Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 46


__ADS_3

happy reading


...****************...


Pelayan itu pun mengantarkan minuman Ama dan menaruhnya di meja dan Mira entah lah saat pelayan itu datang membawa lemon dia pergi menghilang entah kemana.


"Heehhh tunggu siapa yang menyuruhmu menggunakan lemon di atas minuman ku "tanya Ama pada sang Ob.


"Maaf bu tadi ada seseorang yang menyuruh saya menggunakan lemon untuk minuman ibu.."jelas sang Ob dan kembali membawa nampan yang dia pakai tadi untuk membawa minuman Ama.


Ponsel Ama berdering mama Amrita nama yang tertera di posel Ama.dengan sekejap Ama mengangkatnya..


"Asalamualaikum ma.."sapa Ama dari teleponnya.


"Waalaikumsaalam nak kamu dimana mama ke rumah kok kamu gak ada.."tanya Mama Amrita.


"Maaf ma aku di kantor..mama ada bisa aku bantu.."seru Ama.


"Ya ampun nakk kamu bisa pulang dulu tidak.?ada sesuatu yang ingin mama bicarakan nak."perintah Mama Amrita.


"Ohh baik lah mah aku akan pulang tapi sebentar ya ma ada berkas yang harus aku selesaikan dulu..sebentar saja.."pinta Ama.

__ADS_1


"Baik lah nak mama akan tunggu kamu di rumah.."seru mama Amrita dan mengakhiti teleponnya.


Karena merasa tenggorokannya kering Ama pun meminum minuman yang di bawa pelayannya tadi hampir setengah minuman itu habis Ama minum.dan kembali ke berkas berkas yang sedang dia kerjakan.


10 menit kemudia Ama merasa perutnya keramdia pergi ke sofa membaringkan dirinya dan tak ada hasil apa pun namun keramnya masih saja ada.


"Sebaiknya aku segera pulang mungkin aku kelelahan."Ama bermonolog sendiri di dalam ruang kantornya dan pergi meninggalkan ruangannya untuk pulanh..


Saat di jalan keramnya semakin menjadi perut nya terasa melilit dan sakit. Ama mencoba menelepon Julian namun tak ada jawaban.Dengan cepat Ama melajukan mobilnya menuju rumah dan sampailah Ama di depan pintu rumahnya.


Ama memegangi perut nya yang keram usia kandungannya telah mencapai 3 bulan dan keram itu terus saja terasa semakin sakit..


"Asalamualaikum mahh.." sapa Ama.


"Waalaikumsalam nak kamu sudah pulang..loh sayang kamu kenapa kok kamu kaya kesakitan begitu.."tampak ke khawatiran mama Amrita.


"Maa tolonginn aku ma perut aku sakit..."Tubuh Ama limbung dan untung saja mama Amrita segera mennagkup tubuh Ama dan Ama semakin kesakitan..


"Ya alloh kamu kenapa nak,," sambung mama Amrita khawatir.


"perutku sakit maa.."dari dreess yanga Ama kenakan nempak darah segar mengalir di kakinya dan mama Amrita yang melihatnya panik dan segera membawa Ama ke rumah sakit.

__ADS_1


"Astagfirulloh nak darahh kenapa kamu pendarahan seperti ini.."tanpa berpikir panjang mama Amrita membawa Ama ke rumah sakit dengan supir pribadinya.


"Sakit ma..sakitt.."Ama terus mengaduh dan membuat Amrita semakin panik.


"Tenang lah nak tenang mama akan bawa kamu ke rumah sakit tenanglah tidak akan terjadi apa apa sama kamu nak.."seru mama Amrita dengan Ama yang di dalam pelukannya..


Tiba tiba tubuh Ama melemas dia pingsan tak sadarkan diri membuat mama Amrita semakin panik.


"Pak cepetan pak bawa mobilnya pak.."mama Amrita semakin panik saja mobil pun sampai di depan sebuah rumah sakit terdekat.


Ama di bawa di atas blankar dan di bawa ke ruangan IGD mama Amrita menunggunya di luar dan telah menghubungi Julian dan menunggunya datang.


Dan Julian pun datang dia tak kalah khawatirnya dengan mama Amrita takut terjadi sesuatu dengan istri dan calon anaknya.


...****************...


***lanjut bab 47


jangan lupa like komen dan kasih vote nya ya


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2