
happy reading
...****************...
"Kita berangkat sekarang."kata Ama sambil bersiap untuk berangkat.
"Semangat banget lu"kata Rikha sambil senyam senyum menggoda Ama.
Mereka pun pergi menuju kantor Julian corp.Sesampainya di sana mereka telah di sambut oleh sekertaris pribadi Julian.Raka namanya adalah Raka.
"Slamat siang nyonya silahkan mamem" dengan ramah Raka mempersilahkan Ama masuk dan membuat Rikha melongo karena ketampanan Raka.Ama menyadarkan Rikha dengan menarik tangan Rikha yang sedari tadi diam saja.
"iihhh lo gangguin gue aja si Ma."dia cemberut karena merasa Ama mengganggunya.
"Ayo masuk."deg degan ya itu yang di rasakan Ama saat ini.
Saat pintu terbuka tampaklah sosok pria yang sekarang membuat jantung Ama berdetak kencang dia menyambut kedatangan Ama dengan lembut.
"Slamat pagi nyonya Purnama."sontak membuat Ama terkejut dengan sebutan nyonya yang Ama terima berharap....aahh entah lah apa yang ada di pikiran Ama saat itu.
__ADS_1
"trima kasih."
Meeting pun di mulai semua telah Ama jelaskan dengan rinci sesuai dengan laporan pembangunan proyek yang dulu dia tinjau dan membuat dia terpaksa menikah dengan Julian.Saat selesai Ama hendak kembali ke kantornya namun tangan Ama di tarik oleh Julian dia membawa Ama ke depan ruang resepsionis tepatnya di ruangan dimana semua para kariawan hendak berkumpul.
"Perhatian semuanya saya minta semua kariawan Julian corp untuk berkumpul."seru Julian setengah berteriak.
Semua berkumpul Ama bingung dengan apa yang di lakukan Julian untuk apa dia membawa Ama di tengah tengah banyak orang seperti ini.
"Kalian tau siapa wanita yang ada di samping saya? sosok wanita cantik pengusaha muda sekaligus klien perusahaan Julian corp kalian kenal bukan dan saya perkenalkan kembali beliau.Dia adalah Purnama Ashari Istriku istri tercintaku sekaligus pemilik perusahaan Julian corp juga"sontak Ama terkejut dengan apa yang Julian lakukan.
Sorak tepung tangan semua orang riuh terdengar di ruang tersebut mengucapkan selamat terhadap Ama dan Julian.
Astaga serasa mimpi....batin Ama.
...****************...
Saat pulang Ama telah menunggu Julian di loby lama Ama menunggu di sana dan pada akhirnya Julian yang di tunggu pun tiba.
"Maaf ya tadi ada sedikit kendala jadi aku harus ikut membereskannya dulu." ucap Julian sambil membukakan pintu untuk Ama.
__ADS_1
"Oke."jawab Ama singkat.
"hhmmm apa belum ada jawaban dari pertanyaanku semalam?"Ama langsung berbalik menatap Julian dengan sedikit berkerut seolah mengerti Julian pun langsung angkat bicara lagi."oke okke maaf aku hanya tidak sabar saja menunggu jawaban kamu..uppss baik lah aku akan slalu menunggu jawaban kamu apapun itu walau dengan sedikit ketidak sabaran".senyum manis Julian selipkan dalam ucapannya.
Ama tak menjawab apapun dia masih dengan mode kesalnya menunggu Julian lama di loby.
"Oh ya sayang tadi aku meeting dengan klien ku mereka bilang aku harus ikut meninjau perkembangan proyek baruku di Selandia Baru terutama untuk peletakan batu pertama apa kamu akan ikut?"tanya Julian pada Ama.
"Kapan?"sahut Ama singkat.
"hari Sabtu depan jadi mungkin akan satu atau dua mingguan aku disana bagaimana apa kamu mau ikut?"
Ama berfikir dengan pertanyaan Julian mengingat akhir akhir ini banyak sekali pekerjaan yang harus dia selesaikan dan izin selama 2 minggu tak mungkin dia lakukan mengingat bagaimana repotnya Rikha mengurus perusahaan sendiri dan menjadwalkan ulang yang harus dia kerjakan dua minggu ini.belum lagi klien klien nya yang lain bisa batal perjanjian kerja sama mereka Ama pun berfikir...
...****************...
***jangan lupa kakak kakak readers kecehh ku like dan komen nya ya
happy reading***
__ADS_1