
happy reading
...****************...
Julian menghembuskan nafas kasar dia bingung harus menjawab apa.? dan tidak di jawadiakan menimbulkan masalah besar lagi..
"Oke aku akan jelaskan semua nya..
Mama menyuruhku untuk menerima nya di perusahaan karena tidak ada lowongan karyawan yang lain akhirnya mama mengangkat Mira sebagai asisten pribadiku hanya untuk membantunya tidak lebih karena mama adalah teman dari almarhum ayah Mira jadi mama merasa kasihan padanya.."jelas Julian panjang lebar.
Ama menelisik ke dalam bola mata Julian mencari cari kebohongan dalam mata Julian.
"Oke kali ini aku percaya tapi jika sampai sesuatu hal terjadi di antara kalian maka aku tidak akan segan segan untuk menggugat cerai kamu.."ancam Ama yang saat ini masih marah.
"Astaga kamu tega sekali..mana mungkin aku ada hubungan lain dengan nya kamu tau kan sayang kalo aku tuh benar benar sayang kamu.."ucap Julian mencoba menenangkan Ama.
Ama tak menjawab dia berlalu ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.saat keluar dari kamar mandi..
"Besok aku akan masuk kerja aku akan mengawasi kamu meskipun dari kejauhan aku tidak mau terlihat lemah dengan wanita wanita lain di luar sana yang menginginkan cinta kamu.
__ADS_1
"Apa benar kamu akan masuk bukan kah kamu masih sering merasa mual bagai mana jika.."
"Jika apa aku kuat kok pokoknya besok aku akan kerja kembali."Pinta Ama.
"hhhaaahh baik laahh aku tidak akan memaksa tapi kamu tidak boleh terlalu kelelahan biar lah Rikha membantu kamu untuk semua pekerjaan kamu ya.."pinta Julian sembari mengelus perut rata Ama.
"Baik lah.."seru Julian.
Ke esokan paginya Ama telah bersiap dengan pakaian tertutupnya juga Julian yang tak kalah bersiap dengan sang istri.
Mereka pun turun untuk sarapan namun Ama menjauhi meja makan dan makan biscuitnya di sofa..Tak lupa susu ibu hamil yang slalu Julian siapkan untuk Ama.
"Ingat jangan banyak bergerak oke dan Rikha kamu jaga istriku jangan sampai dia kelelahan.."perintah Julian.
"Baik pak.."Jawab Rikha sembari menundukan kepalanya..
Setelah itu Julian pun pergi tak lupa mencium Ama dan perutnya.Setelah Julian pergi Rikha mendekati Ama dan bertanya..
"Apa semalam kau menanyakan tentang hal itu pada suami mu apa katanya.."Tanya Rikha penasaran.
__ADS_1
"Ya begitulah seperti yang kau katakan dia berbuat seperti itu karena ibunya kasian dengan dia dan dia adalah anak dari temannya."jawab Ama.
"Ya semoga saja tidak berkelanjutan aku takut Mira akan merebut suami mu dengan mengandalkan dia sebagai anak dari temannya mertua mu."seru Rikha memperingatkan pada Ama.
"Iya itu yang aku pikirkan..tapi...ya sudah lah aku akan memberikan satu kesempatan tapi jika semua itu terjadi aku tidak akan memaafkan mereka."Jelas Ama.
Satu bulan berlalu bulanda tanda tanda jika Julian dan Mira berselingkuh membuat Ama sedikit tenang.
"Heey tunggu"Mira memberhentikan seorang ob yang membawa air untuk Ama."Apakah itu untuk CEO disini"Tanya Mira pada sang Ob karena dia adalah ob baru jadi dia tak mengenal siapa Mira.
"Minuman yang kau bawa kurang sesuatu Ambilakan aku lemon sekarang untuk melengkapi minuman ibu Purnama."perintah Mira.
dan pelayan itu mengambilkannya dengan menaruh minuman Ama dekat Mira.
...****************...
***lanjut bab 46 jangan lupa like dan komennya ya..
happy reading***
__ADS_1