
happy reading
...****************...
"bagai mana hasilnya dokter.?"tanya mama Amrita.
Dokter menerima catatan hasil pemeriksaan Ama dan membacakannya
"Hasilnya baik bu sangat baik..namun mungkin karena terlalu kecapean membuat rahim nyonya Ama tak berfungsi maksimal."jelas dokter
"Bersabar lah bu jika tuhan telah mentakdirkan nyonya Purnama seorang anak lagi pasti akan terjadi."suara dokter pun membuat Ama merasa sendu dokter pun menyarankan hal itu kenpa mertua nya tidak berfikir ke situ dia juga sama sama perempuan kenapa slalu mendesaknya.
Mereka pun pulang dalam perjalanan mama Amrita terus berusaha menekan Ama.
"Mama akan tunggu hasilnya 2 bulan jika ternyata kamu belum hamil juga mama akan memaksa menikahkan Julian dengan wanita lain."tegas mertua nya Ama.
"Baik lah mah jika itu keputusan dan mau nya mama aku akan terima setelah dua bulan."Ama pasrah dengan Keadaannya setelah dua bulan ini jika dia tidak bisa memberikan mama Amrita cucu.
__ADS_1
...****************...
Malam hari Purnama dan Julian tengah menonton tv di ruang keluarga Ama hanya melamun dan tak fokus dengan yang dia tonton.Hingga suara Julian memecah lamunannya.
"Sayang..."panggil Julian dan membuat Ama terkejut.."kamu kenapa apa yang kamu fikir kan bicaralah.."
"Mama memberiku waktu dua bulan dan dalam waktu itu aku tak bisa hamil juga dia akan menikahkan mu dengan wanita lain.."air mata Ama tak mampu Ama bendung dia menangis meratapi dirinya yang akan merasakan sakitnya di tinggalkan lagi yang ke tiga kali nya seperti masa lalu nya.
"Astaga apa apaan mama.."Julian hendak menelepon mama nya namun Ama mencegah dan memilih untuk tidur mengistirahatkan tubuh nya yang lemah mencoba melupakan semua masalahnya.
...****************...
Julian dan Ama turun dari kamar dan hendak sarapan.namun tiba tiba Ama berlari ke kamar mandi dan muntah secara tiba tiba entah kenapa rasanya kepalanya sangat pusing membuat dia memuntahkan isi perutnya.
Julian membuntuti dari belakang memijat lembut tengkuk Ama yang tengah muntah.setelah selesai Julian pun nampak hawatir.
"Kamu kenapa sayang wajah kamu pucat sekali.."tanya Julian dengan hati gelisah.
__ADS_1
"Aku gak papa kok mungkin aku cuma kecapean aja sayang.."elak Ama yang merasakan sakit di kepalanya.
Saat hendak pergi kembali ke meja makan tubuh Purnama tak dapat lagi menahan rasa sakit di kepalanya Purnama jatuh pingsan dan sontak membuat Julian terkejut dan hawatir akan kondisi sang istri..
"Ama Ama sayang bangun sayang.."Julian menepuk pipi Ama dan tak ada jawaban sama sekali.
Akhirnya Julian membawa Ama ke rumah sakit dan memeriksakan Ama.Saat Ama di periksa dokter mama Julian datang karena mama Parida sedang tidak ada di Jakarta jadi dia tak bisa menemani putrinya di rumah sakit.
"Bagai mana keadaannya bagai mana ini bisa terjadi?" pertanyaan itu langsung meluncur dari mulut mama Amrita.
"Tenang lah mah dokter sedang menanganinya."sahut Julian yang sebenarnya dia juga sangat hawatit dengan kondisi istrinya yang tiba tiba pingsan.
Tak berselang lama seorang dokter pun keluar dengan di buntuti seorang suster.
"Keluarga pasien Purnama." panggil suster tersebut yang membuat Julian langsung berdiri dan menghampiri nya.
...****************...
__ADS_1
***lanjut bab 40 kasih like komen dan vote nya ya..
happy reading***