
happy reading
...****************...
"Sayang kok semakin hari semakin sering si muntahnya aku jadi hawatir kasian kamu.."
Ama tak menjawab wajahnya pucat pasi bisa di pastika rasa tak nyaman di peeut dan tenggorokannya sangat menyiksa.
Julian membawa Purnama kembali ke kamar dengan memapahnya.
"Siapa yang kamu telepon kenapa kamu menutupnya saat aku datang dann kenapa harus di luar kamar apa jangan jangan kamuu...."Ama tak melanjutkan ucapannya air mata nya kembali jatuh tak tertahankan lagi. entah kenapa saat hamil sekarang Ama merasa dia menjadi cengeng dan sangat sensitif.
"Apa si sayang aku teleponan dengan pihak kantor yang katanya semua meetingnya lancar dan mama yang mengurus semuanya menyetujui kerja sama ku dengan klien baru ku aku menelepon di luar karena aku tidak mau mengganggu tidur kamu dan mematikannya memeng saat kamu datang aku telah selesai jadi untuk apa aku lama lama membiarkan sambungan telepon terhubung."jelas Julian panjang lebar.
Dan Ama dia masih menangis dan memeluk Julian takut Jika Julian selingkuh.
"Sudah lah sayang jangan pikirkan sesuatu yang akan menyakiti kamu sendiri yang pada kenyataannya aku sama sekali tidak pernah melakukan hal itu..jangan nenangis lagi ya sayang.."Julian mencium Purnama.
Sore pun datang suara ponsel Ama berdering Ama mengangkatnya dan melihat siapa yanh menelepon..
__ADS_1
"Asalamualaikum Rikha kamu apa kabar sudah lama aku tidak bertemu kamu.."Ama memulai percakapan..
"Haaahh iya aku juga rindu kamu Ama dan ada sesuatu yang ingin aku katakan Ama."seru Rikha dari seberang telepon.
"Apa itu.."Ama penasaran dengan berita yang Rikha katakan.
"Mira kau ingat dia..?dia mengundurkan diri dari perusahaanmu dan..."Rikha tak melanjutkan kata katanya..
"Dan apa iihh apa si kamu buat aku penasaran saja yang jelas dong bicaranya.."seru Ama kesal dengan Rikha yang berbicara setengah setengah..
"Dan dia dia masuk ke perusahaan suami mu dan katanya dia menjadi asisten pribadi Julian."ucap Rikha
"Hadeeehhh sebaiknya kamu tanya saja pada suami mu...ohh yaa katanya si semua itu di suruh mertua kamu karena orang tua Mira adalah teman baik mama mertua kamu.."jelas Rikha..
"Aduuhh aku harus gimana ini ada sesuatu yang janggal kayaknya..aku harus menyelidikinya..."Seru Ama dan mendapatkan dukungan dari Rikha.
Ama mematikan sambungan teleponnya dan kembali ke kamarnya.dia memeriksa isi dari handphone suaminya nama siapa yang tertera di dalam panggilan terakhirnya..
Dan saat Ama periksa di situ tertera nama Mira dan seketika membuat Ama marah..
__ADS_1
"Julian Julian bangun.."Ama menggoyang goyangkan tangan Julian yang tertidur..
Julian melenguh dan terbangun dari tidurnya..
"Hmm apa sayang kok tumben panggil aku Julian lagi.."Julian memegang tangan Ama dan dengan cepat Ama menepis tangan Julian.
"Heeii kamu kenapa kok marah lagi ada apa?kenapa?.."tanya Julian yang tak paham dengan keadaan Ama yang emosinya naik turun.
"Ini..."
Ama menyodorkan handphone Julian..
"Apa maksudnya Mira menelepon kamu dan dia bekerja di perusahaan kamu sebagai asisten probadi lagi sejak kapan kamu pakai jasa Asisten pribadi bukankah kamu sudah ada sekertaris pribadi.."tanya Ama panjang lebar meminta keterangan dari Julian.
...****************...
***lanjut bab 45 jangan lupa like komen dan kasih vote nya juga ya kakak kakak readers
happy reading***
__ADS_1