Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 27


__ADS_3

Pembatas itu pecah seketika dan pecahannya jatuh berserakan di lantai.Kejadian ini persis seperti malam itu hanya saja kali ini tidak ada pedang di tangan Uriel. 


Namun Uriel tidak memberi waktu untuk Apollonia untuk berteriak, Ia langsung mencekal pergelangan Apollonia dan mendorongnya ke dinding.


Anak ini pasti diberkahi Ilmu sihir yang sangat kuat karena dapat melakukan hal seperti ini dua kali.


“Aku bisa menghancurkan pembatasmu bahkan tanpa pedang. Dan Aku tidak pernah melihat orang lain yang dapat memakai teknik ini.”


Uriel memajukan dahinya sembari berbicara. Dahi mereka hampir bersentuhan. Apollonia berusaha melepaskan tangannya, namun tangannya tidak dapat bergerak. Uriel menggengam tangan Apollonia dengan cukup rapat sehingga sulit bagi Apollonia melepaskan tangannya. Namun disisi lain genggaman itu tetap lembut agar tak melukai Apollonia.


“Lepaskan Aku”


Mendengar perintah Apollonia, Uriel melepaskan tangannya dan mundur beberapa langkah.


Pak!


Setelah uriel menjauh, Apollonia menampar Uriel dengan seluruh kekuatannya. Kepala Uriel tersentak ke samping.


“Kalau kau lakukan itu lagi, Kau akan mengalami kesakitan lebih dari yang pernah Kau alami sebelumnya. Jangan pernah menyentuhku, kecuali Kau mau dkirim ke Keluarga Leifer untuk mati mengenaskan.”


Mata Apollonia berkilau dingin. Uriel hanya diam sembari pipinya mulai membengkak.


“Bagus”

__ADS_1


“…Apa?”


“Kau bisa saja menghindari tanganku tetapi kau tetap diam. Kalau Kau tidak mau mati tetaplah seperti itu.Bahkan jika Kau berhasil menaklukanku masih ada beberapa pembatas diluar pintu, lalu Sid dengan panahnya. Jika kau mungkin saja bisa melalui semua itu masih ada para ksatria kerajaan. Tetapi Kau bahkan tidak bida berhadapan dengan Sid, orang yang telah melukai bahumu dengan belati.”


Uriel memejamkan matanya dan mundur selangkah lagi. Uriel terlihat sedikit menyesal telah bersikap begitu berani pada Apollonia namun Ia tidak tampak takut dengan ancamannya.


“Khayalan kedua adalah…”


Saat Uriel berbicara senyum pahit melintas di bibirnya.


“Adalah Kau dapat menjagaku tetap hidup.” Uriel tertawa.


“Apa maksudnya?”


” Tidak mungkin kabur dari Keluarga Leifer.”


“Karena mereka tidak butuh tau wajahku untuk menemukanku.”


Di lehernya tato pedang kecil berkilau kemerahan.


“Tanda ini dibuat oleh sihir. Biasanya tanda ini transparan dan tidak kelihatan namun dapat terlihat jika pemiliknya mau. Karena Kau dapat melihatnya sekarang berarti mereka sedang mencariku.Semakin bersinar tanda ini rasa sakitnya akan semakin kuat.”


Apollonia mendekat dan menyentuh pelan tanda itu. Tanda itu bersinar sedikit saar Apollonia menyentuhnya.

__ADS_1


“Setelah pemiliknya mengaktifkan tanda ini rasa sakitnya akan semakin bertambah, Aku harus kembali pada mereka. Kalau Aku tidak kembali rasa sakitnya akan semakin kuat dan Aku lebih baik mati daripada menahan sakitnya. Itulah kedua pilihanku : Mati atau kembali.”


Uriel tampak seperti anjing besar ketika Apollonia mengelus tandanya. Rasanya tidak cocok dengan situasi ini sama sekali.


“Artinya Aku tidak dapat memakai identitas baru….. Mereka tetap akan menemukanku.”


Apollonia menarik tangannya. Sebenarnya Apollonia sudah tau tentang tanda itu sejak lama.


“Jadi, Tuan Putri, Aku tidak bida jadi lelakimu. Kuhargai jika Kau membunuhku lebih cepat… atau kirim Aku kembali ke Keluarga Leifer agar Aku bisa memohon atas hidupku.”


Uriel menyelesaikan ucapannya dengan gigi terkatup rapat. Apollonia menimbang-nimbang sejenak. Keterus-terangannya tentang situasi ini berarti Ia memang tidak punya keinginan untuk hidup.


Tapi bagaimana jika situasi ini bukan yang seperti Uriel bayangkan?


Apollonia menangkat kepalanya. “Apa Kau keberatan jika Aku bicara sekarang?”


Uriel yang sedang beranjak ke tempat tidur berputar kembali terkejut.


“Ada yang masih ingin Kau bicarakan?”


“Kau tidak mendengarkan semua persyaratan dari tawaranku.”Apollonia memberi isyarat pada Uriel dan Uriel berbalik untuk menatap wajahnya. Uriel menatap Apollonia, menunggu ucapannya.


“Kalau Kau memutuskan untuk mengikutiku, Aku berharap Kau dapat mematuhiku. Tetapi Aku tidak sama sepeti bibiku.”

__ADS_1


“Apa?”


“Aku tidak akan mengukir tanda di tubuhmu, atau menyiksamu jika Kau tidak mengikuti perintahku. Kalau nanti suatu saat Kau benar-benar tidak dapat mematuhiku akan kuwujudkan keinginanmu untuk mati secara bersih seperti yang Kau minta.”


__ADS_2