk tak ada yang menjawab bahkan Rikha pun yang slalu berani kini menunduk patuh.


Pusing bukan kepalang dia benar benar marah pada semua karyawannya juga pada Julian. hari ini hari yang benar benar membuat Ama marah dengan orang orang terdekatnya.


Saat hendak pergi dari belakang sofa ada tangan kekar menutup mata Ama membuat Ama semakin marah dan mencoba melepaskan tangan itu.


"Heeii siapa kau lepaskan tanganmu dari mataku berani beraninya kau... lepaskan." Ama mencoba berontak dan menarik lengan tersebut..


"Apa kah semarah itu untukku yang slalu menjanjikan kepulanganku..."sambil melepaskan tangan nya dari mata Ama tanpa Ama lihatpun Ama tau siapa yang berbicara.


"Juliann Julian Julian" Ama membuka matanya dan melihat Julian berdiri tegap di hadapannya.


Ama berhambur ke pelukan Julian memeluk Julian dengan rindu yang selama ini dia pendam..


"Kenapa kenapa seperti ini kamu berbohong kamu bilang belum bisa pulang tapi sekarang..."ucap Ama sambil masih dalam pelukan Julian.

__ADS_1


Julian melepas pelukannya dan membingkai wajah Ama dengan kedua tangannya.


"Aku sudak kembali sayang hanya untuk kamu.."Julian menatap Ama dan kembali memeluknya.


Puas dengan berpelukan mereka melepaskan pelukannya dan kembali menatap karyawannya yang melihat drama indah itu.


"Makasih Rikha kamu telah membanthku dan kalian semua terima kasih.."


Ama menatap Julian bergantian dengan karyawannya.


"Ohh jadi semua ini rencana kamu jadi kalian berbohong begitu.."sambil menatap intens karyawannya yang senyum senyum dengan tingkah kebohongannya demi membantu Julian menyukseskan rencana nya.


"Kalian ini jahat sekali...hiks hikss.." Ama malah menangis sesegukan menahan rasa bahagia juga terharu dengan suami dan karyawannya.


Ama dan Julian pun kembali ke ruang kerja Ama disana Julian melepas penatnya dengan duduk di sofa.Tak ingin berjauhan bagaikan prangko yang menempel di kertas surat Ama ikut duduk di sofa sambil menghidupkan laptopnya bekerja dengan menemani suami yang baru datang akan menyenangkan fikirnya.


Ama memerintahkan Rikha untuk membawakan secangkir teh hangat untuk Julian tak berselang lama Rikha pun datang dan di lengkapi dengan agenda harian untuk membacakan jadwal Ama hari ini.


"Jadwal anda hari ini.."

__ADS_1


"Cukup cukup usahakan hari ini aku ada di kantor jangan kasih aku tugas di luar aku ingin di kerja di kantor saja mengerti"potong Ama saat Rikha hendak melanjutkan ucapannya.


"Hhmmm baik lah..."Rikha pun pergi meninggalkan ruangan atasannya.


"Apa kamu rindu padaku?"tanya Julian.


"A-aku...aku sangat merindukanmu"tutur Ama dengan tergagap baru pertama kali ini dia mengucapkan kata rindu nya secara langsung.


"Aku juga sangat merindukan mu.."Julian mendekat dia hendak mencium Ama namun Ama tahan dia tak ingin ada orang yang melihat aksi kemesraan mereka.


"Ini di kantor Julian bagaimana jika ada yang melihat."seru Ama dan membuat Julian memanyunkan bibirnya.


"Ya sudah kalo gitu kita pulang saja kita lanjutkan di rumah ya.."Julian menarik tangan Ama untuk pulang dan lagi lagi Ama menolaknya..


...****************...


***hai kakak kakak readers bantu aku untuk like komen dan vote ya...lanjut bab 27


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2