
happy reading
...****************...
"Bagai mana keadaannya dok apa yang terjadi dengan istri saya dokter?"dokter di cecar dengan pertanyaan oleh Julian dan membuat sang dokter tersenyum dengan keadaan yang biasa dapatkan dari keluarga pasien
"Anda tidak perlu khawatir pak istri anda tidak apa apa kok ini wajar terjadi terhadap wanita hamil."kalimat itu membuat Julian dan mama Amrita tak percaya.
"Apa doktet hamil?istri saya hamil dokter.."seolah tak percaya Julian kembali menenyakan kebenarannya pada dokter.
"Ya benar usia kandungan nya baru 4 minggu dan usia kandungan ini harus benar benar di jaga tidak boleh terlalu kecapean dan juga banyak beban fikiran jadi saya sarankan untuk pasien istirahat total dulu sebelum usia kandungannya mencapai empat bulan."
Dengan hati bahagia Julian berterima kasih kepada dokter dan langsung saja masuk ke dalam ruangan rawat Ama.
Terlihat wajah Purnama yang pucat. terbaring lemah tanpa membuka mata.
Mama Amrita pub ikut masuk setelah dia berbincang dengan dokter.
__ADS_1
"Biarkan dia istirahat nak.kasian dia pasti kelelahan.."seru mama Amrita sembari mengelus pucuk rambut Purnama.
"Iya ma aku akan menemaninya."Julian memegang tangan Ama dan sesekali mencium punggung tangannya.
Merasa lelah mama Amrita berpamitan dia akan pulang dan membiarkan Ama beriatirahat di rumah sakit di temani Julian.mama Amrita berpamitan dan berlalu pulang.
Saat setelah mengantar mama Amrita Julian melihat Ama yang telah membuka mata nya dan tersadar sepenuhnya.
"Sayang kenapa aku ada disini..."Ama melihat sekeliling nya bukan kamarnya dan terdapat selang infus yang menancap di tangannya.
"Tadi kamu pingsan sayang jadi aku bawa kamu ke rumah sakit aku takut tetjadi apa apa dengan kamu.tapi ternyata.."Julian menghentikan kata katanya membuat Ama penasaran.
"Ternyata...ternyata kamu hamil sayangg..."ucap Julian sambil dia tersenyum bahagia dan mendapatkan balasan tangis bahagia dari Purnama juga..
"Aku hamill alhamdulilah ya alloh aku bahagia sekali terima kasih ya alloh telah menpercayai ku lagi."Purnama menangis tanda bahagia.
"Iya kamu telah memberikan aku kebahagiaan yang sangat besar sayang"Julian mencium pucuk rambut Purnama dan beralih mencium perut Purnama seakan sang anak dalam kandungan istrinya tau jika sang ayah menciumnya.
__ADS_1
"Kamu harus istirahat total dulu sayang jadi untuk beberapa hari ini kamu tidak usah ke kantor dulu ya biar aku yang mengecek kantor setiap hari lagian ada Rikha juga bukan.."pinta Julian pada Purnama.
"Iya si tapi nanti kamu cape gimana dong.."seru Purnama takut suaminya kelelahan.
"Gak apa apa kok sayang aku ikhlas asalkan kamu bisa istirahat dulu di rumah.." pinta Julian lagi ..
"Baik lah kalau begitu..aku akan menurut saja."Purnama di peluk oleh Julian.
...****************...
Tiga hari Purnama di rawat di rumah sakit dan selama itu juga Julian dengan setia melayani Ama dengan baik dia tidak mengijinkan istrinya melakukan apa pun sendiri.
Akhirnya Purnama pulang dengan telah di sambut kedua orang tua juga anak anak nya tak lupa puka mama Amrita yang tengah bahagia dengan kehamilan menantunya.
"Kamu harus banyak istirahat nak jangan terlalu cape jangan bekerja dulu sebelum usia kandungan kamu empat bulan ya.."pinta mama Amrita pada Purnama dan mendapati anggukan dari Ama.
...****************...
__ADS_1
***lanjut bab 41 jangan lupa kasih like komen dan vote nya ya.
happy reading***