Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 20


__ADS_3

happy reading


...****************...


Sesampainya di rumah Ama melamun sendiri di kamarnya masih tercium aroma parfum milik suaminya farpum maskulin yang sangat segar baginya namun tak ada sosok penyayang itu di sampingnya.Rumah itu terasa sepi tak ada suara pria menyebalkan itu yang slalu menggoda nyausetiap hari.


Menghilangkan jenuh nya Ama pergi untuk yoga di tempat olah raga tempat dia biasa berolah raga.Dia sempat menelepon Rikha dan mengajaknya tak ada bantahan Rikha menuruti apa yang di minta sang atasan.


Mereka pun ikut olah raga yoga itu dengan khidmat mengikuti pelatih yoga yang sudah tak asing baginya.


Selesai yoga merekapun beristirahat seperti biasa.


"Suami mu sudah berangkat?"tanya Rikha penasaran


"Sudah lah kalo dia ada di rumah mana mungkin aku ada di sini sekarang akubpasti memilih di rumah berilah raga di rumah."jawab Ama panjang lebar.


"lalu bagai mana perasaanmu di tinggalkan suami?"Rikha meminum minuman yang dia bawa di dalam tas dan menunggu jawan Ama.

__ADS_1


"Biasa saja!"padahal dalam hati ada seribu rasa sakit yang Ama rasakan.


"Hahhh kamu itu manusia atau batu si kok bisa bisa nya biasa saja saat suami kamu tidak ada."sindir Rikha membuat Ama melempar saputangan yang dia pakai pada Rikha.


"Ya biasa saja memangnya harus bagaimana?" seru Ama sambil pura pura bersantai."Sudah lah ayo pulang".ajak Ama pada Rikha.


Setelah pulang Ama pun membersihkan tubuhnya yang lengket berendam di dalam air membuat dia sedikit tenang.Saat baru saja selesai mandi suara telepon berbunyi dia bergegas mengangkat teleponnya dan benar saja dugaannya jika yan menelepon nya adalah Julian suami yang barusaja di sadari bahwa dia mencintainya.


"Asaalamualaikum..apa kamu sudah ada di apartemen kamu sekarang?"tanya Ama hawatit terjadi apa apa dengan suaminya.


"Waalaikumsalam sayang...iya aku baru sampai..kamu lagi apa sekarang?aku rindu kamu!.."tanpa rasa sungkan Julian mengungkapkan rasa rindunya.


"Aku baru selesai mandi dan baru selesai sholat.bukan kah di situ sekarang sudah tengah malam?"tebak Ama


"Iya sekarang sudah tengah malam tapi aku rindu kamu seharian aku gak ketemu kamu jadi aku pengen banget denger suara kamu."suara nya terdengar pilu menandakan jika dia merasa kesepian di sana.


"Akuu..aku..aku juga sepi disini gak ada kamu yang slalu godain aku tiap hari..kamu cepet pulang ya jangan lama lama di sana."pinta Ama yang membuat senyum lebar di bibir Julian.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu mencintai Aku?"


"Cinta???entahlah.."tak ingin merasa bingung akhirnya Ama menyuruh Julian untuk istirahat.dan merasa lelah Julian pun tidak menolaknya dan memilih mematikan sambungan telepon nya.


Pagi hari Ama telah bersiap dengan pakaian lengkapnya tak lupa pula dia menenteng tas kecil nya yang slalu dia bawa.hari minggu ini dia akan menemui mertuanya dia ingin ke rumah mertua nya.


Sesampainya di sana tante Amrita telah menyambutnya dia senang menantunya datang ke rumah nya , banyak hal yang mereka bicarakan dari mulai sarapan bareng bercerita seperti layaknya ibu dan anak kandung.


"Oh ya nak gimana kamu sekarang apa kamu sudah ada tanda tanda hamil?"tante Amrita yang bercita cita memiliki cucu pun langsung bertanya pada Ama.


"Eemmmhh belum ma..aku belum hamil.."bercerita sesungguhnya bahwa dia belum selalipun di sentuh Julian tak mungkin atau bercerita bahwa dia belum bisa mengungkapkan rasa cinta nya pada Julian itu sebuah kemustahilan.


"Hmmm padahal mama pengen banget punya cuci.."


...****************...


***lanjut eps 21

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya ya


happy reading***


__ADS_2