Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 48


__ADS_3

happy reading


...****************...


"Bukan kah ada Purnama kenpa mama malah memilih mengobrol dengan dia.."Julian menatap Mira dengan tatapan yang menajam.


"Loh lohh kamu inii kok malah marah sii Si Ama kan sakit gimana bisa ngobrol sama mama."ketus Amrita yang membuat Julian geram


"maa aku gak suka ya Purnama di perlakukan seperti ini mama lebih memilih wanita lain dari pada istri aku sendiri untuk menemani mama."bentak Julian


"Iya kenapa mama pilih Mira untuk menjadi teman mama di rumah dan mama akan memilih Mira juga untuk menjadi menantu mama mama akan jodohkan kamu dengan Mira menikahkan kalian secepatnya agar kalian bisa punya anak."ucapa mama Amrita


"Omong kosong apa ini Menikahi wanita lain hhaahh maaf ma aku gak bisa Ama jauh lebih terhormat dari pada wanita ini mah.."sindir Julian pada Mira.


"Kamu tidak bisa menolak dan Purnama dia harus rela di madu karena dia telah menghancurkan harapan mama untuk memberikan mama cucu."Semua percakapan mereka Purnama mendengarnya dengan tangisan yang tertahan dia merasakan sakit di hatinya..Rasa sakit yang ada di masa lalunya kini ter ulang kembali.


"Aku tidak akan pernah sudi mrnikah lagi.."ucap Julian meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"mama tidak peduli pernikahan kalian akan mama Adakan bulan depan dan kamu harus bersiap untuk itu.."ucap mama Amrita sambil berteriak.


Julian terkejut dengan Ama yang sedari tadi mendengarkan semuanya dia merasa bersalah atas apa yang di dengarkan Ama saat ini..


"Sejak kapan kamu disini sayang.."tanya Julian dan Ama membuang wajahnya menutupi rasa sakit hatinya..


"Kamu sudah pulang sayang..sini aku bawakan tas kamu.."pinta Ama menutupi kesedihannya dari seuaminya..


"Kamu menangis kamu dengar semua nya..?"tanya Julian lagi


Ama memeluk Julian dia menangis sejadi nya meluapkan rasa kesedihan dalam dirinya..


"Nggak sayang apa pun itu alasannya aku mencintai kamu aku sayang sama kamu dan tak akan pernah ada yang lain di hidup aku.."Julian memeluk Ama dengan erat menandakan dia tak mau meninggalkan Ama.


...****************...


Tiga minggu berlalu Ama tak kunjung datang bulan dia berfikir apa dia akan berhenti datang bulan setelah kejadian kegugurannya itu dan semua itu tak luput dari pengawasan ibu mertuanya..

__ADS_1


"Mama lihat istri mu tidak juga datang bulan apa dia tidak akan punya anak lagi setelah dia keguguran.."tegur mama Amrita pada Julian.


Julian tak menjawab pertanyaan mama nya dia hanya terdiam sambil memainkan laptop nya.


"Sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk perbikahan kamu dengan Mira satu minggu lagi kalian akan menikah dan mama telah memersiapkan itu semua.


Julian bangkit dari duduk nya mendengarkan celotehan ibunya yang tak masuk akal.


"Lebih baik kamu duduk Julian" pinta Ama pada Julian.dan Julian pun menurutinya.


"Mama yang meminta aku dulu untuk menjadi teman mama mengobrol disini menghalalka segala cara agar aku bisa menikah dengan Julian Memaksa orang tua ku untuk merestui pernikahan yang tak aku inginkan itu dan memaksaku untuk memiliki anak dari Julian..hanya dengan satu kesalahan yang berakibat aku kehilangan calon anakku mama menyuruh putra mama menikah lagi dan menduakan aku..?sunggung orang tua picik yang seperti itu..


...****************...


***lanjut bab 49


jangan lupa kasih like komen dan vote nya ya

__ADS_1


happy reading***


__ADS_2