
“Ya benar. Di paviliun kecil yang menempel pada taman bunga kami sering menemukan dalaman atau barang-barang wanita. Dan barang-barang itu akan dipamerkan dalam cerita Gareth…”
Sekujur tubuh Adrian merinding mendengarnya.
“Gareth suka menyombongkan kemapuan merayunya. Sebentar lagi Gareth akan memanggilmu istana dengan dalih memintamu mengantarnya. Kemudian Ia akan membawamu ke taman Serbia.”
“Maksud Kamu Ia berencana menggoda Aku….. dengan taman itu?” Adrian bertanya biingung.
“Yah Gareth menyebutnya rayuan, tapi tidak mungkin kan Ia dapat menaklukan semua hati wanita,”kata Apollonia.”Namun Ia selalu menyombong bahwa Ia tidak pernah gagal mendapatkan tubuh wanita di taman Serbia.”
“Mak-masudnya… berarti..”Wajah Adrian memucat ketakutan. Namun Apollonia kembali menjawab terus terang.
“Karena Gareth tidak melecehkan wanita di dalam istana, karena tentu saja berisik, Ia menanam bunga Azellia di Taman Serbia.”
Adrian tertegun. Bunga azellia adalah bunga yang mengandung zat perangsang nafsu.
__ADS_1
“Zat ini cukup kuat. Tetapi penawarnya mudah ditemukan. Kalau Kau minum penawar sebelumnya Kau dapat menahannya agar tidak melecehkanmu.”
Gareth memang bodoh, Tetapi Dia tidak cukup bodoh untuk melecehkan wanita secara paksa di istana tanpa tindakan balasan. Kalau wanita itu menjerit Gareth akan tertangkap.
Apollonia kembali berjalan meninggalkan Adrian yang masih linglung. Dengan isyarat Sid langsung bergabung dengannya.
“Apa Kamu baru saja menanam mata-mata?” Tanya Sid bercanda.
“Apa maksudmu mata-mata? Dia ingin membunuh dirinya sendiri. Kalau dia memilih mati daripada bersama Gareth, Bukankah Aku harus membantunya?”
“Apa Kau yakin ? Gareth bosan dengan mudah. Bukankah menurutmu Dia akan selamat jika dia berhasil kabur dari Gareth?”
“Jadi karena gadis itu akan aman, Kamu tidak akan membantunya lagi?”SId menanyakan pertanyaan ini seakan mengetes Apollonia. Namun dari ekspresinya Ia sudah tahu jawabannya.
“Tolong awasi Gareth, terutama ketika Ia mengunjungi Istana.”
__ADS_1
Sid mengangguk bangga. Sejak kematian Almarhum Raja, Ia telah menjadi guru Apollonia dan hubungan Mereka sangat dekat layaknya Sid adalah Ayahnya sendiri. Tentu saja Sid tetap melayani dan menghormati Apollonia sebagi tuannya. Sid mengagumi kelembutan dan kepala dingin Apollonia. Namun yang paling berhara dari sifat Apollonia adalah kebaikan dan kelembutan hatinya.
Apollonia seorang yang terus berusaha membantu orang sebanyak yang Ia bisa, namun Ia tetap berhati-hati agar tidak membahayakannya. Apollonia memmbantu semua orang seperti pelayan yang diusir oleh Raja, Pelayan yang dihajar secara brutal oleh Saudaranya yang pemarah, HIngga orang -orang yang kelaparan didepan istana. Apollonia juga merawat keluarga Sid yang ‘menerima’ kebencian Raja hanya karena Sid menjadi pelayan Apollonia.
Kadang Apollonia menggunakan nama palsu, kadang Ia juga menggunakan reputasinya sebagai Tuan Putri yang baik dan lembut untuk memberi mereka uang. Namun Ia selalu berusaha membantu orang-orang sebisanya. Warisan yang Ia terima dari Almarhum Raja mulai menipis sedikit demi sedikit namun Apollonia tidak pernah berhenti.
Menurut Sid usaha Apollonia tidak akan sia-sia. Sifat dari seorang Raja yang hebat adalah peduli pada rakyatnya. Bahkan sisi baiknya orang-orang yang ditolong Apollonia membantunya dengan menjadi infroman untuk membalas kebaikan Apollonia.
Sid tidak tahu apakah Apollonia melihat senyuman hangat yang Ia berikan, namun itu tidak penting. Seperti biasanya Apollonia kembali berjalan dengan tegas.
………
Uriel bosan.
Sudah 6 hari sejak Ia gagal dalam misinya dan Ia dikurung di kamar kecil di Star Palace. Satu-satunya orang yang datang hanya Maya untuk mengantarkannya makanan tiga kali sehari. Ksatria berambut abu-abu waktu itu telah mengunci pintu dan memasang beberapa pembatas sehingga Uriel bisa bebas berkeliling di kamar itu namun tidak dapat terlalu dekat dengan pintu.
__ADS_1
Tentu saja Uriel tidak ingin kabur. Tidak peduli jika Ia kembali ke Safiro atau tidak yang menunggunya adalah kematian yang pedih. Tuan Putri memang berkata akan merawatnya namun, sulit baginya percaya bahwa seorang Duke Leifer akan menepati janjinya.