Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 53


__ADS_3

happy reading


...****************...


"Ayo dong sayang ini kan demi kamu dan anak kita ya mau ya buat ke dokter.."bujuk Julian terhadap Ama.


Dengan terpaksa Ama mau periksa ke dokter.mereka pun telah sampai di depan sebuah rumah sakit terkenal di kota itu dan mendaftarkan diri Purnama dan menunggu di ruang tunggu.


"Nyonya Purnama."Panggil seorang suster Julian pun memapah Purnama masuk ke dalam ruang periksa..


"Siang nyonya"Sapa dokter Kartika dokter yang slalu menangani Purnama saat dia memeriksakan kandungan nya..


"Siang dokter."Sapa Ama kembali.


"Silahkan.."Dokter menyuruh Ama untuk berbaring dan Ama pun menuruti apa yang di perintahkan sang dokter.


"Bayi nya baik baik saja dan detak jantung nya juga baik...untuk persalinan nya saya akan tulis kan apa saja persiapan nya dan apa saja yang di butuh kan saat melahirkan nanti.."Jelas dokter..


"Saya akan melakukan USG mari ikut saya.."pinta dokter dan mendapatkan penolakan dari Ama..

__ADS_1


"Tidak tidak dokter tidak perlu saya ingin semua nya menjadi kejutan bagi kami jadi saya tidak mau untuk USG dokter."Jelas Ama.dan dokter pun menuruti apa permintaan pasiennya itu.


"Baiklah saya akan memberikan resep untuk vitamin yang harus di abil."


"Baik dokter terima kasih.."Ucap Julian dan menerima resep dari dokter berlanjut untuk menebusnya di apotik.


...****************...


Dua bulan berlalu kandungan Ama menginjak sembilan bulan.Julian sangat was was dengan kandungan istrinya yang sebentar lagi agan melahirkan. Sehingga Julian tak berani meninggalkan Ama jauh.


Pagi ini Purnama sedang berolah raga berjalan jalan kecil di halaman rumahnya.....


"Semakin hari rasanya jadi berat sekali sampe sampe aku kewalahan untuk berjalan pun"Keluh Ama pada Julian sambil dia memegangi perut dan pinggangnya..


"Aku benar benar hawatir saat harus menghadapai kamu yang akan melahirkan nanti.."seru Julian..


"Kenapa harushhawatir yang akan melahirkan kan aku bukan kamu...hihii.." Ama malah menggoda Julian membuat Julian mengerucutkan bibirnya..


"Tentu saja aku khawatir kamu kan istri ku dan akan melahirkan anakku jika terjadi apa pun dengan mu aku tak bisa membayangkan akan seperti apa aku.."Jelas Julian.

__ADS_1


"Iya iyaa aku mengerti kok kamu doa kan saja agar aku dan anak kita selamat dan baik baik saja Aammiinnn..."


"Aammiinnn.."jawab Julian."Aku akan ambilkan minum untuk kamu tunggu sebentar ya.."seru Julian..


"Baik lahh.."Jawab Ama santai..


Julian pun masuk ke dalam rumah untuk mengambi minum untuk Ama.


Namun saat kembali Julian tak menemukan Ama yang tadi berolah raga di depan gerbang rumah..


Julian mencari Ama ke seluruh ruangan dan sisi rumah tak ada Purnama di mana mana.hingga suara ponsel Julian berdering Julian mengangkatnya dan nomor tak di kenal yang Julian terima..


"Jika kamu ingin istri dan calon anak mu selamat maka datang lah kamu sendiri ke sebuah rumah kosong yang ada di pinggir kota sendiri jangan berani berani kamu libatkan polisi atau pun orang lain dan bawalah uang tebusan sebesar 6 miliar.."Sontak itu membuat Julian terkejut dan panik saat hendak menjawab telepon itu terputus dan Julian semakin merasa khawatir tanpa berpikir panjang Julian mengambil kunci mobil di dalam rumahnya untuk mencari keberadaan Purnama.


...****************...


***jangan lupa like komen dan vote nya ya


happy reading***

__ADS_1


__ADS_2