
“Tuanku… tolong biarkan Aku pergi..”
Jeritan yang bergema di taman cukup kencang untuk memecahkan gendang telingan namun suara itu terpotong oleh ucapan seorang pria.
“Diam Kau ******! Setiap Kau melawanku lagi akan kupukul Kau. ‘
Pakk !
« Ahh »
Ketika para tamu dan pengawal mendengar tamparan itu mereka kesal begitu juga Paris.
Paris membiarkan teman dan sepupunya yaitu Gareth membawa wanita ke taman itu.Namun dia tidak pernah memperbolehkan kekerasan atau pelecehan.Gah… betapa Paris benci berhadapan dengan situasi seperti ini.
“Yang Mulia kami menunggu perintah Kamu.”
Paris ragu-ragu sambal mengutuk-ngutuk di dalam hatinya namun Ia tak punya pilihan lain selain memberi perintah.
“Bawa Mereka ke hadapanku.”
Setelahnya para pengawal menyeret Gareth yang meronta-ronta dan berteriak marah juga Adrian Reese. Wajah Adrian Reese dipenuhi lebam dan air mata terus jatuh ke pipinya. Bajunya pun sobek dan rusak. Waja Nisha berubah pucat Ketika melihat keduanya.
“Lepaskan Aku, Lepaskan Aku! Kalian tidak tahu Aku siapa hah?!”
__ADS_1
Gareth terlihat mabuk. Namun setelah Ia melihat wajah dingin Paris dia berhenti meronta.
“Ya-yang Mulia, Pangeran..”
Paris langsung memukul wajah Gareth sebelum kata-katanya selesai.
Krak!
“Ughh.”
“Apa-apaan ini Hah?!”
Paris mencengkram kerah Gareth dan menariknya kuat-kuat.Gareth menatap Paris gugup. Maksud dari raut Paris sangat jelas.
Pasris menarik-narik kerah Gareth hingga kepalanya maju mundur karena kekuatan amarah Paris. Setelah itu Ia menghempaskan Gareth ke lantai.
“Kau sungguh-sungguh akan memperkosa wanita di tamanku?”
Gareth berkedip, lalu dengan panik mengguncangkan kepalanya setelah menyadari situasi.
“Ini salahku Yang Mulia ini tidak akan terjadi lagi. »
Kerumunan semakin mengarah ke taman. Beberapa orang mencoba menenangkan Paris.
__ADS_1
« Yang Mulia ini salah Duke muda. Ayo kita Kembali sebelum Raja atau Duchess melihat.”
“Lagipula dia memang pelayannya Yang Mulia, ini tidak akan membantunya Kalau Kamu membuat keributan besar atas insiden kecil ini.”
Apollonia tau Paris akan mendengarkan saran mereka dan berpura-pura tidak punya pilihan lain selain melakukannya. Bukannya Paris lebih bermoral dari Fareth hanya saja Gareth memang bodoh dan melakukan segala sesuatu sesukanya sedangkan Paris lebih tertarik menjaga reputasinya.
Dalam kata lain, Paris tidak peduli dengan wanita itu selama orang-orang melihatnya sebagai Pangeran baik hati yang tidak bisa melihat ketidakadilan. Dia mirip sekali dengan Raja. Sebenarnya hasilnya akan sama saja apapun yang Ia lakukan jadi Paris memutuskan untuk mengambil keuntungan dari situasi ini.
“Kakak, sebaiknya Kita pulangkan Gareth dulu.”
Para oenonton mengganguk mendengar Apollonia berbicara. Paris tampak sedikit lebih lega.Tidak aka nada yang menyalahkannya kalau adik kecil manisnya dan pusat perjamuan hari ini yang memintanya.
« Aku akan membawa gadis ini dan merawatnya walau Aku tidak dapat mengembalikannya ke bibi kita dengan keadaan seperti ini. »
Apollonia melepas mantelnya dan menutupi Adrian yang tengah gemetaran di tanah. Paris menganguk dan melirik Gareth.
“Jangan pernah mendekati taman lagi. Aku akan berurusan denganmu nanti karena telah menodai perjamuan ulangtahun Nia.”
Begitulah Akhirnya.Para tamu Kembali ke ruang perjamuan sambal memuji kebaikan Apollonia dan kebijaksanaan Paris. Paris telah memberi pelajaran kepada Gareth Liefer yang telah menggangu perjamuan dan hamper memperkosa seorang gadis di taman istana.
“Yang Mulia, wanita ini…”
Pelayan yang berada di taman menatap Apollonia gugup setelah Ia berbicara. Apollonia menatap Adrian yang tengah diambang ketidaksadaran. Apollonia berhasil menyelamatkannya karena Ia berada di waktu dan tempat yang tepat. Apollonia tidak yakin apakah Ia bisa mencegah ini terjadi lagi.
__ADS_1
“Bawa dia ke Star Palace dan panggil dokter.”Apollonia mendesah. Dia tidak bisa meninggalkan korban kekejaman Petra menderita seperti ini.