Purnama Menunggu

Purnama Menunggu
bab 9


__ADS_3

happy reading


...****************...


Rikha pun pergi meninggalkan mereka berdua dan itu di jadikan kesempatan oleh Julian untuk bisa bicara empat mata dengan Ama.


"Apa anda masih marah dengan saya.ada sesuatu hal yang ingin saya katakan. mama saya sakit dia selalu menyebut nama anda dan dia ingin sekali bertemu dengan anda dan meminta maaf terhadap anda.bisakah anda datang untuk menemuinya sekali saja?"wajah memelas Julian pasang saat itu berharap wanita yang di hadapannya mau menuruti apa mau nya.


"Jadi anda sengaja menyuruh Rikha pergi dengan begitu anda bisa bicara dengan saya berdua?..dasar licik!!tolong anda bilang pada ibu anda saya telah memaafkannya dan untuk menemuinya maaf saya belum sanggup mengingat kembali masalalu kelam saya sungguh menyakitkan."tegas Ama tanpa menoleh pada Julian.


"Saya mohon dengan sangat tolong maafkan kami.maafkan atas kelancangan kami biarkan saya yang menebus semua kesalahan itu jangan ibu saya.saya tidak tega melihat ibu saya sakit seperti itu saya mohon kali ini saja beri ibu saya kesempatan kedua.!"Ama berfikir sejenak...


"Baiklah saya akan ke rumah anda nanti sore sepulang kerja."belum juga Julian berterima kasih Rikha datang dengan laptop yang di perintahkan Julian untuk dia bawakan.Yang entah untuk apa Julian memerintah untuk membawakannya yang jelas sebenarnya Julian hanya ingin berbicara berdua dengan Ama.


...****************...

__ADS_1


Jam menunjukan pukul empat sore.Setelah pertemuan nya dengan Julian di restoran Ama lalu kembali lagi ke kantor berkutat kembali dengan berkas dan laptopnya.Saat karyawan kantor bubar Ama pun ikut pulang dan sesuai denga janjinya Ama pun pergi ke rumah Julian.Saat dijalan dia menyempatkan waktu membeli buah buahan segar di supermarket dekat rumah Julian.


Mobil Ama pun terparkir di rumah Julian Ama menekan bell rumah Julian.


ting tong ting tong


terdengar sura bell berbunyi asisten rumah tangga Julian pun membukanya dan menyambut kedatangan Ama.


Tak berselang lama turunlah sang pemilik rumah Julian dari dalam kamarnya tau jika yang datang adalah tamu yang sangat ibundanya tunggu.


"Terima kasih kamu sudah mau datang.ayo aku antarkan ke kamar mama."Ama hanya membuntuti Julian tanpa berkata apapun.


pintu kamar di buka perlahan dari balik pintu terlihat seseorang yang terlihat murung dan terbaring lemah.Tante Amrita melihat siapa yang datang alangkah terkejutnya saat tau jika Ama yang datang.Buru buru dia bangkit dari tidurnya berniat untuk menghampiri Ama.


"Sudah tante tidak usah bangun biar Ama saja yang disini temenin tante."sambil menyunggingkan senyum manisnya yang terlihat jelas oleh Julian.

__ADS_1


Cantik...batin Julian namun buru buru dia menghilankan pemikiran itu dengan menggelengkan jepalanya.


"Maafkan tante nak yang telah lancang sama kamu maaf kan atas semua kesalahan tante.hiks hiks hikss..."


"Sudah lah tante aku sudah memaafkan tante kok aku juga ingin tante tidak membahas itu lagi aku sudah melupakannya kok tante."seru Ama sambil tersenyum berharap mampu membuat tantr Amrita senang dan berhenti menangis.


Terlihat rona bahagia di wajah Julian saat tau sang ibu tersenyum kembali bahagia dia sadar hanya wanita ini yang mampu mengembalikan senyuman di bibir nya sang ibu.


...****************...


Setelah pulang dari rumah Julian Ama bergegas ke kamarnya membersihkan diri dan beristirahat.


Keesokan harinya sesuai dengan jadwal yang kembali di atur Rikha dia dan Julian akan meninjau proyek baru mereka pagi pagi Ama dan Rikha tengah bersiap dengan rapi di depan kantor nya.


...****************...

__ADS_1


jangan lupa like komen dan **dukungannya ya kakak kakak readers yang baik...nexs bab 10


happy reading**


__ADS_2