Puzzle

Puzzle
Episode 36


__ADS_3

Pekan ini seharusnya Maurin mengantarkan Bang Maron ke


acara temannya. Namun, karena abangnya itu tiba-tiba ada keperluan di kampus.


Akhirnya, dengan terpaksa dibatalkan dengan Maurin yang lebih memilih untuk hangout untuk menghabiskan waktu.


 


 


Namun, mulut kecil itu terbuka dan menghela napas


pelan. Ia baru sadar jika hari ini pula Sunny mengantarkan Bang Regan untuk check up. Merana sekali akhir pekan ini


menurut Maurin.


 


 


Namun, wajah Keyra terpampang di layar ponsel Maurin.


Sebuah panggilan video kebiasaan Keyra yang tidak pernah hilang. Namun, kening


perempuan menggemaskan itu terlihat mengerut dalam dengan jari-jari lentiknya


bergeser di atas layar.


 


 


“Kenapa, Ra?” tanya Maurin tanpa basa-basi.


 


 


“Hari ini ada acara?” tanya Keyra saat menyadari bahwa


pakaian Maurin yang nampak berbeda, serta langit biru yang ia percaya bahwa


sahabatnya itu sedang ada di luar.


 


 


“Enggak jadi, tadinya gue mau pergi sama Bang Maron.


Emang kenapa, sih?” tanya Maurin sedikit penasaran.


 


 


Layar ponsel Maurin bergerak pelan, menandakan bahwa


Keyra membawa ponselnya berpindah tempat. Tepat sekali, kini terpampang di


hadapan Maurin adalah balkon kamar milik Keyra. Sepertinya perempuan mungil itu


hendak mengatakan sesuatu.


 


 


“Kita jalan kuy!” ajak Keyra bersemangat.


 


 


Maurin terlihat menimang ajakan Keyra, lalu mengangguk


pelan. Membuat layar ponselnya bergerak drtastis. Dan hampir saja terjatuh ke


lantai kalau tida cepat-cepat Keyra tangkap.


 


 


“Gue jalan ke rumah lo,” pungkas Maurin menutup


teleponnya.


 


 


***


 


 

__ADS_1


“Fif, lo yakin sama


rencana ini?” tanya Cyra meyakinkan laki-laki di hadapannya.


 


 


Rafif nampak tidak peduli


dengan pertanyaan Cyra. Bahkan ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya


deruan napas yang terdengar dari mulutnya.


 


 


Lama kelamaan Cyra pun


gemas dengan tingkah sepupunya. “Lo bisa serius nggak, sih?” tanyanya gemas.


 


 


“Setiap kata-kata yang


keluar dari mulut selalu serius, Ra.” Rafif terlihat tidak suka dengan


pertanyaan Cyra yang menganggapnya dirinya hanya bermain-main saja.


 


 


Jika memang hanya bermain-main


untuk apa melangkah hingga sejauh ini. Bahkan dengan nekat, ia merencakan


tentang kecelakaan Regan hari lalu. Padahal selangkah lagi dirinya akan


melenyapkan Regan, namun kedatangan salah satu pengendara membuat Rafif


menghentikan rencananya saat itu juga.


 


 


“Gue percaya kok. Tapi lo


Rafif menaikkan alis kanannya bingung.


 


 


“Udah keluar dia. Dapat


info dari mana?” balas Rafif dengan wajah sedikit tidak peduli.


 


 


“Gue sempat lihat dia


waktu keluar dari rumah sakit. Kayaknya dia check


up,” ujar Cyra sambil mengaduk-aduk mlik


shake yang tinggal setengah gelas.


 


 


Pandangan mata Rafif


tanpa sengaja mengarah pada pintu masuk yang menampakkan dua orang perempuan


tidak asing menurut penglihatannya. Merasa aneh, Cyra pun memandangi mata


Rafif, lalu mengarah pada bangku yang berada di pojok. Itu adalah Maurin.


 


 


Namun, tidak lama


kemudian, Keyra datang dengan nampan yang berisikan beberapa makanan dan


minuman. Obrolan ringan serta tawa kecil itu mengganggu pendengaran Cyra.


Apalagi Maurin yang tanpa sengaja menatap ke arah mejanya.

__ADS_1


 


 


“Itu Cyra, ‘kan?” tanya


Maurin menunjuk salah satu bangku dengan dagunya.


 


 


Keyra mengerutkan dahinya


bingung. “Cyra yang suka gangguin lo bukan, sih?”


 


 


“Nama Cyra emang ada


berapa di dunia ini?” tanya Maurin balik.


 


 


“Mungkin nggak banyak,”


balas Keyra polos.


 


 


Sontak Maurin memutar


bola matanya malas, dan segera menandaskan makannya. Ia ingin cepat-cepat pergi


dari sana. Terlebih dirinya sempat menatap laki-laki yang dirasa tidak asing.


Namun, Maurin seketika lupa pernah bertemu dimana.


 


 


“Gue buang ini duluan. Lo


jangan lama-lama,” kata Maurin pada Keyra yang tengah asik dengan makanannya


sambil sesekali menatap layar ponsel yang menampilkan sebuah acara live di salah satu aplikasi pertemanan


seperti Instagram.


 


 


Kepergian Maurin yang


awalnya Keyra sangka akan sebentar ternyata lama. Terlihat ia sudah beberapa


menit menjalankan acara live di Instagram pribadinya. Namun, Maurin


tidak menampakkan batang hidungnya.


 


 


Di sisi lain, ketika


Maurin menuangkan beberapa kotak kosong di dalam keranjang, tiba-tiba ada


seseorang yang sengaja menabraknya hingga nampan tersebut jatuh sempurna ke


dalam tong sampah. Hal tersebut tentu saja membuat Maurin emosi seketika


memuncak.


 


 


Bukannya memungut


kembali, Maurin malah melenggang pergi membiarkan Cyra menatap tong sampah di


hadapannya dengan pandangan terkejut. Lalu, matanya mengarah pada sebuah kamera


pengintai yang menatap dirinya dengan sangat jelas.


 


 

__ADS_1


“Bangsat! Gue


bisa-bisanya dipermainkan sama Maurin,” umpat Cyra kesal.


__ADS_2