
happy reading
...****************...
"Apa yang terjadi ma kenapa Ama bisa seperti ini.tadi waktu aku meeting ada beberapa panggilan tidak terjawab jadi ini yang akan Ama kasih tau ke akau ma"ke khawatiran nampak jelas di wajah Julian dia sangat takut terjadi suatu hal buruk dengan istrinya dia pun merutuki kesalahannya dengan tidak mengangkat telepon istrinya.
"sudah sayang kita berdoa agar mereka berdua selamat."pinta mama Amrita.
Meraka menunggu lama dan keluar lah seorang suster dengan masker yang tertutup menutupi seluruh wajah nya dia miriipp dengann..sudah lah lupakan saja...pikir Julian dalam hati.
Dan keluar lah dokter memanggil Julian untuk mengahadapnya.
"Dokter gimana keadaan istri dan calon anak saya dok apa mereka baik baik saja?:"tanya Julian tak sabaran.
"Maaf pak dengan berat hati saya harus mengatakan bahwa janin dalam kandungan istri anda tak dapat kami selamatkan.."
deggg
__ADS_1
hati dan jantung Julian seakan berhenti berdetak dia tak mampu menahan badannya dan jatuh tersungkur ke lantai meratapi nasib istrinya yang harus kehilangan calon buah hatinya.
"Gak mungkin dokter ini gak mungkin dokter pasti salah periksa kan dok ayo dokter kembali lagi periksa keadaan calon cucu saya dan menantu saya dok ayo dokterf.." mama Amrita menangis tak percaya dengan semua ini.baru saja dua bulan lalu dia berdiri disini menunggu dokter mendapatkan kebahagiaan dan sekarang dia harus kehilangan semua harapannya.
Dokter pun berlalu pergi Julian pun masuk ke dalam ruangan Ama yang nampak Ama telah sadar.
"Julian kamu kenapa kenapa kamu menangis..bayi ku bayi ku tidak apa apa kan Sayang.."tanya Ama sembari dia memegangi perutnya..
"Sayang kamu sabar yaa kamu harus kuat.."seru Julian menguatkan Ama.
"Apa maksudnya Sayang apa Jawabb Apa.." Ama setengah membentak Julian dan Julian menunduk hingga suara mama Amrita yang terdengar marah.
"Maafin Ama ma Ama.."Belum sempat Ama berbicara mama Amrita pergi meninggalkannya..
"Julian apa benar aku keguguran jawab aku Julian.."tanya Ama menangis.
Julian menganggukan kepalanya dan seketika itu Ama menangis tak tertahankan dan membuat Julian memeluknya..
__ADS_1
"Sabar sayang kamu harus ikhlas kamu harus kuat sayang..."pinta Julian kepada Ama.
Tubuh Ama pun lemas kembalu Ama kehilangan kesadarannya kembali membuat Julian panik dan memanggil dokter kembali..
"Pasien harus istirahat dia shok dengan keadaannya saya mohon untuk anda bisa menguatkan hatinya tuan."Perintah sang dokter.
"Baik dokter saya mengerti.."dokter berlalu meninggalkan Ama dan Julian di ruang rawat.
Satu minggu berlalu setelah pulangnya Ama dari rumah sakit Julian memilih untuk menginap di rumah mama Amrita berharap agar Ama ada yang menjaga.
Namun sikap mama Amrita berubah drastis dia sering memarahi Ama dan membentaknya menyalahkan atas keguguran Ama sepenuhnya kesalahan Ama.
Saat sore menjelang Julian telah tiba seseorang yang tak asing bagi Julian sedang berbincang dengan mama Amrita..Mira...batin Julian dalam hati..
"Haiii nak kamu sudah pulang sini sini duduk di sini Mira datang kemari dia ingin menemani mama di sini.."seru mama Amrita pada Julian.
...****************...
__ADS_1
***lanjut bab 38 yaa
happy reading***