Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 9


__ADS_3

Walaupun nada bicara Petra terdengar lega tersirat rasa penasaran di matanya. Apollonia menelan ludahnya. Sambil menggegam kuat lengan Apollonia Petra memajukan tubuhnya dan berbisik pelan.


“Ini luar biasa”


“Ini sedikit belepotan karena tanganku dibungkus dengan sapu tangan. Darahnya tidak terlalu banyak”


Apollonia sembarang menjawab sambil melepaskan genggaman Petra dan buru-buru meninggalkan ruangan. Walaupun berkali-kali bilang tidak apa-apa wajah Apollonia tetap saja pucat. Saat luka di tangannya mulai sedikit memudar yang Ia pikirkan cuma satu.


‘Apakah Aku tertangkap?’


Setelah Apollonia pergi perjamuan kembali berlanjut. Namun terdengarr kasak kusuk disana sini mengatakan selir Raja melukai Tuan putri dengan pecahan teko saat mereka berdebat.


“Kenapa kalian diam saja? cepat bereskan kekacauan ini bagaimana jika tamu penting terluka?”


Petra menyuruh para pelayan istana memberesakan pecahan tekon yang masih bernoda darah. Petra membersihkan kekacauan dihadapannya  dengan raut tenang lalu menghampiri Catherine yang tampak ketakutan di tengah keramaian.


“Duchess dari Liefer…”


“Apa yang terjadi Ratu?”


Catherine tidak pernah menyapa Duchess Liefer sebelumnya. Walaupun rumor berkata bahwa Gaius sangat mempercayai adiknya, bagi Catherine itu hanya sebatas persaudaraan biasa. Catherine kira Ia dapat mengalahkan Petra dan duduk di singgasana sebelah Yang Mulia Raja.


Namun ketika dia berhadapan langsung seperti saat ini Ia menyadari betapa bodoh dirinya.

__ADS_1


Semua tamu perjamuan memerhatikan setiap pergerakan Petra. Para pelayan istana pun bekerja secepat kilat saat mendapat perintah dari Petra. Seolah para pelayan memiliki kepatuhan tinggi pada Petra dibandingkan sopan santun biasa mereka kepada Catherine.


Lebih dari itu mata Petra lah yang membuat Catherine gugup. Mata emas penuh kilatan seperti binatang buas yang akan menghabisinya tanpa sisa.


Kaki Catherine melemas karena aura mengerikan dari orang dihadapannya.


“Duchess Aku tidak tau apa yang Kamu lihat namun Aku tidak melakukan apa-apa. Teko itu hanya ketidaksengajaan..”


“Tadi Kau bilang apa kepada Tuan Putri?”


“…umm?”


“Karena tidak ada Permaisuri di istana ini Kau ingin disapa layaknya seorang Permaisuri?”


“Duchess Aku hanya ingin mendekatkan diri dengan Tuan Putri…..” 


“Maksudmu Kau ingin mengajari Yang Mulia Tuan Putri tata krama kerajaan?”


Petra menyeringai sambil melangkah lebih dekat.


“Walaupun Sang Raja telah mempercayaiku untuk mengatur istana ini Kau sepertinya sangat frustasi akan hasil kerjaku hingga Kau berbicara seperti itu”


Petra, penguasa istana yang sebenarnya mengambil kata-kata Catherine sebagai tantangan untuk menjadi permaisuri. Wajah Catherine memucat menyadari kesalahannya. 

__ADS_1


“Bukan. Bukan begitu”


“Kalau istana kerajaan ini sepertinya kurang bagimu, maka mari kita selesaikan masalahnya”


Walalupun Petra berbicara dengan suara pelan tetapi tetap terdengar dingin.


“Ratu… Ah tidak maksudku tolong seret Lady Loenheim keluar”


Suara Petra menikam Catherine bagai pedang. Para tamu semakin berbisik-bisik di belakang.


“Apa-Apa maksudmu? Akulah yang menikah dengan Yang Mulia Raja! Atas perintah siapa Kau mengusirku keluar…”


“Kau melakukan pengkhianatan karena Kau menggangu peraturan kerajan dan melukai anggota keluarga kerajaan. Mulai sekarang Kau adalah pendosa”


Petra memotong ucapan Catherine dingin.Sebenarnya Petra tidak peduli mau peraturan kerajaan ataupun kemanan tuan putri dia hanya butuh alasan agar bisa menendang Catherine keluar. Para pelayan istana sudah mengelilingi Catherine.


“Apa-apa Ini semua adalah kesalahan..”


Suara Catherine bergetar. Menyadari betapa seriusnya situasi ini dengan panik Catherine memandangi sekelilingnya. Tatapannya berhenti saat Ia melihat seorang Pria berjalan di kejauhan.


“Yang Mulia,,,, Yang Mulia!!”


Catherine memanggil-manggil suaminya seolah hidunya bergantung padanya. Yang Mulia Raja menghampiri Catherine dan Petra dari arah lain ruang perjamuan. 

__ADS_1


Hah! apa hebatnya seorang Duchess Sang Raja akan menyelamatkannya.


__ADS_2