Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 14


__ADS_3

happy ******reading******


...****************...


Ama masih mencerna kondisinnya saat ini berusaha meyakinkan bahwa ini semua mimpi namun melihat Julian dia ingat bahwa semua ini kenyataan Ama tak sanggup lagi menahan air mata yang lolos begitu saja dari sudut matanya.


"Tuhan rencana apa lagi ini.belumkah semua dosaku luntur dengan semua penderitaan ku di masalalu masihkah ada seribu dosa yang aku lakukan sehingga semua ini terjadi padaku..ampuni aku hentikan semua ini aku slalu menunggu keadilanmu aku slalu menunggu kebahagiaan darimu maafkan atas segala kesalahanku tuhan.biarkan aku bahagia dengan apa yang aku inginkan.."hati Ama menjerit saat dia mengingat nasihmb dirinya sekarang apa yang akan di katakan keluarganya nanti saat tau dia menikah karna terpaksa lagi.


Tersengar suara pintu kamar terbuka Ama mencoba tidur tanpa melihat ke arah Julian..Julian mengerti dengan keadaan itu dia memilih untuk keluar kamar dan mengerjakan apa yang harus dia kerjakan menyuruh asisten pribadinya untuk mwbgantarkan semua pakaiannya ke rumah Ama dan mengantarkan semua berkas ke rumah Ama agar dia bisa bekerja dari rumah Ama sementara.Setelah itu dia menyediakan makanan untuk Ama dan dirinya.


Semua sudah siap Julian di batu oleh asisten rumah tangga Ama menyiapkan semuanya bahkan pakaian yang baru saja datang di taruh asisten rumah tangga Ama di kamar dengan satu lemari dengan milik Ama tau bahwa pria itu suami dari Ama sekarang.

__ADS_1


Ama terbangun dan turun dari kamarnya melihat Ama turun Julian tersenyum dan mengajak Ama untuk makan..meskipun tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Ama Julian tetap setia mengambilkan makanan untuk Ama.


"Aku suapin ya."sambil menyodorkan makanan ke mulut Ama.


"Aku bisa sendiri.makan lah tidak usah sok baik padaku semua ini karena kamu aku ada di posisi ini karena kamu."kalimat yang cukup membuat hati Julian sakit namun tak membuat Julian murung ataupun marah.


Hari pun berganti malam sang mentari telah menyembunyikan dirinya berganti dengan rembulan yang indah.Saat hendak tidur Julian terlihat bingung dengan keadaan sekarang apa yang harus dia lakukan harus dimana dia tidur.Dia melihat sofa yang ada di sudut kamar saat hendak tidur suara Ama membuat Julian enggan untuk melanjutka aktifitas nya saat ini.


"Terima kasih kamu sudah sudi berbagi tempat tidur denganku."Julian tersenyum menerima semua ini meskipun belum sepenuh nya Julian mencintai Ama namun dia yakin bahwa dalam hati nya terdapat rasa cinta sejak pertama dia bertemu dengan Ama.


Mereka pun tertidur dengan saling memunggungi satu sama lain.

__ADS_1


...****************...


Pagi pagi sekali Ama telah siap dengan pakaian ke kantornya memoles wajahnya dengan sedikit make up yang yang membuat Ama terlihat cantik.


Sedangkan Julian baru selesai mandi dan akan bersiap melanjutkan aktifitasnya untuk ke kantor.


...****************...


***bantu like dan komen ya kakak kakak readers baik...


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2