
Semilir angin bertiup sedikit kencang membuat rambut Sunny
sedikit berantakan, dengan menyelipkan sejumput rambutnya dibelakang telinga
yang menghalangi pemandangan. Disampingnya terdapat Daffa yang tengah memotret
keadaan pantai. Kalian pasti bertanya kenapa mereka bisa ada dipantai? Jawabannya
simple, setelah perdebatan panjang akhirnya mereka memutuskan untuk membolos
saja.
Sunny memang sangat menyukai laut, jadi ia senang saja
diajak ke pantai. Apalagi didukung dengan keadaannya hari ini sedikit tak
menentu, membuat sikapnya gampang berubah-ubah. Namun, moodnya kali ini sedikit lebih baik berkat Daffa. Haruskah ia
berterima kasih? Sepertinya tidak. Bisa besar kepala nantinya.
“Thanks, ya. Hari
ini gue seneng banget,” seru Sunny antusias terkikik geli hingga lesung pipinya
tercetak jelas.
“It’s ok. Tapi ini
nggak gratis,” sahut Daffa membuat Sunny mendelik horror. “Hahah ... santai
mbak jangan serius-serius nanti baper.”
“Sialan! Gue Kamehameha ***** lo,” Sunny memasang
kepalan tangannya tepat didepan wajah Daffa.
“Becanda elah,” ujar Daffa sambil beranjak dan menarik Sunny
pelan. “Makan dulu,” lanjutnya.
Keadaan resort saat
ini sudah terlihat sedikit ramai, sangat berbeda dengan kedua sejoli yang
tengah menikmati sarapan telatnya. Mengabaikan tatapan aneh dari orang sekitar,
memang mereka berdua sedikit mencolok dengan seragam putih abu-abunya.
“Kak?” panggil Sunny pelan.
“Hmm?”
“Aneh gak sih? Semua orang pada ngeliatiin kita.”
“Punya mata.”
“Mendadak kenyang gue.”
Ucapan tersebut membuat Daffa menoleh kearah Sunny,
“Syukurlah, ayok kita pulang.”
“Kita kesini sebentar doang?” tanya Sunny sambil mendelik
tak percaya.
Daffa pun mengangguk dan pergi meninggalkan resort tersebut, sementara Sunny
menganga melihat Daffa yang selalu serius dengan ucapannya. Lihat saja, bahkan
ia tak memperdulikan Sunny yang belum beranjak sedikitpun.
Dengan langkah mencak-mencak Sunny menghampiri Daffa sambil
mendelik sinis. Percuma saja ke pantai kalau hanya numpang sarapan. Seandainya
mencekik orang tidak berdosa, mungkin saat ini sudah menjalankan aksinya.
SEANDAINYA! Perlu ditekankan.
“Naik,” perintah Daffa sambil melirik Sunny yang tak kunjung
bergerak.
Kesal? Tentu saja. Ibaratkan lo diterbangin tinggi-tinggi
akhirnya dihempas juga. Doi yang lo harap-harapin nggak pernah peka. Ok cukup!
Hari ini Jangan berbucin nanti kelihatan banget ngenesnya.
Motor Daffa meraung pelan membelah jalan ibukota. Sementara
Sunny tengah sibuk dengan rasa kesalnya pada Daffa yang begitu entengnya
mengajak pergi dari pantai tersebut. Lajuan motor tesebut terhenti disebuah
pusat perbelanjaan ibukota.
Layaknya Romeo dan Juliet kedua sejoli tersebut memasuki
pintu mall yang dibukakan oleh satpam. Banyak pengunjung yang memperhatikan
mereka berdua, sebab dimanapun mereka berada pasti akan mengundang tatapan aneh
dan mencemoohnya hanya karena berseragam sekolah.
Tap ... tap ...
tap....
Lorong mall yang ramai kini berganti dengan keadaan yang
sangat sepi, membuat Sunny merasakan hawa dingin menusuk pori-pori kulitnya.
Namun berbeda dengan Daffa yang berjalan tegap dan berkharisma. Sangat jelas
__ADS_1
terlihat ia mempunyai peran penting pada mall ini, sebab sejak ia memasuki mall
tak ayal banyak pegawai serta para pemilik toko yang mengenal Daffa.
Sunny berdehem pelan, “Kak, kita mau ngapain? Ini kok jadi
sepi banget, lo nggak rencana buat macem-macemin gue, ‘kan?”
Spontan Daffa tertawa keras sekali hingga menggema disepanjang
lorong yang tidak diketahui Sunny, “Satu macam juga udah puas kok.”
Klek
Daffa membuka salah satu pintu yang letaknya cukup jauh dari
lift tadi. Sunny yang memang was-was hanya melirik sekilas tanpa berniat untuk
memasuki ruangan tersebut. Daffa yang melihat Sunny waspada hanya tersenyum
kecil.
“Kenapa diluar? Santai gue juga nggak nafsu sama body lo,” sahut Daffa enteng yang
dihadiahi kepalan gratis dari Sunny.
“Sebagai perempuan yang terhormat gue harus waspada dengan
makhluk modus bernama laki-laki,” ujar Sunny sambil menduduki sofa yang
terlihat sangat menggoda. “Sofa lo possessive banget, masa gue disuruh tidurin dia.”
“Kalau mau tidur jangan disitu nanti ada pegawai masuk,”
ujar Daffa sambil membuka laptop dan melihat berkas-berkas di mejanya yang
hampir menutupi wajahnya.
“Ini ruangan apa?”
“Ruang kerja gue, bisa dibilang rumah kedua setelah rumah
ayah.”
“Oh, lo kerja?”
“Hmm.”
“Eh, ini apa?” ujar Sunny terkejut melihat sesuatu di rak
buku dekat sofa yang didudukinya.
Daffa yang penasaran segera menghampiri Sunny dan meletakkan
tanganya didekat kedua bahu Sunny, sekilas Daffa seperti memeluk Sunny dari
belakang.
“Gue peringatin lo untuk masuk kamar,“ bisik Daffa tepat
Reflek Sunny menoleh kearah Daffa, tepat ujung hidung
mungilnya mengenai pipi tegas milik Daffa. Namun sentuhan kecil tersebut
berefek besar bagi Daffa, membuat sang empu menegakkan tubuh kembali dan
buru-buru menekuni kertas yang sudah meraung-raung meminta ditanda tangani.
Sedangkan Sunny mendadak kikuk dan tanpa berbicara terlebih
dahulu Sunny memasuki kamar kecil yang terdapat di ruangan tersebut. Dibukanya
perlahan yang lantas disambut aroma maskulin khas seorang laki-laki. Sedikit
rapih untuk ukurannya, bahkan kamar abangnya pun tak serapih ini.
Mendadak rasa kantuk menyerang membuat Sunny menjatuhkan
diri diatas kasur king size yang hampir memenuhi isi kamar, dan tanpa berniat
melepas sweaternya terlebih dahulu.
Sebentar saja Sunny sudah menjelajahi dunia mimpinya.
Sementara Daffa tengah menyelesaikan pekerjaannya yang sudah
sangat terbengkalai, akibat banyaknya urusan OSIS yang mengharuskan ia untuk
datang. Tiba-tiba ponselnya bergetar membuat Daffa mengalihkan perhatiannya
sebentar.
Erysichthon
Kenzo.lksi
Yuhuuuu baba @Daffadpr kemane nih?
Nath.smth
Aku tenggelam dalam
lautan
RyvnGUMIRA
Najis kurbel!
Hitoyamasaki
Lo tau sendiri @Nath.smth bego. Hahah....
Alvasenta.raja
Bukan bego, sedikit
__ADS_1
gak waras
Nath.smth
Hujat gue mas ... Woy @Daffadpr keluar lo nyet! Udah kek
perawan pms aja sider
Kenzo.lksi
2
Alvasenta.raja
3
RyvnGUMIRA
4
Hitoyamasaki
5
Alvasenta.raja
6
Micha.boos
7
Nath.smth
Si bangsat! Punya
pendirian bro Jangan ngikutin baba nathnath
Njs
Nath.smth
Sekalinya nongol bikin
sakit
Alvasenta.raja
Mampus kurbel!
Nath.smth
Diem lo plasenta!
Micha.boos
Hahah ngakak gue
sialan!
RyvnGUMIRA
Lah nama lo micha.
Udah kek cewek
Brsk
Kenzo.lksi
Cabut gak solid
Hitoyamasaki
Ada kuis Bu Amarthia
Ok. Susulan?
Nath.smth
Mampus gak ada
Bct
Alvasenta.raja
Abisin, Daf. Jangan
kasih ampun. Hahah...
Jangan pada copas lo
bangsat!
Micha.boos
Baru niat
Kenzo.lksi
Ngakak
Daffadpr mengeluarkan Kenzo.lksi
Nath.smth
Gue gak ikutan
Daffadpr mengeluarkan Nath.smth
Akhirnya ponsel Daffa selamat dari keganasan para manusia
kurbel yang membuat dirinya sedikit terganggu. Dilihat jam menunjukkan pukul
12.00pm membuat Daffa segera merenggangkan tangannya yang sedikit kebas akibat
__ADS_1
terlalu banyak berkas yang ia tanda tangani.