
Anak laki-laki itu menatap Apollonia dengan tatapan bingung.
“Apa Kau tidak dengar apa yang kukatakan? Kubilang Aku…”
Nada Uriel terdengar kaget tetapi Apollonia hanya menahan senyumnya
“Ada dua cara untuk menyingkirkan tanda itu. Seperti yang Kau tahu cara yang pertama adalah melalui kematianmu.”
Apollonia mengingat apa yang Gareth katakan sewaktu Ia sedang mabuk.
“Ada cara untuk memastikan bahwa binatang tdiak akan kabur. Tali leher anjing hanya bisa dilepaskan dengan darah Leifer. Kalau kacung itu berusaha kabur tanpa izin tuannya, mereka akan mati.”
Setelahnya Gareth mendesah penuh ejekan karena baik Dia maupun Petra tidak akan memberikan satu tetes darah pun untuk binatang-binatang itu.Semua orang yang hadir saat itu mengira bahwa itu hanya sekedar gumaman saat mabuk, namun Mereka tidak tau yang sebenarnya. Setiap mantra ada cara untuk mengembalikannya, dan Gareth telah memberitahu cara untuk membatalkan kutukan tanda.
“Cara lain untuk menyingkirkan tanda itu .. adalah dengan menggunakan darah Tuanmu.”
Uriel menatap Apollonia penuh kagum. Ia menggangukan kepalanya dan tertawa.
“Tidak ada gunanya mencoba hal seperti itu. Tidak ada seorangpun yang berdarah Leifer mau melepaskanku.”
“Tidak, Kau salah”
Perlahan Apollonia bangkit dari kursinya dan mendekati Uriel.
__ADS_1
“Karena darah Leifer mengalir di tubuhku juga.”
Apollonia ingat saat Ia kecil Ia mempelajari beberapa ilmu sihir dibawah bimbingan kakeknya. Tidak mungkin membatalkan kutukan itu tanpa bantuan penyihir asli namun Ia sudah cukup menguasai teori itu.
Setiap mantra ada cara untuk membatalkannya.
Semua itu tergantung pada kemampuan dan tujuan orang yang memantrainya. Kebanyakan mantra sulit dan biasanya mahal untuk dilakukan, namun setelah kau menemukan kuncinya mantra mudah untuk disingkirkan.
Keluarga Leifer memiliki sepenuhnya seluruh ‘singa’ Safiro dengan menandai mereka dengan kutukan itu. Mereka memilih darah mereka sebagai kuncinya sehingga hanya mereka yang dapat melepaskannya. Namun teknik ini tidak bisa dilakukan begitu saja. Teknik ini telah digunakan sejak dahulu oleh keluarga-keluarga yang berkuasa. Teknik ini dirahasiakan dari generasi demi generasi, namun Apollonia telah banyak diajarkan oleh kakeknya rahasia-rahasia kerajaan. Dia tahu tekniknya dengan sangat baik.
Jadi ketika kakeknya memberitahunya soal ‘Singa Safiro’ bertahun-tahun lalu, saat itupun dia sudah tahu kuncinya. Gumaman mabuk Gareth makin mengkonfirmasi kecurigaannya.
Hanya darah dari keturunan langsung yang dapat dijadikan kuncinya. Dan kebetulan Apollonia adalah anak dari Gaius Leifer yang dulunya seorang kepala keluarga.
“Tato itu akan kuhapus.”
Uriel terlihat ragu mendengar kata-katanya.
“Aku butuh seorang penyihir jadi tak bisa kulakukan sekarang. Tunggulah beberapa hari.”
“Berapa hari?” Tanya Uriel yang baru beberapa saat lalu yakin akan kematiannya. Ia tak percaya Apollonia akan menghapus tanda yang dikiranya akan mengikatnya selamanya hanay selama beberapa hari.
“Perayaan ulangtahunku akan tiba dalam tujuh hari… sebelum itu akan kubawa penyihir. Sebelum Ia datang putuskan apa Kau benar-benar ingin mati bahkan setelah tandamu dihapus.”
__ADS_1
Apollonia menyeringai tetapi Uriel masih terlihat bingung.
“Ohiya dan..”
Apollonia berbalik ketika Ia baru saja sampai di pintu untuk meninggalkan ruangan.
“Gelar yang tepat untuk memanggilku adalah ‘Yang Mulia’ dan mulai sekarang berbicaralah denganku dengan rasa hormat yang tepat.”
“Apa maksudmu…”
“Aku minta maaf Aku telah dilahirkan di masa orang-orang kesulitan. Tetapi Aku tidak bisa membiarkan siapapun merusak kekuasaanku.”
Sekali lagi Apollonia mendekati pembatas dan menatap Uriel tepat di mata.
“Terserah padamu untuk memilihku sebagai Tuanmu atau tidak. Tapi apabila Kau menyebutku sebagai ‘Kau’ lagi akan ku samakan luka di bahu kirimu dengan bahu kananmu.”
Melihat ekspresi dinginnya, Uriel mengerutkan alisnya tetapi tidak menjawab. Apollonia menatap Uriel sebentar lalu berbalik dan menggengam kenop pintu.
Ketika dia menarik kenop itu bisikan pelan terdengar di belakangnya.
“Uriel Biche”
“…Apa katamu?”
__ADS_1