
“Kali ini Yang Mulia Raja atau Duchess?”
Mata Sid penuh simpati melihat Nyonya mudanya saat Ia menanyakan pertanyaan singkat itu. ‘Kali ini Ayahmu atau Bibimu yang ingin membunuhmu?’ jelas merupakan pertanyaan kejam kepada siapapun apalagi gadis berusia 16 tahun.
“Kali ini bibiku. Tapi Aku tidak tahu apakah seorang mata-mata atau pembunuh bayaran kali ini. Tapi Aku yakin dia diam-diam akan mengirim seseorang kesini.”
“Kalau seorang mata-mata, maka kita perlu memeriksa para pelayan baru. Lalu….”
Sid tidak tega melanjutkan perkataannya Tapi Apollonia menyelesaikan kalimat Sid begitu saja.
“Kalau seorang pembunuh, maka kuncinya kita harus tau kapan mereka akan menyerang”
“Ya tapi akan memakan waktu berbulan-bulan.Duchess akan menghindari agar rencananya tidak tertangkap Raja atau Duchess akan meyakinkan Raja soal rencananya”
Dalam situasi normal mungkin analisis itu terdengar rasional, tetapi Petra tipe orang buru-bur yang tidak akan membiarkan lawannya punya cukup waktu untuk bersiap-siap.
“Tiga hari” Ucap apollonia memotong ucapan Sid.
“Seseorang itu akan datang dalam tiga hari. Sebelum kasak-kusuk perjamuan mereda”
__ADS_1
“Scandal Catherine Loenheim akan menjadi perisai sempurna untuk menutupi pembunuhan Tuan Putri. Oleh karena itu Aku yakin seseorang itu akan datang sebelum skandal itu terlupakan.”
Sid mencerna kata-kata Apollonia sejenak. Kata-kata Nyonya mudanya kadang sulit dipercaya namun seringkali benar terjadi. Fakta bahwa Apollonia masih hidup adalah bukti yang cukup.
“Kita kehabisan waktu”
“Aku akan menggunakan strategi yang sebelumnya Aku bicarakan. Sepertinya cukup untuk sementara”
Apollonia mengganguk enggan. Sid dengan jelas dapat membaca kegelisahan Apollonia.
“Jaga-jaga jika Kita tidak bisa menghindari ini bagaimana jika kita cari stunt(orang yang mirip putri agar dikira putri) untukmu”
“Tidak sama sekali” Apollonia memotong ucapan Sid. Trik gampang seperti itu pasti akan langsung disadari oleh pembunuh bayaran Petra.
Sid sekali lagi menerima kata-kata Apollonia yang sedikit kejam.
“Jangan khawatir. Spirit stone dibuat sehingga hanya dua orang yang dapat menghancurkannya. Yaitu Aku dan Yang Mulia Raja. Tidak peduli seberapa hebatnya anak buah Petra, Mereka tidak bisa cukup mendekatiku untuk membunuhku”
Sekali lagi Apollonia mengganguk dengan penuh keyakinan kali ini.
__ADS_1
“Mungkin masalahnya adalah Kita tidak boleh membiarkan mereka lari setelah masuk perangkap kita. Jika rencana kita berhasil bagaimana cara kita menghindari kecurigaan bibiku?”
“Aku yakin Kamu akan berhasil. Jangan khawatir”
Apollonia dan Sid memeriksa rencana mereka berkali-kali mencari adanya kemungkinan kesalahan. Semuanya tampak masuk akal dan beralasan. Apollonia akan melalui ini.
Yang mereka tidak kira bahwa di pihak Liefer ada seorang jenius yang bahkan Petra sendiri tidak tahu.
Prediksi Apollonia ternyata benar. Kurang dari tiga hari seorang pembunuh bayaran ‘mengunjunginya’setelah perjamuan.
Saat itu tengah malam.
Setelah perjamuan penyambutan Ratu selesai, keheningan kembali menyelimuti ibukota. Jalanan di depan istana kerajaan pun sepi. Namun satu siluet gelap bergerak diantara bayangan.
Namanya adalah Uriel Biche dan dia adlaah pedang bayangan.
Uriel adalah pelayan keluarga Liefer dan Ia mengabdikan seluruh hidupnya bekerja sebagai mata-mata dan pembunuh untuk keluarga Liefer. Uriel ditemukan di kota kumuh oleh Safiro, Pria yang melatih para pencuri dan utusan bayangan milik keluarga Leifer. Safiro menganggap Uriel sebgai salah satu permata paling berharga yang pernah Ia temukan.
Safiro melatih murid-muridnya yang terkenal di seluruh kerajaan dengan julukan ‘Singa-singa Safiro’. Semua murid-muridnya adalah anak yatim piatu yang Ia bentuk dan didik melalui latihan dan siksaan bagai neraka.
__ADS_1
Seiring Safiro bertambah tua jumlah ‘Singa-singa Safiro’ pun mulai berkurang karena Safiro tidak dapat bekerja seaktif sebelumnya. Namun sebutan ‘Singa-singa Safiro’ masih menimbulkan ketakutan bagi setiap ahli pedang di kerajaan. Namun semua ‘Singa-singa Safiro’ tidak ada bandingnya dengan Uriel seorang diri.
Saat Uriel berusia 13 tahun Ia sudah menjadi murid terbaik yang pernah dilatih Safiro. Selama empat tahun berikutnya Uriel telah melaksanakan setiap misi dengan cepat dan sempurna.Uriel juga tidak pernah meninggalkan jejak keberadaanya.