
Sembari berbaring di kasurnya, Apollonia mengingat lagi saran pertama Petra. Apollonia mengatupkan kedua tangannya di pangkuannya. Apollonia sudah berusaha. Benar-benar berusaha. Namun bagaimanapun selama 7 tahun ini dia selalu gagal.
Lalu apa beikutnya?
Jawabannya ternyata mudah. Sekarang Apollonia harus memikirkannya. Ide yang rumit.
Dia yakin akan tekadnya. Matanya memerah berkilau dalam kegelapan, nafasnya pun tenang dan pelan. Pikirannya jernih.
Bagi Apollonia 7 tahun terakhir tidaklah sia-sia. Apollonia mengingat saran kedua Petra “Jangan menyimpan hal berharga untuk dirimu sendiri”. Untungnya Apollonia tidak pernah mengikuti saran itu. Karena ada banyak hal yang berharga milik Apollonia. Dia tidak akan lagi membiarkan mereka mengambil hal-hal berharga miliknya.
……………
__ADS_1
Gaius dan Petra kira mereka tau segala hal yang ada di istana, namun mereka salah. Almarhum raja dulu adalah seorang pria penuh rahasia.
Pertama istana tempat Apollonia tinggal memiliki fungsi rahasia yang mereka tidak tahu.
Apollonia awalnya memang tinggal di bangunan utama istana kerajaan, tetapi setelah kenaikan Gaius dia tidak ingin tinggal di kamar lamanya. Sebagai gantinya Ia tinggal sendiri di star palace.
Star Palace terletak di bawah tanah istana kerajaan, tetapi sangat jauh dari istana kerajaan. Bangunan itu dibangun sebagai istana tamu saat masa kekuasaan Almarhum raja. Namun tidak seperti yang orang-orang tahu istana itu sebenarnya dibangun untuk menyembunyikan rahasia raja.
Star Palace memiliki banyak jalan rahasia yang mengarah ke luar istana, ke istana lain, bahkan mengarah ke ruang-ruang rahasia di setiap sudut istana kerajaan. Jalan-jalan rahasia dibangun untuk melindungi keluarga kerajaan dari serangan juga sebagai tempat persembunyian harta dan arsip kerajaan.
Apollonia menggunakan semua peninggalan itu untuk mendengar kabar dari luar istana, terutama kabar tentang keluarga Liefer. Tentu saja dia tidak bisa bertanya langsung kepada Petra atau suaminya , tetapi dia masih bisa mengetahui gerak-gerik Petra dengan mengerahkan beberapa mata-mata yang setia.
__ADS_1
Kedua, hal yang tidak diketahui Gaius dan Petra adalah banyaknya pelayan di Star Palace mengabdi pada Apollonia.Pelayan-pelayan itu dipilih langsung oleh Sid Bian sendiri.
Sid Bian adalah Kepala pengurus Star Palace yang dulunya pemimpin ksatria kerajaan dan tangan kanan Almarhumah raja. Karena pencapaiannya di bidang militer Ia diberikan gelar count dan lahannya sendiri saat usianya masih muda. Pengaruhnya sangat kuat dan bahkan Gaius pun tidak dapat menyentuhnya.
Apollonia sudah memberitahunya rahasia tentang Gaius dan Paris 7 tahun lalu. Sid telah mengucap sumpah setia dihari Apollonia dilahirkan dan Apollonia sangat mempercayainya. Setelah Apollonia pindah ke Star Palace Sid langsung memenuhi Star Palace dengan pelayang-pelayan setia.
Tentu saja tidak mudah untuk sepenuhnya menutup pengaruh Petra, namun setidaknya makanan Apollonia aman(gak diracun). Orang- orang yang bertugas menyediakan makanan Apollonia pun bukan orang-orang yang mudah terpengaruh menjadi pion-pion Petra.
Kadang-kadang kalau pelayan Petra di Star Palace berusaha mendekati Apollonia, Sid dan pelayan-pelayan setia lainnya membuat alasan dan mengusir mereka dari sisi Apollonia.
Itu semua adalah hal-hal yang berharga milik Apollonia. Bahkan jika Ia menggabungkan semuanya itu belum cukup untuk menghentikan serangan Petra.
__ADS_1
“Sid bersiaplah untuk bertemu dengan tamu kita malam ini” ucap Apollonia pada pria paruh baya disebelahnya.
Rambut abu-abu dan mata abu-abu milik Sid pernah menjadi mimpi buruk siapapun yang menjadi lawannya. Namun bagi Apollonia Sid adalah sebuah kehangatan di tengah-tengah istana dingin ini.