
Setelah memastikan nadi istrinya telah sepenuhnya berhenti, Tanpa setitik penyesalan Gaius berbalik ke arah pintu.
Ksatria yang dicintai Ellenia, berperawakan kuat, rambut gelap kasar miliknya, mata keemasan yang dulu hanya untuk Ellenia, dan suara rendah yang dulu mengisi telinganya.Meninggalkannya begitu saja.
Gaius meninggalkan Ellenia dan seluruh dunia mereka dibelakangnya.
………
Namun seorang gadis berambut keemasan yang tengah bersembunyi di belakang perapian mengigit bibirnya kuat-kuat hingga berdarah. Air matanya terus berjatuhan namun Ia tidak bisa menutup matanya.
Badan Apollonia membeku ketakutan. Ia bahkan tidak berani menyentuh badan ibunya walaupun Ayahnya sudah pergi. Kata-kata terakhir ibunya menggema di pikirannya seakan Ellenia meneriakkan kata-kata tersebut di telinganya.
“Bertahan….Raja…”
Ia harus bertahan hidup. Ia harus menjadi Raja
Kata-kata itu tertanam dalam di jiwa Apollonia
………
__ADS_1
7 tahun kemudian..
“Ucapkan salam..”
Apollonia yang berumur 16 tahun dipanggil ke ruang perjamuan. Ia dan Paris bergantian menyapa 5 wanita yang terlihat beberapa tahun lebih tua darinya.
“Mulai sekarang mereka akan tinggal disini sebagai selir. Kalian harus sopan”
7 Tahun lalu saat Putri Ellenia dan Raja Pascal III meninggal karena alasan yang tidak diketahui di hari yang sama, Gaius Liefer menangis penuh duka dan menolak untuk makan dan minum.
Di sisi lain banyak yang khawatir akan kesehatannya, banyak juga yang membicarakan betapa harmonisnya pasangan kerajaan
“Kudengar mereka bertemu di daerah Liefer seperti takdir ya”
“Kekhawatiranmu tidak berguna Yang Mulia juga sayang pada Gaius”
“Yang lebih mengkhawatirkan jika Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Putri meninggal bagaimana dengan Yang mulia Pangeran Ratu(Gaius) dan Yang mulia Paris?”
Waktu itu Raja akhirnya menerima Gaius,pria yang dicintai putrinya. Ia pun menyayangi Gaius layaknya anaknya sendiri. Gaius yang berasal dari keluarga biasa menjadi seorang jenderal yang kuat dan membangun banyak kekuatan militer.Mereka membangun keluarga yang harmonis dan kebahagiaan itu bertahan sampai Sang Raja dan Putri meninggal karena penyakit misterius.
__ADS_1
” Ya ampunn Kau terus menangis dan belum makan berhari-hari”
Orang- orang bersimpati pada Gaius yang memakai baju hitam dan terus menangis sembari meneriakkan nama Ellenia. Pandangan seorang ksatria kuat bermata keemasan penuh kelembutan yang jatuh dalam duka karena cinta memenangkan hati rakyat.
Namun, keadaan menjadi sedikit aneh setelah pemakaman berakhir
“Sebagai satu-satunya orang dewasa di keluuarga kerajaan Aku akan melindungi kerajaan”
Saat pemakaman berakhir, Gaius sendri yang menobatkan dirinya naik tahta karena anak-anaknya masih kecil. Posisi itu hanya sementara dan saat itu tidak ada yang curiga karena memang tidak ada pilihan lain hingga pewaris kerajaan sebenarnya tumbuh dewasa.
Setelahnya Gaius pulih dengan cepat atas dukanya dan membangun kerajaan. Selanjutnya Ia membangun istana kerajaannya sendiri dan menduduki posisi penting. 7 tahun setelahnya ketika kantor utama Raja hanya diisi oleh ajudannya Ia mengambil langkah mengejutkan
“Kursi sebelah Raja tidak boleh kosong”
Yaitu para selir.
Kerajaan Samara pada dasarnya menegakkan monogami, Namun hanya Rajalah yang boleh memiliki selir sebagai dengan keuntungan relasi dengan kerajaan lain melalui pernikahan sebagai bentuk negosiasi politik.Namun seorang Raja sementara yang bahkan bukan keturunan kerajaan tidak berhubungan dengan aturan ini sama sekali. Siapa yang menyangka bahwa suami mendiang putri akan naik tahta dan bahkan membawa wanita lain bersamanya?
Tapi Gaius berbeda. Ia tidak peduli dengan perlawanan para menteri dan membawa 5 selir sekaligus.Dengan bangga Gaius bahkan membawa mereka ke istana dan melimpahi mereka dengan emas, gaun-gaun mewah, dan perhiasan.
__ADS_1
“Bagaimana bisa seorang yang bukan keturunan kerajaan mempunyai selir?”
“Bagaimana bisa selir-selir yang Ia bawa pun dianggap keluarga kerajaan?”