Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 5


__ADS_3

“Ya. Senang bertemu denganmu ‘Nyonya”


Dasar sialan !!


Catherine sudah diujung kesabarannya. Kalau Ia biarkan saja maka Ia akan menjadi satu2nya yang membungkuk pada Putri yang masih muda. Maka dengan kemarahan Catherine memutuskan untuk bicara terus terang pada Sang Putri.


“Putri apakah Kamu mengerti jika Aku melakukan ini?


“Ya?”


“Aku pernah mendengar bahwa Kamu adalah orang yang kaku tapi Aku tak menyangka separah ini… Aku adalah wanita Yang Mulia Raja dan Aku sejajar dengan Ibumu. Kamu sebaiknya mencontohku.”


“Ah…”


Jawaban Apollonia semakin membuat Catherine meledak.


“Dan juga memanggilku Nyonya? di distrik pun kau akan dikritik kalau memanggilku seperti itu”  


sekarang ayo pangil aku dengan benar! batin Catherine sambil tetap mempertahakan keanggunanya dihadapan Apollonia.


“Permisi Ratu sepertinya Kamu salah paham..”


Wanita yang berdiri di sebelah Apollonia membuka mulutnya. Wanita paruh baya ini adalah seorang pelayan, seseorang yang nantinya akan menjadi pengiring kehormatan Putri Apollonia.


“Kau sedang berbicara denganku?”


“Kamu belum menguasai tata krama kerajaan jadi sewajarnya saja Kamu tidak tau tetapi..”

__ADS_1


Pelayan berbadan kecil itu berbicara lancar dengan mata terbuka lebar. Wajah Catherine semakin kusut.


“Tidak seperti Ratu, status dari Yang Mulia Ratu adalah keturunan yang memiliki darah kerajaan. Hal ini tidak dapat dibandingkan dengan sebutan ibu tiri di disitrik. Maka gelar Kamu yang benar adalah Nyonya bukan Yang Mulia Ratu”


“Apa Kau bilang..?”


Namun benar adanya, bagi kerajaan yang menganut keluarga kerajaan dikatakan bahwa keluarga kerajaan mempunyai darah langsung dari para dewa. Maka satu-satunya panutan dan contoh anak seorang Putri mahkota hanyalah Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu sendiri. Seorang pendamping Raja atau Ratu yang tidak memiliki darah kerajaan tetap saja pada dasarnya jauh berbeda dari Putri Mahkota.


Tetapi karena sudah sangat lama sejak adanya Yang Mulia Ratu maka banyak tamu-tamu termasuk Catherine tidak menyadari akan hirarki kerajaan. Mereka mengira bahwa istana seorang Raja (yang tidak berdarah Raja) tidak ada bedanya dengan istana seorang selir.


“Ti-tidak mungkin pelayanku tidak pernah ada yang bilang begitu”


“Itu karena sudah beberapa dekade terakhir ini kerajaan tidak memiliki Yang Mulia RatuPermaisuri. Para pelayan tidak tau banyak sola etika Kerajaan”


Selama puluhan tahun Yang Mulia Raja hanya memiliki satu permaisuri dan mencintainya sepenuh hati. Dikarenakan tidak adanya polgami diluar dan didalam kerajaan etika tersebut dilupakan.


“Yang boleh memberikan contoh hanya Yang Mulia Raja kepada Yang Mulia Putri dan Yang Mulia Pangeran”


Mendengar jawaban keras dari si pelayan Catherine merasa malu.


“Kau bisa juga ya bicara kurang ajar seperti itu”


Karena logikanya tidak cukup untuk melawan pelayan serbatahu ini Catherine mengeluarkan otoritasnya untuk menyelamatkan dirinya dari rasa malu


“Berani-beraninya seorang pelayan biasa ikut campur dalam pembicaraan seorang Ratu dan Putri!”


Saat bangsawan disekelilingnya mulai berbisik Catherin semakin tak sabar.

__ADS_1


“Aku hanya memberikan contoh etika yang seharusnya Kamu ketahui”


“Jadi seorang pelayan tidak tahu etika untuk melindungi Ratu?”


“Jika memang Aku salah Kamu boleh menghukum Aku dengan bukti yang layak”


Pelayan itu nampak patuh namun secara khusus Ia minta dihukum dengan ‘bukti yang layak’.Tentu saja sudah jelas bahwa Catherine berdebat tanpa dasar yang jelas.


bagaimana bisa aku kalah dari pelayan yang tidak bernama


Pelayan itu membungkuk dan mencoba untuk mundur, Namun Catherine merasa sangat malu sehingga Ia berbalik dan menahan pelayan itu di tempatnya.


“Aku belum mengizinkanmu pergi!”


Tak! Saat tangan ratu memotong di udara tangan itu mengayun ke pipi pelayan dan memantul kembali.


“Maya!!”


Apollonia yang sedari tadi diam saja berteriak seraya menghampiri dan memeganyi pelayannya yang kaget dan goyah.Catherine menatap Apollonia seolah amarahnya telah reda sesaat.


…….


Pria bodoh itu


Inilah mengapa Aku mencoba untuk tidak bertemu siapa pun.Apollonia memandangi Ratu yang melonjak sambil menarik napas dalam-dalam.


Apollonia kami tidak peduli jika dia berbalik setelah mengucapkan salam singkat kepada Catherine sebelumnya, Tapi yang jelas bahwa dekat dengan Catherine akan menimbulkan masalah Jadi setidaknya dia telah mencoba untuk menyabuni.

__ADS_1


__ADS_2