Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 43


__ADS_3

happy reading


...****************...


"Hallo sayang kamu sudah di telepon sama Purnama kan..?pulang lah nak kasian Purnama dia ingin kamu di sana kasihan juga dia menangis maka janinnya pun akan ikut menangis nak.."pinta mama Amrita.


"tapi ma aku ada meeting penting dengan klien ma aku harus bagai mana ma.."jelas Julian.


"Biar mama yang gantikan kamu rapat lagian mama juga kan masih berhak untuk ikut rapat itu kan pulang lah nak dan berikan apa yang istrimu inginkan demi cucu mama nak."perintah mama Amrita.


Julian pun pasrah dengan perintah sang mama.dia mematikan teleponnya dan menyiapkan semua keperluan untuk rapatnya yang akan di gantikan oleh sang mama nyonya Amrita.


Julian pun pulang dia menelisik isi kamarnya mendapati sang istri sedang menangis tersedu sedu di atas ranjang tempat tidur.


"Sayang.."panggil Julian dan seketika Ama memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Kenapa kenapa kamu seperti ini kok tumben sekali kamu seperti ini ada apa sayang"Julian membingkai wajah Ama yang menangis.dan kembali memeluknya.


"Aku mimpi aku mimpi kamu tinggalin aku...aku ..aku mimpi kamu dengan wanita lain dan aku...aku kamu tinggal..hiks hiks hikss" Ama semakin menjadi jadi tangisnya membuat Julian tak tega dan memluknya dan menenangkannya.


"Sudah sayang itu hanya mimpi..mimpi itu bunga tidur aku gak akan pernah mungkin meninggalkan kamu aku sayang sangat sayang sama kamu dan sangat mencintai kamu jadi jangan pernah menangis lagi ya aku ada hanya untuk kamu sayang..jangan nangis lagi ya kasian dong anak kita nanti dia juga ikut menangis.."jelas Julian.


"Kamu janji tidak akan tinggalkan aku.?"tanya Ama masih dengan tangisnya


"Iya sayang aku janji aku gak akan pernah meninggalkan kamu sayang.."Julian memeluk erat Ama tak menyangka se sedih itu dia bermimpi takut akan kehilangan dirinya.


Akhirnya Julian tak kembali lagi ke kantor dia menemani Ama yang masih merasa sedih dan slalu memeluk Purnama.


"Ada apa sayang apa ada yang sakit?"tanya Julian


"Perut ku keram mungkin karena terlalu lama aku menangis.."mencoba mengatur nafas nya Ama meresakan keram di perutnya.

__ADS_1


"apa kita akan ke dokter saja?"tawar Julian pada Ama.


"Tidak sayang tidak perlu aku hanya butuh istirahat saja.." dan Ama pun memejamkan matanya tertidur dengan pulas.


Sedangkan Julian dia menemani Ama yang tertidur dengan sesekali mengelus pucuk rambut Ama dan menciumnya lalu beranjak ke perut Ama yang mulai sesikit terlihat membesar.


"Jangan nakal nakal ya sayang nya daddy kasian ibumu daddy slalu sayang kalian semua.."Julian mengelus dan mencium perut Ama dengan gemas.Akhirnya Julian harus bekerja dari rumahnya karena menemani Ama sangat lah penting dari pada pekerjaannya.


Saat bangun dari tidurnya Purnama mencari ke sekeliling kamarnya tak ada Julian dia mencarinya dan mendapati Julian yang tengah menelepon seseorang entah siap yang dia telepon dia tak tau dan Julian melihatnya buru buru dia mengakhiri teleponnya..


Mencurigakan siapa yang Julian telepon..


Namun rasa penasaran Ama pun menghilang berubah dengan rasa mual yang dia rasakan dan dengan cepat Ama berlari ke kamar mandi ruangan itu dan memuntahkan isi perutnya..Julian membuntutinya dari belakang..memijat tengkuk Ama dengan lembut.


...****************...

__ADS_1


***lanjut bab 44 jangan lupa like komen dan vote nya ya


happy reading***


__ADS_2