
happy reading
...****************...
Para penjaga itu kembali memukul Julian membuat Julian mengerang menahan sakit di perut nya..
"Lihat lah apa yang akan aku lakukan pada istri mu.."Ucap penjahat itu..
Penjahat itu menarik rambut Purnama dan penampar Purnama berkali kali terlihat hidung Purnama mengeluarka darah segar Purnama terlihat lemah entah berapa kali dia di tampar oleh wanita itu..
"Ambilkan aku pemukul aku akan pukul perut wanita ini agar dia merasakan bagai mana rasanya anak dan istrinya di sakiti seperti dia menyakiti hati anakku.."Wanita itu mengambil pemukul dari kayu hendak memukulkannya ke perut Purnama.
Namun tiba tiba datang lah polisi menodongkan pistol ke kepala wanita itu dan para penjaganya..
"Jangan bergerak atau kau akan aku tembak..jongkok.."Dengan kedua tangan di angkat ke atas wanita itu dan para penjaganya menunduk..
Julian pun di bangunkan oleh seorang polisi dan Julian pun terbangun dan segera menghampiri Ama yang pucat...
Julian melepas tali pengikat Ama dan kursi itu juga lakban yang menempel di mulut Ama dengan hidung yang terus mengeluarkan darah Ama memeluk Julian.
__ADS_1
"Kami akan membawa penjahat ini ke kantor polisi.."seru polisi itu sambil menggiring para penjahat.
"Silahkan pak terima kasih atas segala bantuannya.."ucap Julian..
"Sama sama pakk.."Polisi itu pun berlalu pergi meninggalkan Ama dan Julian..
Julian memapah Ama yang lemah keluar dari gedung namun belum sampai Ama dan Julian menghampiri mobilnya Purnama merasakan perutnya yang teramat sakit dan air ketuban yang membanjiri pijakan Ama...
"Aahh sakit..."Teriak Ama dan Julian pun panik dia melihat air ketuban itu keluar sangat banyakk..
"Kamu tahan ya sayang kita ke rumah sakit sekarang."dengan tenaga yang masih tersisa Julian membopong Ama menghampiri mobilnya dan memasukan Ama ke dalam mobil ..
"Sabar ya sayang sabaarr sebentar lagi kita sampai..."Julian semakin gusar melihat cairan bening bercampur darah keluar dari jalan lahir Purnama..
Sampailah mereka di sebuah rumah sakit yang dekat dengan tempat kejadian tersebut.Ama langsung di bawa Julian dan suster menuju ruang persalinan.
Julian sempat menelepon mama Amrita menyuruhnya membawa segala keperluan melahirkan mama Amrita pun tampak hawatir dengan terburu buru dia mengambil barang yang Julian butuhkan..
Dokter memanggil Julian untuk masuk.
__ADS_1
Julian pun mengikuti perintah dokter dan terlihat Ama yang masih mengerang kesakitan..
"Tuan Julian pembukaannya baru pembukaan enam saya minga anda untuk menemani istri anda di sini dan menenangkan istri anda..sedangkan kami akan mempersiapkan untuk istri anda melahirkan.."perintah dokter pada Juliann..
"Baiklah dok saya mohon berikan yang terbaik untuk istri saya dok.."seru Julian memohon..
"Baik tuan."jawab sang dokter..
Julian menemani Ama yang masih merasa sangat kesakitan..dia mencoba menenangkan Ama dia mengelus elus perut Ama dan mencium kening Ama dengan rasa hawatir...
Mama Amrita datang dia masuk ke dalam ruang bersalin dan melihat Ama yang nampak sangat kesakitann..
"Sayangg ini mama nakk kamu tenang ya jangan hawatir seperti itu semua akan baik baik saja dan kamu akan segera melihat anak kamu sayang..."Ucap mama Amrita menghibur hati Ama namun Ama masih sangat merasa kesakitan.
Beralih pada Julian mama Amrita menanyakan tentang wajah Purnama dan Julian yang lebam..
...****************...
***jangan lupa like komen dan vote nya ya..
__ADS_1
happy reading***