Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 31


__ADS_3

Apollonia telah menghadiri banyak perjamuan dalam hidupnya namun ini pertama kalinya Ia menjadi tuan rumah. Bahkan perjamuan ulang tahunnya hanya alasan bari para bangsawan untuk berkumpul jadi tidak ada yang terlalu peduli padanya.


Namun di perjamuan kali ini, di upacara perayaan ulangtahunnya, Apollonia menarik perhatian semua orang untuk pertama kalinya. Sang Raja telah mengirim pelayan berbakat dan Apollonia telah menghabiskan seharian penuh didandani oleh tangan berpengalaman pelayan itu. Riasan yang Ia berikan pada wajah Apollonia menjadi gadis cantik dengan kulit bersinar dan pipi merona. 


“Sebaiknya Kamu menaikkan berat badan Kamu.” Kata pelayan itu terus terang. Tidak terlalu berefek sebanrnya karena pelayan itu telah membuat Apollonia tampak luar biasa. Apollonia memakai gaun seputih salju yang melambangkan ketulusan dihiasi berlian yang berkilau di kelamnya malam. Kepalanya dimahkotai tiara bunga yang dibuat dari emas yang ditempa halus. Semua ini semakin mengeluarkan kecantikan Apollonia.


Ketika Ia memasuki ruang perjamuan, Ia dikelilingi pria muda yang mengajaknya berdansa. Wanita seusianya juga memuji kecantikan dan ketenangannya.


“Salam kepada matahari kerajaan.”Ketika Apollonia memberi salam kepada Raja, yang sedang duduk di singgasana di ujung ruangan, Raja terlihat terpesona. Disebelahnya Petra duduk sambil menatapnya kaku, seperti biasanya.


Apollonia belum bertemu mereka lagi sejak kejadian itu. Tetapi setelah Ia kembali ke Star Palace saat Ia menunjukan lukanya ke Mereka, salah seorang pelayan mengatakan bahwa Petra sering menemui Raja. Mereka pasti merencanakan sesuatu.


Apollonia tidak tahu apa rancana mereka, Tetapi Ia ragu Petra mencoba membunuhnya untuk kedua kalinya. Berita soal insiden kemarin telah merebak di seluruh kerajaan layaknya kebakaran.


“Kau telah tumbuh dewasa.” Ucap Raja dengan raut penuh kasih sementara para ratu dibelakangnya tersenyum ceria.


“Ini semua karena kebaikan hati Yang Mulia,” balas Apollonia. Rupanya Gaius tidak menyadari sarkasme yang Apollonia lontarkan.

__ADS_1


“Aku punya kabar baik. Kabar ini sangat sempurna untuk disampaikan pada perjamuan hari ini.”Ucap Raja sambil tersenyum.


“Jika Ayah bilang ini kabar baik maka ini memang kabar baik.” balas Apollonia bersemangat. Seakan mereka sedang bertempur dalam keinginan, Apollonia yakin Ia tak akan kalah.


Tetapi mendengar perkataan Gaius setelahnya, Apollonia hanya bisa melotot tak percaya.


“Surat lamaran telah datang untukmu.” Gaius menyeringai pada Apollonia. “Sebentar lagi Kau harus bersiap-siap untuk pertunanganmu.”


Petra yang duduk disebelahnya tersenyum puas. Kedua ujung bibirnya terangkat.


“Lamaran… dari siapa?”Apollonia tidak dapat menyembunyikan getaran dalam suaranya. Untungnya Gaius dan Petra mengira itu adalah reaksi senang dari gadis pemalu. 


“Jadi, Ayah telah memutuskan?”


“Ya. Petra Akan membantu persiapanmu jadi lakukanlah yang terbaik.”


Kepribadian seperti apa yang akan cocok dengannya?Kerajaan Bjorn adalah Kerajaan makmur yang ekspor utamanya adalah senjata, selain itu Mereka juga memliki bisnis distrik yang berkembang. Apollonia menarik napas dalam-dalam. Walalupun Ia bingung, Ia mencoba memikirkan mengapa pertunangan ini diputuskan begitu cepat.

__ADS_1


“Selamat, Yang Mulia.”


Saat Petra memberinya ucapan selamat dengan senyum paksa,Apollonia pun paham.


Pernikahan dininya adalah rencana yang telah dibuat Petra dan Gaius.


Petra menggangap Apollonia sebagai ancaman, dan surat lamaran pun datang di saat yang tepat.


 “Ya, Selamat Yang Mulia,”


Para Ratu dibelakang Gaius mencoba menyanjung Apollonia. Sang Raja menatap Apollonia angkuh, seakan mengharapkan ucapan terima kasih dan berharap Apollonia segera enyah dari pandagannya.


“Ayah”


Apollonia berpikir sejenak lalu tersenyum tenang. “Kudengar Pangeran dari Bjorn mempunyai kararkter yang berwibawa dan seorang seniman bela diri yang hebat.”


Tentu saja Apollonia tidak pernah mendengar apa-apa. ‘Karakter’ adalah pujian yang digunakan apabila tidak ada yang dapat dipuji dan seorang bangsawan dan seni bela diri hanyalah cerita yang Ia karang berhubung Bjorn mempunyai ciri khas akan senjatanya.

__ADS_1


Apollonia tidak tertarik untuk menikah. Tetapi keuntungan dari situasi ini sudah jelas.


__ADS_2