
happy reding
...****************...
"iya bersiaplah kamu dan suami kamu untuk acara kita satu bulan lagi."
Ama pasrah dengan keputusan sang ibu dia memilih mengiyakan agar ibunya tak merasa malu.Ama pun pulang dengan Rikha meninggalkan kota Bandung.
Sesampainya di rumah Ama langsung saja berustirahan dan Rikha jangan tanya Rikha dia pulang dengan di antar sopir Ama.
Hari hari Ama lalui sendiri bekerja ke rumah bekerja kerumah dan itu yang terus Ama lakukan.
Tiga minggu berlalu Ama slalu menunggu dan menunggu janji yang di berikan Julian untuk dia pulang menahan rasa rindu dan menyimpan semua kerinduannya menunggu sang pujaan pulang.
Dan Julian dia berjanji akan pergi selama dua minggu namun 3 minggu sudah dia berada jauh dari Ama.
Malam itu dengan kesal Ama menelepon Julian dia seolah ingin meluapkan kekesalannya pada Suaminya.
Tut tut tut
tak ada jawaban slalu begitu saat dia akan menelepon Julian Ama berfikir yang tidak tidak dia berfikir mungkin Julian tengah bersama dengan wanita lain berpacaran atau bahkan lebih fikirannya semakin kalut tak karuan.
__ADS_1
Buru buru dia membuang prasangka buruk itu dia berusaha untuk tidur namun semua itu tak bisa dia malah semakin terjaga.
"Apa ini kenapa ini seharian ini Julian tak ada meneponku" Ama bermonolog sendiri bingung dengan keadaan suaminya.
Hingga pagi menjelang dia belum juga tidur dia masih terjaga.Waktu menunjukan pukul empat pagi dia lebih memilih untuk bersiap berangkat bekerja.
Ama berangkat dengan hati lemas menunggu janji yang slalu dia dapati tak kunjung benar terjadi.
Suara ponsel berdering Julian itu yang tertulis di handphone Ama.
Ama menginjak rem mobilnya di tepi jalan mengangkat telepon dari suaminya.
"Hhmmm"Ama menjawab dengan gumaman tanpa berkata.
"Tidak apa apa ada apa telepon aku jika hanya ingin mengiming imingiku dengan janji akan pulang sebaiknya urungkan niat kamu untuk berbicara dengan ku."sindir Ama yang kesal.
"Hhmmm sabar dong sayang aku belum selesai dengan pekerjaanku aku mohon maafkan aku ya jangan marah"pinta Julian dari sebrang telepon.
"Sudah lah aku harus berangkat bekerja sekarang."potong Ama dan mematika teleponnya tanpa berbicara lagi.
Kesal ya Ama sangat kesal dengan Julian.
__ADS_1
Ama sampai di kantor dia akan mulai bekerja meskipun meskipun dia tengah kesal.
Saat sampai di dalam kantor Ama mendapati karyawannya yanv bertengkar dengan Rikha saling jambak saling pukul mereka lakukan hingga penampilan mereka pun berantakan tak karuan sudah seperti anjing dan kucing.
"Stop stop stop.apa apaan kalian bertengkar di kantor saya hah"bentak Ama pada Rikha juga karyawan satunya lagi.
"Dia yang duluan bu dia merebut pacarku."seru karyawan uang menjadi lawan Rikha.
Mereka bisa di pisahkan dengan di tarik oleh karyawan lainnya.
"Sudah saya tidak mau mendengar apapun kalian ikut saya ke ruangan hrd sekarang juga."Ama semakin marah emosinya memuncak samapai ubun ubun.
Masuk ke ruangan HRD Ama duduk di kursi sofa dan di berikan anggukan tanda hormat dari sang HRD tak lupa Rikha dan lawannya membuntuti dengan pakaian dan penampilan yang acak acakan.
"Kalian kemari mengahadap saya."seru Ama marah besar.
"Apa yang kalian lakukan.kalian ingin membuat saya malu kalian ingin mencemarkan kantor ini hahh...kamu Dita kamu HRD disini apa kamu tidak dengar kerubutan di depan hah apa telinga kamu tertutupi.."
...****************...
***lanjut bab 26 jangan lupa like komendan vote ya
__ADS_1
happy reading***