Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 15


__ADS_3

Seorang ahli penyusupan. Pendekar pedang yang jenius. Demi misinya Uriel tidak pernah menunjukan wajahnya kepaada siapapun kecuali Safiro. Ini adalah cara Safiro untuk mengontrol bakat yang sangat berharga yang Ia tanam di Uriel. 


“Apa ini bukan pekerjaanku!”. Beberapa jam sebelum tengah malam Safiro menyerahkan dokumen daftar intruksi untuk misinya dan Uriel mengerutkan keningnya. Uriel menyisir rambutnya kasar dengan jari-jari tanganya. 


Ada dua misi utama yang biasanya Safiro berikan pada Uriel. Yang pertama menyusup ke markas pusat musuh dan mendapatkan informasi berharga untuk keluarga Liefer. Yang kedua untuk ‘membuang’ anggota organisasi pembunuh bayaran lainnya a.k.a pesaing Safiro di dalam kerajaan.


Selain Safiro, Keluarga Liefer memperkejakan beberapa orang dengan tugas yang mirip sehingga timbul persaingan ketat diantara mereka. Bagaimanapun hanya setahun setelah Uriel menyelesaikan misi pertamanya, organisasi-organisasi lain yang dapat menentang Safiro menghilang satu persatu.


Uriel baru berusia 15 tahun ketika Ia menemukan tempat persembunyian organisasi pembunuh bayaran paling terkenal di kerajaan bernama ‘Yu Ryeong Group’. Uriel berhasil membuat kebakaran yang berhasil membinakan lusinan anggotanya. Berkat Uriel, Safiro menjadi ahli mata-mata keluarga Liefer dan pemimpin para pembunuh bayaran.


Jalan pikirannya terhenti saat Safiro bicara.”Duchess meminta seseorang yang dapat menyusup ke istana dan melaksanakan misi tanpa tertangkap. Tentu saja Kaulah orang paling sempurna untuk pekerjaan ini”.

__ADS_1


“Aku sudah bilang Aku tidak mau. Memangnya semua orang yang kau latih sudah mati? Kenapa tidak suruh saja mereka?”


Safrio menaikkan alisnya. Sebenarnya beberapa bulan terakhir ini beberapa agennya memang kehilangan nyawanya ketika menjalani misi dari Petra. Ini mungkin kesempatan terakhirnya untuk mendapatkan kepercayaan Petra. Safiro sangat cemas akan hal ini.


“Seandainya Kau lupa, biar Kuingatkan misimu adalah apapun yang Aku katakan” geram Safiro. 


Uriel sudah diculik oleh Safiro ketika dia masih sangat muda dan Uriel tau persis apa yang akan terjadi jika Ia berani menentang perintahnya. Karena itu Uriel tidak berani melawannya.


“Baik kalau begitu. Aku akan kembali”


“Kalau Kau ingin hidup, misi ini harus berhasil”

__ADS_1


“Kalau Kau ingin hidup, Kau harus berharap untuk keberhasilanku” Sarkas Uriel balik pada Safiro sebelum Ia pergi.


Uriel bergerak cepat di temaramnya malam. Seluruh tubuhnya ditutupi jubah hitam sehingga Ia tampak menyatu dengan gelapnya malam. Namun gerakannya tetap cepat dan anggun. 


Uriel meluncur di atap-atap. Walaupun kecepatannya jauh lebih cepat daripada orang pada umunya baik keseimbangan ataupun nafasnya tetap sama seakan Ia sedang berjalan biasa. Uriel menyelinap diantara bayangan bangunan dan langkahnya begitu pelan sehingga tidak terdengar bahkan bagi orang yang sedang lewat. Uriel seperti bayangan daripada manusia. 


Bayangan itu pindah dari bangunan ke bangunan lainnya. Dalam waktu singkat Ia sudah berada di dinding istana dan langsung menuju Star Palace. Seperti yang sudah diberitahu para penjaga sedang tida ada. Istana itu sepenuhnya tidak terjaga


‘Lantai atas kamar ketiga dari kanan’


Tidak butuh waktu lama baginya menemukan tempat target. Kamar itupun kamar terbesar di istana. Dindingnya sulit untuk didaki dengan tangan kosong tapi Uriel masih bisa melakukannya dengan tenang dan cepat. Uriel sampai di kamar itu dan buru-buru menaiki ambang jendela. Seperti yang Ia kira jendela itu gampang terbuka. Uriel menahan nafasnya lalu memasuki kamar itu. 

__ADS_1


Seperti yang sudah diberitahu ada ranjang besar didekat jendela. Tanpa membuang-buang waktu, Uriel mengambil pedangnya dan mendekati target.


__ADS_2