Puzzle

Puzzle
Episode 6


__ADS_3

Semilir angin bertiup sedikit kencang membuat rambut Sunny


sedikit berantakan, dengan menyelipkan sejumput rambutnya dibelakang telinga


yang menghalangi pemandangan. Disampingnya terdapat Daffa yang tengah memotret


keadaan pantai. Kalian pasti bertanya kenapa mereka bisa ada dipantai? Jawabannya


simple, setelah perdebatan panjang akhirnya mereka memutuskan untuk membolos


saja.


Sunny memang sangat menyukai laut, jadi ia senang saja


diajak ke pantai. Apalagi didukung dengan keadaannya hari ini sedikit tak


menentu, membuat sikapnya gampang berubah-ubah. Namun, moodnya kali ini sedikit lebih baik berkat Daffa. Haruskah ia


berterima kasih? Sepertinya tidak. Bisa besar kepala nantinya.


“Thanks, ya. Hari


ini gue seneng banget,” seru Sunny antusias terkikik geli hingga lesung pipinya


tercetak jelas.


“It’s ok. Tapi ini


nggak gratis,” sahut Daffa membuat Sunny mendelik horror. “Hahah ... santai


mbak jangan serius-serius nanti baper.”


“Sialan! Gue Kamehameha ***** lo,” Sunny memasang


kepalan tangannya tepat didepan wajah Daffa.


“Becanda elah,” ujar Daffa sambil beranjak dan menarik Sunny


pelan. “Makan dulu,” lanjutnya.


Keadaan resort saat


ini sudah terlihat sedikit ramai, sangat berbeda dengan kedua sejoli yang


tengah menikmati sarapan telatnya. Mengabaikan tatapan aneh dari orang sekitar,


memang mereka berdua sedikit mencolok dengan seragam putih abu-abunya.


“Kak?” panggil Sunny pelan.


“Hmm?”


“Aneh gak sih? Semua orang pada ngeliatiin kita.”


“Punya mata.”


“Mendadak kenyang gue.”


Ucapan tersebut membuat Daffa menoleh kearah Sunny,


“Syukurlah, ayok kita pulang.”


“Kita kesini sebentar doang?” tanya Sunny sambil mendelik


tak percaya.


Daffa pun mengangguk dan pergi meninggalkan resort tersebut, sementara Sunny


menganga melihat Daffa yang selalu serius dengan ucapannya. Lihat saja, bahkan


ia tak memperdulikan Sunny yang belum beranjak sedikitpun.


Dengan langkah mencak-mencak Sunny menghampiri Daffa sambil


mendelik sinis. Percuma saja ke pantai kalau hanya numpang sarapan. Seandainya


mencekik orang tidak berdosa, mungkin saat ini sudah menjalankan aksinya.


SEANDAINYA! Perlu ditekankan.


“Naik,” perintah Daffa sambil melirik Sunny yang tak kunjung


bergerak.


Kesal? Tentu saja. Ibaratkan lo diterbangin tinggi-tinggi


akhirnya dihempas juga. Doi yang lo harap-harapin nggak pernah peka. Ok cukup!


Hari ini Jangan berbucin nanti kelihatan banget ngenesnya.


Motor Daffa meraung pelan membelah jalan ibukota. Sementara


Sunny tengah sibuk dengan rasa kesalnya pada Daffa yang begitu entengnya


mengajak pergi dari pantai tersebut. Lajuan motor tesebut terhenti disebuah


pusat perbelanjaan ibukota.


Layaknya Romeo dan Juliet kedua sejoli tersebut memasuki


pintu mall yang dibukakan oleh satpam. Banyak pengunjung yang memperhatikan


mereka berdua, sebab dimanapun mereka berada pasti akan mengundang tatapan aneh


dan mencemoohnya hanya karena berseragam sekolah.


Tap ... tap ...


tap....


Lorong mall yang ramai kini berganti dengan keadaan yang


sangat sepi, membuat Sunny merasakan hawa dingin menusuk pori-pori kulitnya.


Namun berbeda dengan Daffa yang berjalan tegap dan berkharisma. Sangat jelas

__ADS_1


terlihat ia mempunyai peran penting pada mall ini, sebab sejak ia memasuki mall


tak ayal banyak pegawai serta para pemilik toko yang mengenal Daffa.


Sunny berdehem pelan, “Kak, kita mau ngapain? Ini kok jadi


sepi banget, lo nggak rencana buat macem-macemin gue, ‘kan?”


Spontan Daffa tertawa keras sekali hingga menggema disepanjang


lorong yang tidak diketahui Sunny, “Satu macam juga udah puas kok.”


Klek


Daffa membuka salah satu pintu yang letaknya cukup jauh dari


lift tadi. Sunny yang memang was-was hanya melirik sekilas tanpa berniat untuk


memasuki ruangan tersebut. Daffa yang melihat Sunny waspada hanya tersenyum


kecil.


“Kenapa diluar? Santai gue juga nggak nafsu sama body lo,” sahut Daffa enteng yang


dihadiahi kepalan gratis dari Sunny.


“Sebagai perempuan yang terhormat gue harus waspada dengan


makhluk modus bernama laki-laki,” ujar Sunny sambil menduduki sofa yang


terlihat sangat menggoda. “Sofa lo possessive banget, masa gue disuruh tidurin dia.”


“Kalau mau tidur jangan disitu nanti ada pegawai masuk,”


ujar Daffa sambil membuka laptop dan melihat berkas-berkas di mejanya yang


hampir menutupi wajahnya.


“Ini ruangan apa?”


“Ruang kerja gue, bisa dibilang rumah kedua setelah rumah


ayah.”


“Oh, lo kerja?”


“Hmm.”


“Eh, ini apa?” ujar Sunny terkejut melihat sesuatu di rak


buku dekat sofa yang didudukinya.


Daffa yang penasaran segera menghampiri Sunny dan meletakkan


tanganya didekat kedua bahu Sunny, sekilas Daffa seperti memeluk Sunny dari


belakang.


“Gue peringatin lo untuk masuk kamar,“ bisik Daffa tepat


Reflek Sunny menoleh kearah Daffa, tepat ujung hidung


mungilnya mengenai pipi tegas milik Daffa. Namun sentuhan kecil tersebut


berefek besar bagi Daffa, membuat sang empu menegakkan tubuh kembali dan


buru-buru menekuni kertas yang sudah meraung-raung meminta ditanda tangani.


Sedangkan Sunny mendadak kikuk dan tanpa berbicara terlebih


dahulu Sunny memasuki kamar kecil yang terdapat di ruangan tersebut. Dibukanya


perlahan yang lantas disambut aroma maskulin khas seorang laki-laki. Sedikit


rapih untuk ukurannya, bahkan kamar abangnya pun tak serapih ini.


Mendadak rasa kantuk menyerang membuat Sunny menjatuhkan


diri diatas kasur king size yang hampir memenuhi isi kamar, dan tanpa berniat


melepas sweaternya terlebih dahulu.


Sebentar saja Sunny sudah menjelajahi dunia mimpinya.


Sementara Daffa tengah menyelesaikan pekerjaannya yang sudah


sangat terbengkalai, akibat banyaknya urusan OSIS yang mengharuskan ia untuk


datang. Tiba-tiba ponselnya bergetar membuat Daffa mengalihkan perhatiannya


sebentar.


Erysichthon


Kenzo.lksi


Yuhuuuu baba @Daffadpr kemane nih?


Nath.smth


Aku tenggelam dalam


lautan


RyvnGUMIRA


Najis kurbel!


Hitoyamasaki


Lo tau sendiri @Nath.smth bego. Hahah....


Alvasenta.raja


Bukan bego, sedikit

__ADS_1


gak waras


Nath.smth


Hujat gue mas ... Woy @Daffadpr keluar lo nyet! Udah kek


perawan pms aja sider


Kenzo.lksi


2


Alvasenta.raja


3


RyvnGUMIRA


4


Hitoyamasaki


5


Alvasenta.raja


6


Micha.boos


7


Nath.smth


Si bangsat! Punya


pendirian bro Jangan ngikutin baba nathnath


Njs


Nath.smth


Sekalinya nongol bikin


sakit


Alvasenta.raja


Mampus kurbel!


Nath.smth


Diem lo plasenta!


Micha.boos


Hahah ngakak gue


sialan!


RyvnGUMIRA


Lah nama lo micha.


Udah kek cewek


Brsk


Kenzo.lksi


Cabut gak solid


Hitoyamasaki


Ada kuis Bu Amarthia


Ok. Susulan?


Nath.smth


Mampus gak ada


Bct


Alvasenta.raja


Abisin, Daf. Jangan


kasih ampun. Hahah...


Jangan pada copas lo


bangsat!


Micha.boos


Baru niat


Kenzo.lksi


Ngakak


Daffadpr mengeluarkan Kenzo.lksi


Nath.smth


Gue gak ikutan


Daffadpr mengeluarkan Nath.smth


Akhirnya ponsel Daffa selamat dari keganasan para manusia


kurbel yang membuat dirinya sedikit terganggu. Dilihat jam menunjukkan pukul


12.00pm membuat Daffa segera merenggangkan tangannya yang sedikit kebas akibat

__ADS_1


terlalu banyak berkas yang ia tanda tangani.


__ADS_2