Putri Berwajah Dua

Putri Berwajah Dua
Chapter 30


__ADS_3

Namun wilayah itu sia-sia. Pemerintahannya kacau dan lahannya gersang. Provinsi itu telah dibiarkan untuk mengurus dirinya sendiri. Tanpa adanya komunikasi dengan pemerintahan pusat tempat itu menjadi saran pencuri dan penjahat.


“Seperti rumornya tempat itu dipenuhi penjahat dan bencana alam sering terjadi. Tempat itu sangat berbahaya.” ucap Sid yang baru saja kembali setelah mengunjungi provinsi itu.


“Tapi kakek memberikannya padaku.”


“Atau mungkin Kamu masih memilikinya karena tidak ada orang lain yang mau?”


“Mungkin saja.”


Namun Apollonia tetap ingin pergi kesana dan melihatnya sendiri. Ia tidak pernah memberitahu seorangpun tentang ini bahkan Sid sekalipun, namun kakeknya pernah memberitahunya rahasia tentang Provinsi Lishan. Kata-kata kakeknya terngiang jelas di kepalanya.


“Tempat yang paling berbahaya. Tempat yang paling tidak dapat diprediksi seorang pun. Di tempat itulah, Aku menyembunyikan sebagian ‘hati’ kerajaan.”


Saat masih hidup, Pascal III sering mengatakan hal ini didepan Apollonia. Terkadang kakeknya menyenandungkan kata-kata itu layaknya lagu atau bergumam seakan sedang bicara pada dirinya sendiri. Namun Ia tidak pernah mengatakan kata-kata itu didepan orang lain seakan teka-teki itu hanya untuk Apollonia. 

__ADS_1


Terakhir kali Apollonia mendengar kata-kata itu.. adalah saat sebelum kakeknya menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah Gaius membunuh Ellenia didepannya, Apollonia langsung bersembunyi di kamar kakeknya. Kakeknya menghiburnya dan diantara tangisannya Ia kembali menyebut kata-kata itu. Itu adalah momen terakhirnya bersama Pascal III. Jadi penting bagi Apollonia untuk mengunjungi provinsi itu, Walaupun berbahaya atau teka-teki itu tidak membuahkan hasil.


Dan kalau mungkin ada seseorang yang Ia harap menjadi pengawalnya.


 “Apa penyihirnya sudah siap?” Tanyanya pada Sid.


“Tentu saja. Penyihir itu akan menyamar sebagai salah satu keluarga Aku.”


Apollonia dan Sid tersenyum.


Setelah upacara perayaan ulang tahunnya, ketika Ia sudah bebas melakukan apapun yang Ia mau, Ia harus mencari cara untuk menghadapi Raja. Kalau Ia berhasil merekrut Uriel Biche, maka tahap awal rencananya akan sempurna.


Upacara perayaan ulang tahun putri akan menjadi pesta yang luar biasa. Walaupun tidak akan semegah seharusnya karena Raja tidak menyukainya namun tetap saja pesta itu tetap akan mewah. Bagaimanapun Apollonia adalah satu-satuny Putri di Kerajaan.


Pesta ini diadakan belum lama sejak pesta penyambutan ratu, Namun para bangsawan yang diundang tidak mau melewatkan kesempatan untuk mencari perhatian terhadap orang-orang yang berpengaruh. Jadi bukan suatu kejutan melihat banyaknya kereta kuda yang berlarian melewati gerbang istana. Kekacauan itu cukup bagus untuk Apollonia karena dia harus menyelundupkan seorang penyihir.

__ADS_1


“Sayang sekali… Aku ingin memulai hari dengan melihat Yang Mulia memakai gaun perayaan.”


“Ini cuma gaun putih dengan beberapa renda… ini membosankan.”


“Bukan.. gaunnya memang tidak penting tetapi bagaimana Kamu terlihat memakain gaun itu. Tetapi mengapa juga Aku begitu tertarik pada gaun wanita?” Tawa Sid.


“Sekarang Aku juga mengenakan gaun. Apa bedanya?”


“Aku yakin tidak ada wanita di kerajaan ini yang terlihat biasa saja saat upacara perayaan ulangtahunnya seperti Kamu, Yang Mulia.”


Apollonia membalas bahwa dia sudah menunggu perayaan ini berbulan-bulan. Namun Sid menyangkalnya.


“Ini berbeda, Aku lebih tertarik menjadi orang dewasa itu sendiri daripada perayaannya.”


Sid terlihat seperti masih ada yang ingin Ia bicarakan namun Ia tetap diam. Sid meninggalkan Star Palace lebih cepat. Menurutnya Apollonia tidak akan mendegarkannya lagi.  Tentu saja, Ia mengingatkan Apollonia untuk waspada pada Pria sebelumnya.

__ADS_1


Sebenarnya peringatan itu tidak terlalu diperlukan untuk seseorang yang menghabiskan hidupnya bertahan agar tidak mati di tangan ayahnya yang kejam, Tetapi Apollonia tetap mengucapkan terimakasih dan mengantar Sid pergi.


Semua persiapan malam itu telah selesai dan Apollonia memasuki ruang perjamuan tepat waktu.


__ADS_2