Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 6


__ADS_3

happy reading


...****************...


Setelah mematikan sambungan telepon nya Ama pun melajukan mobilnya menuju rumah tante Amrita yang kemarin dia kunjungi saat mengantarkan tante Amrita pulang.


Sedangkan di rumah sang tante seorang pria tampan nan gagah dengan pakaian kesual nya telah bersiap untuk peri.


"Ayo mah aku udah siap."Julian berkata sambil berjalan menghampiri sang mama.


"Tunggu dulu seseorang belum datang dia akan ikut kita."sembari celingukan keara pagar besi yang ada di depan rumahnya berharap orang yang di tunggu tiba.


"Siapa mah?"tanya Julian


"Udah pokoknya nanti mamah kenalin deh."sambil duduk kembali di kursi yang berada di ruang tamu depannya.


Beberapa saat kemudian Ama pun datang dengan mengendarai mobil sport kesayangannya.tergesa gesa dia turun dan menghampiri rumah tersebut.Sesampainya di depan pintu telah di sambut dengan hangat oleh sang tante dari dalam rumah.

__ADS_1


"Hai sayang akhirnya kamu datang juga."sambil tersenyum dan cipika cipiki terhadap Ama.


"Iya tante maaf saya terlambat."seru Ama sambil meminta maaf.


"Tidak apa apa nak, toh kita belum berangkat juga. oh iya tante sampe lupa."menengok dan menarik tangan putra nya siapa lagi jika bukan Julian."kenalin ini putra tante namanya Julian."sambil menyuruh putranya mengulurkan tangan.


Dengan sedikit paksaan Julian pun mengulurkan tangannya namun saat melihat wanita di depannya dia tersentak dan sontak langsung angkat bicara.


"Loh nyonya Purnama bagai mana bisa anda disini?"Julian bingung dengan kehadiran Ama di rumahnya dia tidak tau jika Ama mengenal ibunya.


"Loh loh kalian udah saling kenal?"sambil liat kanan kiri ke arah depan anaknya dan Ama.


"Iya mah Julian kenal sama nyonya ini dia klien baru perusahaan kita dan baru kemarin aku bertemu dengan dia saat meeting di restoran."jelas Julian panjang lebar.


"Ohh syukur deh kalo kalian udah saling tau kalo gitu ayo kita berangkat. oh iya kita satu mobil aja biar mobil Purnama di simpan di sini aja ya gak papa kan?"melirik Ama meminta persetujuan darinya.


"Iya tante tidak apa apa kok."bingung harus menjawab apa akhirnya Ama mengiyakan kemauan si tante.

__ADS_1


Akhirnya mereka menaiki satu mobil mobil yang mewah milik Julian dengan Julian yang menyetir dan tante Amrita dan Ama di belakang.layaknya supir pribadi yang mengantarkan dua majikannya.


Di dalam mobil hanya ada keheningan hingga suara Julian pun memecah keheningan.


"kita akan berbelanja dimana mah?"sambil fokus pada jalanan yang sudah sedikit macet.


"kita ke moll aja ya.sambil mama mau belanja kebutuhan sehari hari juga."perintah sang mama sudah bagaikan perintah seorang presiden dengan tanpa bantahan langsung saja di turuti Julian.


Sedangkan Ama dia hanya diam menuruti semua kemauan sang tante.terbesit sedikit penyesalan kenapa dia harus mau pergi ikut dengan sang tante namun apa lah daya dia tak mampu berkata apa apa lagi.


Mobil pun berhenti di salah satu moll terbesar di sana memilih tempat parkir yang agak dekat dengan pintu keluar agar memudahkan saat nanti pulang saat parkiran moll penuh nanti siang.


...****************...


**lanjut bab 7 makin seru deh pokoknya jangan lupa like dan komennya ya supaya jadi pembelajaran buat othor nya..


happy reading**

__ADS_1


__ADS_2