Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 12


__ADS_3

Mendengar jawaban Petra Gaius melambaikan tangannya puas. Petra meninggalkan perpustakaan tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Sambil dia berjalan menuju kereta kudanya yang sudah menunggu di depan gerbang istana, Petra menaikkan sebelah alisnya. Ada jejak senyum tipis di bbirnya. Tetapi senyum itu bukan karena Ia merasa lega terhadap Apollonia.


“Aku harus menemukan Safiro”


Sebelum memasuki kereta kudanya Ia berbisik kepada kaki tangannya.


“Ada seseorang yang harus Kau urus”


Tapi bukannya lebih baik Petra mengurusnya sendiri?


Apollonia duduk di pinggiran kasurnya sambil memeluk lutunya. Pikirannya penuh dengan banyaknya hal yang sedang Ia pikirkan.


Besok Ratu Catherine Loenheim akan pergi dari istana. Sebenarnya sudah jelas sih tidak mungkin Petra mendiamkan Catherine begitu saja. Kelebihan Catherine hanya sifat serakahnya. Dia tidak memiliki kekuatan maupun latar belakang agar tetap bertahan, jadi sebenarnya dia sudah kalah dalam pertarungan ini jauh sebelum dia menyadari siapa lawannya. Tapi sekarang bukan saatnya mengkhawatirkan orang lain.


Apollonia mengingat kejadian yang terjadi 7 tahun lalu ketika Ia masih berusia 10 tahun.


“Ibu, Aku mau naik kuda itu”


Gareth, Putra pertama Petra menunjuk-nunjuk kuda Apollonia. Gareth menginginkan kuda poni milik Apollonia yang memiliki surai seputih salju menutupi seluruh tubuhnya. Apollonia sudah memiliki kuda itu sejak dia belajar cara mengendarai kuda. Apollonia tidak memperbolehkannya karena kuda itu tidak mau membawa orang lain selain Apollonia. 

__ADS_1


Petra meremas pundak Apollonia dan tersenyum dengan senyum yang sama yang Ia tunjukkan di pemakaman. Mungkin dia terlihat seperti bibi yang baik yang ingin merawat tuan putri tanpa ibu dihadapannya, tetapi kekuatan remasan tangan Petra di pundak Apollonia sangat keras hingga pundak Apollonia serasa akan patah. 


“Tidak apa-apa jika Kamu tidak mau memberikannya Nia.Tetapi salah satu pelayanmu akan menjadi pelayan Gareth menggantikan kuda itu. Pelayan itu akan ‘kesulitan’ karenamu”


Dengan nada dingin Petra menatap tajam Apollonia.


“Perkataan Gareth tidak sopan sekali kepada Yang Mulia. Tolong maafkan Gareth, Putri. Tentu saja Bagaimana bisa kamu memberikan sesuatu yang sangat berharga bagimu? Akan disayangkan jika teman tersayangmu terluka di tangan Gareth iyakan?”


Apollonia tau Petra sedang membicarakan salah satu pelayannya bukan kudanya. Maka Apollonia mengusap kuda poninya dengan sayang untuk terakhir kalinya lalu memberikan kendali kuda itu pada Gareth. 


Kuda poni yang belum menerima seutuhnya pemilik barunya itu ditemukan mati dua hari kemudian dimakan binatang buas. Salah satu kakinya pun sudah patah.


Raja menatap Kenneth kemudian bertanya pada Apollonia


“Kamu mau mempelajarinya?”


Ketika Apollonia mengganguk Petra yang berada di sebelahnya menyyangah khawatir.


“Aku khawatir apa yang akan terjadi jika kita mengajarkan hal yang begitu berbahaya kepada tuan putri. Bagaimana jika dia membuat kesalahan ceroboh atau…..”

__ADS_1


Petra tersenyum dingin pada Apollonia.


“Sayang sekali jika Tuan Putri kita yang berharga terluka”


Raja tertawa sebentar lalu berkata pelan “Mari kita pikirkan lagi saja”


10 hari kemudia mereka mengirim Kenneth ke pinggiran kerajaan dengan alasan sedang membasmi monter. Dengan cepat Ia kehilangan setengah prajuritnya dalam perang melawan mereka. Kemudian Ia meninggalkan kerajaan setelahnya dengan luka berat ditangannya.


Apollonia berusia 14 tahun saat Petra menamparnya untuk kali pertama dan terakhir. Paris dan Gareth menghancurkan buku peninggalan Ellenia sehingga Apollonia mengusir mereka dari istana.


Pak!


Kepala Apollonia memutar ke samping. Air matanya menetes penuh derita dan rasa malu. Namun yang memberatkan rasaa sakitnya adalaha dia tidak bisa berbuat apa-apa. Di kamarnya yang besar Petra dengan jelas memeberinya ancaman.


“Jangan mencolok”


Malamnya pun Gaius melihat pipi bengka putrinya tetapi Ia tidak berkata apa-apa.


“Jangan pernah menyimpan sesuatu yang berharga untuk dirimu sendiri”

__ADS_1


__ADS_2