
Untuk sesaat, Apollonia sempat berfikir apakah dia membuang-buang waktunya. Untuk saat ini, Apollonia tidak punya kemewahan untuk membantu orang lain. Tapi Ia ingat perkataan Gareth. “Kalau Aku menggunakan cara ini, Targetku tidak akan lolos.”
Kata-kata yang pernah terucap oleh Gareth terngiang-ngiang di kepala Apollonia. Apollonia tau apa ‘cara’ yang dimaksud. Ia merasa Ia akan menjadi sejahat Petra kalau Ia biarkan gadis penuh lebam yang berusaha menjaga dirinya dari kebrutalan Petra dan Gareth.
Namun Apollonia tidak yakin dengan dirinya. Berapa banyak orang yang telah dibunuh oleh Petra dan Gareth?Bisakah Ia melawannya, walaupun Ia tidak pernah menang sebelumnya?
Bagaimanapun, Apollonia ingin menolong gadis malang didepannya. Dia ingin mendukung siapapun yang berani melawan Keluarga Liefer.
“Sid beri Aku waktu”
SId mengangguk dan segera pergi. Apollonia dan gadis itu tinggal berdua saja. Jarak mereka hanya beberapa langkah dari gerbang istana kerajaan tetapi mereka tersembunyi dibalik rimbunan pepohonan.
Ini merupakan perbincangan pertamanya dengan tan putri tentu saja pelayan itu gugup.
“Kenapa Kau tidak menunggu di istana bersama pelayan lain?” Walaupun Apollonia tau kenapa tetapi Ia tetap bertanya.
“Duchess menyuruhku untuk tidak menunjukkan wajahku….” gadis itu mengigit bibirnya. Pelayan itu tidak begitu senang karena menarik perhatian dari seorang tuan putri yang pemalu. Tetapi tiba-tiba pelayan itu melupakan kecanggungannya dan tersentak kaget. Karena tiba-tiba tuan putri menyebut namanya.
“Adrian Reese”
__ADS_1
“Apa… Bagaimana Kamu… ” Adrian terlihat bingung. Mata hijau emerald miliknya melebar. Apollonia mendesah dalam.
Ternyata Gareth punya mata. Walaupun Gareth mungkin kadang tidak menggunakan matanya dengan baik selain mengagumi wajahnya yang jelek di cermin namun, Gareth menginginkan gadis ini karena kecantikannya yang luar biasa.
“Jadi bibiku menyuruhmu untuk tidak mengikutinya ke dalam karna kamu memiliki wajah yang tak terlupakan.”
“Iya benar”
“Kau ingin mengindar agar tidak tidur dengan Gareth?” Apollonia lansung pada tujuannya. Adrian terlonjak kaget sambil menatap Apollonia. Matanya bergetar.
Apakah benar perkataan tadi barusaja keluar dari Putri tersembunyi yang hanya berusia 16 tahun? Gadis itu bahkan tidak tahu bagaimana Apollonia mengenalnya tetapi dari pandangannya gadis itu tahu Apollonia sedang serius.
Apollonia mengganguk mendengar jawaban jujur Adrian. Kebiasaan Gareth dalam melecehkan sudah terkenal di antara bangsawan.
Gareth akan mendekati sejumlah bangsawan polos kasta rendah dan berhubungan dengan mereka secara serentak. Ia juga menggoda para pelayan muda yang masih polos. Jika salah satu dari mereka jatuh cinta padanya, Gareth akan memutuskan mereka.
Kalau hanya itu yang dilakukan Gareth maka tidak akan separah ini. Tetapi Gareth mempermalukan mereka dengan menceritakan seluruh kisahnya pada bangsawan muda lainnya. Mulai dari kata-kata mereka sampai setiap bagian dari tubuh mereka.
Bagi Gareth wanita hanya benda yang harus ditaklukan.
__ADS_1
Adrian sepertinya sudah banyak melewati cobaan. Dilihat dari reaksinya sepertinya Ia juga sudah dilecehkan beberapa kali.
Apollonia melanjutkan percakapannya.
“Apakah Kau pernah perg ke Taman Serbia dibalik Istana Kerajaan?”
Adrian bingung mendengar alur percakapan yang tiba-tiba berubah. Apakah tadi dia hanya bercanda? Apakah ini semacam kebiasaan aneh para bangsawan dengan berbincang-bincang untuk mengetahui nasib sialnya?
Namun ekspresi Tuan Putri sangat serius.
“Tempat itu diabngun oleh almarhuum kakekku dan saat ini diatur oleh kakakku Paris. Hanya ada satu orang yang dapat keluar masuk sesuka hati.”
Taman Serbia, yang dibangun oleh almarhum kakekknya untuk anakknya Ellenia, terkenal akan keindahan dan kemegahannya. Ketika taman itu sedang bermekaran, taman itu akan memikat hati siapapun yang melihatnya karena keindahannya.
Tetapi bagaimanpun juga taman itu terletak dalam jauh di istana dan bahkan keluarga kerajan sulit mengunjunginya aplagi orang luar. Jadi apa maksud tuan putri akan orang luar yang dapat mendatanginya sesuka hati? Adrian tidak memahaminya.
“Ia adalah sahabat satu-satuny saudaraku, Duke muda Gareth Liefer. Tetapi Ia tidak pergi kesana sendiri.”
“Tidak mungkin…..”
__ADS_1