Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 22


__ADS_3

happy reading


...****************...


Ama menghela nafas panjang dia bingung dengan perintah ibunya.


"Mah kayaknya aku gak bisa deh soalnya pekerjaan ku sangat banyak mah teruss Juliann....."sejenak Ama terdiam.


"Kenapa dengan menantu?"tanya ibunya penasaran.


"Gak papa ma Julian sedang tidak ada di Indonesia dia sedang di Selandia Baru sedang mengecek proyek barunya jadi mungkin aku gak bisa datang ma."


"Loh kok gitu ya sudah kamu aja sendiri ke sini bertemu dengan keluargamu di sini."Pinta ibu nya Ama.


"Ya sudah mah insya alloh lusa aku datang sendiri."tutur Ama lemas tak mampu membantah apa yang di perintahkan sang ibu.


Selesai menutup telepon sang ibu ponsel Ama kembali berdering.Haaahh baru saja ingin memejamkan mata..saat di lihat sang pujaan yang menelepon.


"Asalamualaikum..."sapa Ama sembari tersenyum samar.


"Waalaikumsalam...ada apa kok senyum nya sedikit apa seharian aku tak ada kamu lupa aku sayang.."tutur Julian.

__ADS_1


"Bukan...aku hanya sedang bingung saja..!"seru Ama mengadu pada Julian.


"kenapa?bilangdong sama aku.."


Tiba tiba Ama memanggil panggilan vidio kepada Julian.


"Aku bingung mama menyuruhku ke Bandung dan menemui sodara sodaraku apa yang harus aku lakukan aku takut bertemu dengan mereka aku takut masa lalu itu.."Ama tak melanjutkan perkataannya dan mulai memasang wajah sedihhnya entah lah saat Julian pergi rasanya dia sering sekali merasa sedih di tambah lagi sekarang dengan perintah sang ibu untuk menemui keluarganya yang dulu membuat Ama sangat terpuruk.


"Kamu bisa kok sayang kamu akan kuat kamu bukan wanita lemah bikankah kamu telah menunjukan jika kamu sekarang wanita hebat bukan wanita yang mereka katakan.?"jelas Julian menguatkan hati Ama.


"Ya tapi..sudah lah aku akan pikirkan nanti..sekarang aku ingin bicara sama kamu..gimana pekerjaannya apakah melelahkan?"tanya Ama sembari melepaskan sedikit pikirannya dari tawaran sang ibu.


"Haaahh dimana apa aku lupa memasukannya ke dalam koper dimana biar aku kirimkan sekarang obatnya..."Ama panik takut ada hal yang penting tertinggal karena kecerobohannya.


"Obat lelahku kamu sayang melihat wajah cantikmu senyum manismu membuat semua lelah ku hilang dan berubah bahagia.."seru Julian sembari menatap wajah Ama dengan lekat menunjukan rasa rindunya pada sang istri.


Pipi Ama merona dia merasa bahagia karena Julian slalu romantis terhadapnya.


"Kamu ini bisa saja...Aku juga rindu kamu aku sangat rindu kamu.."seketika Ama mampu berkata rindu terhadap Julian membuat Julian merasa bahagia..


"Apa benar perkataan kamu itu sayang...apa kamu benar benar merindukan mu apa sekarang kamu telah jatuh cinta pada ku?"

__ADS_1


"Kalo cinta entah lah aku tidak bisa mengartikannya,,"Tutur Ama yang sangat tak paham dengan hatinya merindu namun tak mampu membuatnya mengungkapkan cinta.


"HHHmmm baik lah sudah rindu pun aku bahagia.."senyuman Julian melelehkan hati Ama yang menatapnya.


"Kapan kamu pulang??"Ama cemberut tak ingin menahan rindunya lebih lama lagi.baru saja 1 hari sudah seperti inii...


"Sabar ya sayang aku pasti akan cepat kembali setelah semuanya selesai aku pasti akan segera kembali."menenangkan Ama yang terlihat cemberut.


"Ya sudah kamu tidur gih sayang nanti kamu kurang tidur nanti sakit lagi."pinta Julian pada Ama.


"ya sudah kalo begitu kamu juga tidur ya jangan lupa semua pesan pesan aku ya Julian."perintah Ama


"Sayangg jangan panggil Juliann dong."Julian terus saja menggoda Ama.


"Iihh kamu ini.. sudah cepat tidurrr...asalamualaikum.."dan langsung menutup sambungan telepon itu tanpa menunggu jawaban hati nya sangat berbunga saat ini jantungnya berdebar hebat seakan mau copot.


...****************...


***lanjut bab 23 makin seru makin menarik jangan lupa like nya ya dan komen di kolom komentar ya


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2