Puzzle

Puzzle
Episode 33


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu.


Kesehatan Regan pun mulai membaik. Bahkan salah satu suster memberi tahunya


bahwa besok pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Alhasil pagi ini ini Regan


bangun lebih awal dan berniat untuk jalan-jalan sebentar mengelilingi taman,


sebelum dirinya pulang.


Tanpa ditemani Sunny,


Regan mulai mendorong tiang infusnya. Menyusuri lorong-lorong kamar yang


terlihat sepi. Mungkin karena waktu belum belum menunjukkan jam-jam menjenguk


pasien. Jadi, hanya beberapa dokter hingga suster yang berlalu lalang dari kamar


ke kamar.


Regan memutuskan untuk


duduk di salah satu bangku panjang yang berwarna putih. Menatap beberapa anak


bayi serta lansia tengah berjemur. Tentu saja mereka ditemani kerabat maupun


suster. Melihatnya saja sudah membuat Regan iri.


“Gimana keadaaan lo?”


tanya seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Regan.


Tatapan yang awalnya


memandangi sekeliling, kini menatap laki-laki di sampingnya dengan tatapan


datar. Sedikit tidak suka dengan kehadirannya.


“Tenang. Gue di sini

__ADS_1


hanya menjenguk lo bukan untuk hal lain,” terang laki-laki itu saat menyadari


hawa ketidaksukaan dari Regan.


“Jangan ganggu adik gue


lagi, Fan.” Wajah Regan terlihat marah. Giginya pun gemeletuk keras. Menahan


gejolak emosi di dadanya.


“It’s ok, Gan. Gue hanya menjenguk lo. Sama seperti yang gue bilang


barusan,” sahur Erfan menggelengkan kepalanya pelan.


“Lo nggak akan datang ke


sini tanpa maksud tertentu,” potong Regan cepat.


“Untuk sekarang belum


ada. Karena gue kasihan aja sama lo. Masa kita musuhan tapi nyari lawan yang


Tatapan regan sangat


tidak bersahabat. Akhirnya, ia memutuskan untuk cepat-cepat meninggalkan taman.


Sedangkan Erfa, hanya diam sambil tersenyum sinis. Menatap kemunafikkan Regan


yang selama ini telah membohongi Sunny.


***


“Nanti gue mau jenguk


Bang Regan, Daf. Udah lama banget kita nggak jenguk,” celetuk Alva pelan.


Seketika Kenzo


menyetujukan perkataan Alva dan menatap seisi kelas dengan pandangan yang sulit

__ADS_1


diartikan. Padahal sebelum masuk kelas, Daffa sempat beradu tatapan dengan


Rafif. Namun, terhenti melihat kedatangan Bu Dayut. Lengkap dengan keris


kemonceng andalannya.


“Setuju. Gue jadi nggak


sabar nunggu balik sekolah,” sahut Reyvan antusias.


Tanpa memperdulikan arah


pandangan Bu Dayut. Mereka pun betos ria sambil tertawa kecil. Menggambarkan


rasa senangnya hari itu.


Padahal Sunny saja tidak


mengetahui bahwa abangnya teman baik dari Daffa. Karena Regan pun tidak pernah


memberitahu. Hanya mengatakan ia mempunyai adik yang tidak jauh dengan umurnya.


Tepat sekali. Umur Sunny dengan Regan hanya selisih 5 tahun. Lumayan dekat


dengan umur Regan yang mulai menginjak angka 20 ke atas.


“Sisihkan uang kalian.


Gue mau beli sesuatu,” pungkas Daffa membuat Kenzo mengeluarkan lembaran


berwarna hijau. Lalu, disusul oleh Alva dan Hito yang kompak menyerahkan satu


lembar puluhan ribu.


Melihat betapa


perhatiannya mereka, Daffa hanya tersenyum sendu.  Mensyukuri nikmat Tuhan yang telah memberikan


dirinya teman yang sangat baik.

__ADS_1


__ADS_2